MATAPEDIA6.com, BATAM – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Batam menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) yang tidak sekadar administratif, tetapi menjadi momentum konsolidasi menyeluruh untuk memperkuat fondasi organisasi hingga ke tingkat paling bawah.
Muscab ini menjadi bagian dari langkah strategis PKB dalam menyiapkan mesin politik yang solid dan berkelanjutan menuju Pemilu 2029.
Ketua DPC PKB Kota Batam, Surya Makmur Nasution, menjelaskan Muscab kali ini dikemas dalam tiga agenda besar yang saling terintegrasi.
Ketiganya diarahkan untuk memperkuat struktur, memperluas basis kader, serta meneguhkan arah ideologis partai di tengah dinamika politik lokal yang semakin kompetitif.
“Rangkaian kegiatan hari ini mencerminkan keseriusan PKB dalam menata organisasi secara menyeluruh. Agenda pertama adalah pelantikan pengurus Perempuan Bangsa DPC PKB Kota Batam yang dipimpin langsung oleh Ketua DPW Perempuan Bangsa Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Surya.
Menurutnya, penguatan badan otonom partai, khususnya Perempuan Bangsa, menjadi elemen penting dalam memperluas ruang partisipasi politik perempuan sekaligus memperkuat basis sosial PKB di tengah masyarakat Batam yang majemuk.
Baca juga: Pemko Batam Kokohkan Transparansi, Sabet Predikat Badan Publik Informatif 2025
Agenda kedua, lanjut Surya, adalah pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) secara serentak di seluruh kecamatan se-Kota Batam.
Musancab ini tidak hanya menjadi ajang penyegaran organisasi, tetapi juga sarana penataan ulang kepengurusan di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) agar lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan konstituen.
Dalam Musancab kali ini, PKB menerapkan mekanisme baru dalam pemilihan ketua PAC sebagai konsekuensi dari perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
“Tidak ada lagi pemilihan langsung melalui voting atau aklamasi di forum Musancab. Setiap PAC mengusulkan nama calon ketua beserta susunan pengurus, kemudian DPW yang menetapkan melalui Surat Keputusan setelah melalui proses evaluasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, mekanisme ini dirancang untuk memastikan kepemimpinan PAC diisi oleh kader yang tidak hanya populer di tingkat lokal, tetapi juga memiliki kapasitas manajerial, loyalitas ideologis, dan komitmen jangka panjang terhadap perjuangan partai.
Surya juga menegaskan bahwa struktur kepengurusan PKB secara organisatoris ditopang oleh dua pilar utama, yakni Dewan Tanfidz sebagai pelaksana kebijakan dan kegiatan harian partai, serta Dewan Syuro yang berperan sebagai penjaga nilai, arah ideologis, dan moral politik PKB.
Agenda ketiga yang tak kalah penting adalah kaderisasi wajib melalui Pendidikan Kader Loyalis (PKL) bagi seluruh pengurus, khususnya di tingkat PAC dan ranting.
Baca juga: HJB ke-196 Jadi Momentum Perkuat Silaturahmi, Amsakar–Li Claudia Pimpin Ribuan Pesepeda di Batam
“Kaderisasi ini menjadi syarat mutlak. PKB tidak hanya membutuhkan struktur yang lengkap, tetapi juga kader yang memahami mabda’ siyasah PKB, nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, serta tradisi Nahdlatul Ulama sebagai ruh perjuangan partai,” tegas Surya.
Ia menambahkan, seluruh calon pengurus PAC telah mengikuti pendidikan kader sebagai prasyarat sebelum ditetapkan secara resmi, sehingga konsolidasi yang dilakukan bukan sekadar formalitas, melainkan proses ideologis yang terukur.
Sementara itu, Sekretaris DPW PKB Provinsi Kepulauan Riau, Aman, menilai Muscab DPC PKB Kota Batam sebagai momentum strategis yang menentukan arah penguatan partai di daerah dengan dinamika politik paling kompleks di Kepri.
“Muscab ini adalah titik awal konsolidasi total struktur PKB di tingkat kecamatan. Tahun ini memang tidak langsung memilih ketua PAC, tetapi melalui mekanisme penjaringan, pemetaan, dan penilaian yang lebih komprehensif oleh DPW berdasarkan usulan dari forum Musancab,” ujarnya.
Aman menjelaskan bahwa tahapan selanjutnya adalah proses wawancara dan evaluasi mendalam oleh DPW untuk memastikan figur ketua PAC yang ditetapkan benar-benar memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, serta loyalitas terhadap garis perjuangan partai.
Ia juga mengapresiasi langkah DPC PKB Kota Batam yang mengintegrasikan Muscab dengan agenda kaderisasi.
“Ini menunjukkan kesadaran bahwa kekuatan partai tidak hanya diukur dari jumlah struktur, tetapi dari kualitas kader. PKB adalah partai terbuka, tetapi ketika seseorang memutuskan bergabung, maka visi, misi, dan arah perjuangan harus sejalan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Aman menekankan soliditas struktur hingga ke tingkat paling bawah menjadi kunci utama keberhasilan PKB menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Saat ini PKB Kota Batam memiliki 12 PAC dan 64 ranting yang seluruhnya sudah lengkap dan memiliki SK. Ini adalah modal organisasi yang sangat besar untuk membangun kekuatan elektoral menuju Pemilu 2029,” katanya.
Dengan empat kursi DPRD Kota Batam yang diraih dari enam daerah pemilihan pada Pemilu sebelumnya, PKB menargetkan peningkatan signifikan pada Pemilu 2029.
“Target minimal kami adalah enam kursi DPRD. Namun perjuangan politik tidak bisa instan. Ia harus dimulai dari penataan struktur, penguatan ideologi, dan kerja-kerja nyata di tengah masyarakat sejak hari ini,” pungkas Aman.
Penulis: Luci |Editor: Zalfirega


















