Mendes Yandri Minta Bupati Gali Potensi Desa, Siap Kucurkan Bantuan dari Pembinaan hingga Pemasaran

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memberikan komentar ke awak media usai memberikan pengarahan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang digelar di Hotel Aston, Pelita, Lubuk Baja, Kota Batam, Selasa (20/1/2026). Matapedia6.com/Luci

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memberikan komentar ke awak media usai memberikan pengarahan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang digelar di Hotel Aston, Pelita, Lubuk Baja, Kota Batam, Selasa (20/1/2026). Matapedia6.com/Luci

MATAPEDIA6.com, BATAM – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak seluruh bupati di Indonesia untuk lebih serius menggali dan mengembangkan potensi desa di wilayah masing-masing.

Langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yakni membangun desa dari bawah guna mewujudkan pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Ajakan itu disampaikan Yandri saat memberikan pengarahan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang digelar di Hotel Aston, Pelita, Lubuk Baja, Kota Batam, Selasa (20/1/2026).

Yandri menegaskan, paradigma pembangunan desa kini telah berubah. Jika sebelumnya desa hanya menjadi objek pembangunan, kini desa ditempatkan sebagai subjek utama.

“Banyak program pemerintah sekarang langsung menyentuh desa. Kalau dulu desa sebagai objek, sekarang desa menjadi subjek pembangunan,” ujar Yandri.

Ia menjelaskan, Kemendes PDT memiliki sejumlah program strategis, salah satunya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang kini telah berkembang pesat hingga mampu melahirkan desa-desa ekspor. Selain itu, banyak desa juga tumbuh sebagai desa wisata dengan potensi ekonomi yang menjanjikan.

Baca juga: Kemensos Targetkan Bangun 100 Sekolah Rakyat per Tahun, 2025 Telah Beroperasi 166 Sekolah

Karena itu, Yandri berharap para bupati mampu menangkap dan memanfaatkan setiap program pemerintah pusat sesuai dengan karakter dan potensi desa masing-masing.

“Setiap desa punya potensi yang berbeda-beda. Ada yang cocok jadi desa wisata, desa ekspor, atau desa tematik. Ini yang harus digali dan dikembangkan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi intensif antara pemerintah kabupaten dan Kementerian Desa agar seluruh potensi desa dapat dimaksimalkan.

Salah satu pendekatan yang kini didorong Kemendes adalah pengembangan desa tematik, seperti desa nila, desa lele, desa ayam petelur, desa jagung, desa melon, dan berbagai komoditas lainnya.

Program ini dirancang untuk mendukung kebijakan nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan Koperasi Desa Merah Putih.

Menurut Yandri, kolaborasi yang solid akan memastikan pembangunan dari desa benar-benar terwujud, sehingga tujuan pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan dapat tercapai.

“Kuncinya adalah data yang akurat. Dari data itulah kita bisa memaksimalkan potensi desa secara tepat sasaran,” tegasnya.

Baca juga: Mentan Amran Beri Sebutan Importir dan Penyelundup Beras Pengkhianat Bangsa

Lebih lanjut, Yandri memastikan Kemendes PDT siap menjadi jembatan bagi desa, mulai dari permodalan, pendampingan, pemberdayaan, hingga pemasaran produk desa.

Ia mencontohkan keberhasilan program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu, di mana beberapa desa binaan Kemendes berhasil menembus pasar internasional.

“Desember lalu di Ngada, NTT, desa binaan Kemendes melakukan ekspor perdana ke Australia, mulai dari kopi, panili, hingga kemiri,” ungkapnya.

Selain desa ekspor, banyak desa lain yang berhasil tumbuh sebagai desa tematik, baik desa tertinggal, sangat tertinggal, hingga desa maju dan mandiri.

Untuk wilayah Kepulauan Riau (Kepri), Yandri menyebut potensi desa nelayan dan pariwisata menjadi sektor unggulan yang dapat terus dikembangkan melalui pola kolaborasi lintas sektor.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu sinergi dengan semua pihak. Dan APKASI adalah forum yang paling tepat untuk memperkuat kolaborasi itu,” kata Yandri.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Gangguan Air Bersih Meluas di Tanjunguma Batam, ABHI: Pompa WTP Sei Ladi Rusak
Kapal Limbah B3 Kandas di Dangas, Komisi III DPRD Batam Desak Tindakan Tegas
Belum Ada Sosialisasi dan Ganti Rugi dari Perusahaan, Satpol PP Kirim SP 2 Penggusuran Warga di MKGR
Dishub Batam Anggarkan Rp 450 Juta Bangun Lima Halte Trans Batam Tahun 2026
Kejari Batam Musnahkan Barang Bukti Ratusan Perkara Berkekuatan Hukum Tetap
Polda Kepri Kawal Pemulangan 133 WNI Deportasi dari Malaysia
Polda DIY Nonaktifkan Sementara Kapolresta Sleman Usai Audit Khusus
Dirut BEI Mundur, Tanggung Jawab atas Gejolak IHSG Dua Hari Beruntun

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:36 WIB

Gangguan Air Bersih Meluas di Tanjunguma Batam, ABHI: Pompa WTP Sei Ladi Rusak

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:55 WIB

Kapal Limbah B3 Kandas di Dangas, Komisi III DPRD Batam Desak Tindakan Tegas

Sabtu, 31 Januari 2026 - 22:01 WIB

Belum Ada Sosialisasi dan Ganti Rugi dari Perusahaan, Satpol PP Kirim SP 2 Penggusuran Warga di MKGR

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:38 WIB

Dishub Batam Anggarkan Rp 450 Juta Bangun Lima Halte Trans Batam Tahun 2026

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:57 WIB

Kejari Batam Musnahkan Barang Bukti Ratusan Perkara Berkekuatan Hukum Tetap

Berita Terbaru