MATAPEDIA6.com, BATAM– Dari balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam, tumbuh semangat baru. Para warga binaan yang mengikuti program pembinaan hidroponik berhasil memanen 300 ikat selada segar dan membagikannya kepada masyarakat sekitar, Kamis (30/10/2025).
Panen ini bukan sekadar hasil bertani modern, tetapi simbol nyata bahwa pembinaan di Rutan Batam bukan hanya wacana. Di bawah bimbingan petugas dan kerja sama dengan CV Sello Hijau Lestari, para warga binaan berhasil mengubah ruang terbatas menjadi ladang produktif bernilai ekonomi.
Kepala Rutan Batam, Fajar Teguh Wibowo, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan antara Pemasyarakatan dan masyarakat.
Baca juga: Rutan Batam Tindaklanjuti Arahan Dirjenpas, Gelar Razia dan Tes Urine
“Ini bukan sekadar panen sayur, tetapi panen manfaat. Kami ingin masyarakat merasakan langsung hasil positif dari proses pembinaan di dalam rutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, warga binaan kini tak hanya menjalani hukuman, tetapi juga dibekali keterampilan yang bisa menjadi modal hidup baru setelah bebas nanti.
“Terima kasih kepada CV Sello Hijau Lestari atas dukungannya. Melalui pelatihan hidroponik ini, kami ingin warga binaan siap kembali ke masyarakat dengan kemampuan produktif,” tambahnya.
Selada hasil panen tersebut dibudidayakan dengan sistem hidroponik bebas pestisida, menghasilkan sayuran segar berkualitas tinggi.
Warga yang menerima panen tampak antusias, menyambut langkah Rutan Batam yang tak hanya fokus pada pengamanan, tetapi juga pemberdayaan.
Rutan Batam menegaskan komitmennya untuk terus memperluas program pembinaan kemandirian, sebagai bagian dari upaya reintegrasi sosial dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lembaga pemasyarakatan.
Baca juga:Lapas Batam Panen 200 Kg Sayuran, Bukti Nyata Pembinaan Bukan Sekadar Wacana
Editor:Miezon


















