MATAPEDIA6.com, BATAM – Sambut hari jadi kota Batam ke-196, Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra pimpin ziarah makam Zuriat Nong Isa di Nongsa, Jumat (12/12/2025).
Kegiatan ini dipimpin Forkompinda, para tokoh zuriat, dan Ketua TP PKK Kota Batam Hj. Erlita Sari Amsakar.
Dalam kesempatan tersebut Amsakar mengenang perjuangan panjang dalam penetapan Hari Jadi Batam.
Proses itu penuh diskusi, seminar, dan kajian yang merujuk pada berbagai tokoh sejarah, mulai Temenggung Abdul Jamal hingga Raja Ali Kelana.
Namun pijakan paling kuat akhirnya ditemukan pada dokumen autentik Arsip Nasional yang mencatat mandat Sultan Abdurrahman dan Raja Jakfar kepada Nong Isa pada 22 Jumadil Akhir 1245 Hijriah atau 18 Desember 1829.
“Keputusannya tidak mudah. Tiga kali pertemuan besar, dua seminar, dan akhirnya kita menemukan dokumen yang jelas menyebutkan tanggal dan mandat itu,” ujar Amsakar, mengenang kiprahnya sebagai ketua tim perumus Hari Jadi Batam.
Baca juga: Tekankan Integritas dan Etos Kerja ASN, Sekda Batam Buka Orientasi Tahap II PPPK
Amsakar juga menegaskan bahwa sejak awal Batam bukan hanya titik singgah para musafir menuju Tanah Suci, tetapi juga pusat tumbuhnya pemukiman dan aktivitas ekonomi. Fondasi historis inilah yang terus membawa Batam melaju, hingga kini menjadi kota strategis yang memadukan industri, logistik, pariwisata, dan investasi.
Tahun ini, Hari Jadi Batam mengangkat tema “Unggul dan Berdaya Saing”, mencerminkan arah pembangunan yang tengah ditempuh.
Pemerintah Kota menargetkan peningkatan kualitas SDM dan pelayanan publik, sementara daya saing ekonomi diperkuat melalui sinergi erat dengan BP Batam.
Amsakar menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk menuntaskan persoalan air dan sampah yang masih menjadi tantangan utama.
“Yang kita perlukan sekarang adalah bergerak bersama. Fokus kita adalah masa depan Batam, bukan hal-hal kontraproduktif,” tegasnya.
Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra turut menegaskan pentingnya menjaga tradisi ziarah sebagai pengingat sejarah bagi generasi muda.
Baca juga: Disdukcapil Batam Genjot Peralihan ke IKD, Tegaskan Lebih Aman dan Mudah untuk Semua
“Kegiatan seperti ini harus terus dilestarikan agar anak-anak muda memahami asal-usul Batam. Kita tidak boleh melupakan sejarah,” ujarnya.
Penulis: Luci | Editor: Zalfirega


















