Puting Beliung Terjang Hantam 16 Rumah di Marina, 6 Kondisinya Rusak Parah

Kamis, 1 Mei 2025 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi salah satu rumah warga di perumahan Renggali Cluster Dahlia yang rusak parah dihantam puting beliung, Kamis (1/5/2025). Matapedia6.com/Luci

Kondisi salah satu rumah warga di perumahan Renggali Cluster Dahlia yang rusak parah dihantam puting beliung, Kamis (1/5/2025). Matapedia6.com/Luci

MATAPEDIA6.com, BATAM – Bencana angin puting beliung menerjang Perumahan Renggali Cluster Dahlia, Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam pada Rabu (30/4/2025) sekitar pukul 16.20 WIB.

Sebanyak 16 rumah dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat, selain itu dalam kejadian ini dua warga menjadi korban tertimpa puing bangunan.

Ketua RW 025, Marina Vindi Siregar, menjelaskan bahwa dari 16 rumah terdampak, empat di antaranya mengalami kerusakan parah dengan kondisi seluruh atap hilang tersapu angin.

“Dari total 16 rumah yang rusak, empat mengalami kerusakan paling parah. Atap rumah seluruhnya diterbangkan angin. Sisanya rusak karena tertimpa puing dan atap rumah lain yang terbawa angin,” ujar Vindi kepada awak media.

Salah satu korban yakni Ahmad, penghuni rumah nomor 12, mengalami luka di kepala akibat tertimpa batu saat atap rumahnya terangkat.

Korban harus mendapat empat jahitan dan kini telah dipindahkan ke rumah anaknya di Bengkong.

Korban lain, seorang ibu penghuni rumah nomor 16, juga tertimpa batu, namun hanya mengalami benjol dan nyeri. Saat ini, ia telah pindah dan mencari tempat tinggal baru.

Vindi menambahkan, sejumlah rumah yang rusak dihuni oleh anak kos, yang kini telah mengungsi ke tempat lain.

Warga sekitar turut membantu para korban dalam mengemasi barang-barang dan melakukan perbaikan darurat.

“Warga bahu-membahu membantu perbaikan rumah yang rusak. Untuk rumah yang pemiliknya berada di luar negeri, kami sudah menginformasikan kejadian ini, namun belum ada tindak lanjut,” jelas Vindi.

Vindi juga mengatakan pihak Kecamatan, Kelurahan, dan Dinas Sosial telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan. Namun, hingga saat ini, bantuan lanjutan dari pemerintah belum diterima.

“Kami masih menunggu kebijakan dan bantuan dari Pemkot Batam. Sementara ini, warga saling membantu,” tutup Vindi.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

KSOP Batam Gerak Cepat: Kapal Negara Dikerahkan, 150 Pemudik Tanpa Tiket Tetap Berangkat
Amsakar Tegaskan Belum Ada Rencana Penutupan Jalan Sei Ladi, Fokus Pemerintah Masih pada Pelebaran
Sambut Hari Raya Nyepi, Amsakar: Kurangi Aktivitas Duniawi Perdalam Nilai Spiritual
Mobilitas Tinggi, 43 Ribu Penumpang Keluar Batam Selama Arus Mudik
WFA Berlaku, Arus Mudik Lau: PELNI Catat Lonjakan Penumpang, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran
Perkuat Sinergi Investasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BP Batam Gelar Apresiasi Kolaborasi Investasi 2026
DPRD dan Pemko Batam Sepakati Perda Adminduk, Dorong Layanan Terintegrasi dan Digital
Ranperda PSU Perumahan Ditunda, DPRD DPRD Kota Batam Butuh Pembahasan Lebih Matang

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 12:20 WIB

KSOP Batam Gerak Cepat: Kapal Negara Dikerahkan, 150 Pemudik Tanpa Tiket Tetap Berangkat

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:35 WIB

Amsakar Tegaskan Belum Ada Rencana Penutupan Jalan Sei Ladi, Fokus Pemerintah Masih pada Pelebaran

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:17 WIB

Sambut Hari Raya Nyepi, Amsakar: Kurangi Aktivitas Duniawi Perdalam Nilai Spiritual

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:16 WIB

Mobilitas Tinggi, 43 Ribu Penumpang Keluar Batam Selama Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:35 WIB

WFA Berlaku, Arus Mudik Lau: PELNI Catat Lonjakan Penumpang, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran

Berita Terbaru