MATAPEDIA6.com, JAMBI – Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), aksi kejahatan dengan modus penipuan marak di Kota Jambi, terbaru pungutan liar berkedok “uang gotong royong” menggunakan kwitansi palsu.
Kejadian ini dirasakan warga RT 20 Kelurahan Rajawali, Kecamatan Jambi Timur, bahkan yang membuat warga semakin curiga pengutipan uang Gotong royong tersebut dilakukan oleh para pelaku subuh, Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 05.00WIB.
Maigar, warga RT 20 Kelurahan Rajawali, Kecamatan Jambi Timur, jadi salah satu korban dimana dirinya terbangun karena ada mengetok pintu dan meminta uang gotong royong sebesar Rp 50 Ribu.
Maigar mengaku dirinya masih belum sadar dari ngantuk dan karena merasa masih ngantuk dan tidak mau terganggu dengan pungutan tersebut langsung memberikannya dan lanjut tidur.
Maigar menceritakan Pelaku datang satu orang dan membawa kwitansi bertuliskan uang gotong royong sebesar Rp 50 ribu.
Baca juga: Gengster Kian Beringas di Jambi, Jarah Toko Kelontong Gunakan Celurit
Melihat mengatakan awalnya dirinya curiga namun karena masih ngantuk dan tukang tagih juga bersuara keras membuat dirinya langsung memberikan sesuai tagihan.
Dia juga mengatakan dirinya sempat berniat memberitahu kakaknya, namun urung karena sang kakak masih tertidur.
Ketua RT 20, Levi, mengatakan pihaknya tidak pernah mengeluarkan pungutan dalam bentuk apa pun kepada warga.
Levi mengimbau agar warga tidak mudah percaya dengan orang yang mengatasnamakan RT untuk meminta uang.
“Saya tegaskan, tidak ada pungutan apa pun dari RT. Kalau ada orang seperti itu, jangan dilayani. Kalau bandel, langsung hubungi saya. HP saya aktif 24 jam,” tegas Levi.
Levi juga menambahkan dirinya siap turun langsung jika ada laporan warga terkait aksi penipuan serupa.
Baca juga: Pegawai Toko 24 Jam di Jambi Jadi Korban Hipnotis, HP Ditukar Emas Palsu
“Kalau ada yang memakai nama RT untuk menipu, saya akan marah besar dan saya cari orangnya,” ujarnya.
Levi memastikan akan melaporkan kejadian ini kepada pihak kelurahan. “Nanti di rapat dengan pihak kelurahan dan para RT, akan saya sampaikan agar lebih banyak warga yang tahu dan waspada.”kata Levi.
Menjelang Nataru, Levi mengingatkan warga untuk tidak sembarangan memberikan sumbangan atau uang kepada pihak yang tidak jelas identitasnya.
“Sekarang banyak modus, banyak alasan. Wajib lapor RT kalau ada apa-apa,” kata Levi.
Penulis: Dalil |Editor: Zalfirega



















