MATAPEDIA6.com, BATAM– Kecamatan Batu Aji menggeber langkah agresif dalam penanganan sampah lewat operasi dini hari bertajuk ‘Serangan Fajar” yang dimulai setiap pukul 05.00 WIB sejak 18 November 2025 kemarin.
Tim lintas OPD langsung menyisir jalan protokol dan kawasan permukiman, memastikan warga yang beraktivitas pagi tidak lagi disambut tumpukan sampah liar.
Instruksi Wali Kota dijalankan cepat melalui pembentukan Task Force Penanggulangan Sampah dengan Batu Aji sebagai koordinator lapangan.
Tiga kepala dinas—Pariwisata, Pendidikan, dan Pemberdayaan Perempuan—Direktur RSUD, Sekwan, Kabag Kesra, camat hingga lurah turun langsung setiap hari.
Malamnya, mereka menggelar pertemuan warga dan sosialisasi keliling untuk menguatkan edukasi kebersihan.
Baca juga: DLH Batam Kantongi Rp200 Miliar untuk Tuntaskan Masalah Sampah pada 2026
Puncak operasi terjadi Rabu, 26 November 2025, melalui Goro Task Force di Kelurahan Tanjung Uncang, kawasan industri terpadat di Batam.
Apel gabungan dipimpin Direktur RSUD Embung Fatimah drg. Raden Roro Sri dengan Camat Batu Aji Addi J. Harnus sebagai Komandan Apel.
Menurut drg. Roro Sri Wijayanti, Goro hari itu menyasar empat titik prioritas yang menjadi sorotan warga dan pengguna jalan.
“Dua titik memerlukan alat berat karena volume sampah dan endapannya masif,” ujarnya.
Ia menambahkan, kekompakan jajaran di lapangan menjadi kunci percepatan pembersihan.
“Pak Camat dan para lurah sangat semangat. Di bawah komando Pak Addi dan koordinator Satgas Pak Yunisbar, tim bergerak hampir tiap malam. Lurah juga keliling menggunakan mobil untuk mengimbau warga. Kami hanya membersamai dan membantu koordinasi,” ujarnya.

Kata dia, RW 19 – Arah Pelabuhan Sagulung (titik besar, dikeruk alat berat). Perumahan Bagaman – Area bawah tower (titik padat, juga menggunakan alat berat) dan RW 8 – Depan PT Wasco serta RW 5 – Depan PT Bintang Industri.
“Pemilihan titik-titik ini mempertimbangkan kepadatan aktivitas industri, banyaknya sampah liar, serta keluhan masyarakat yang menumpuk dalam beberapa bulan terakhir,” sebut dia.
Menurut dia, 137 personel lintas instansi diterjunkan—mulai dari Satgas Kebersihan, staf kecamatan, pegawai Disdik, petugas RSUD, staf DPRD, RT/RW hingga tokoh masyarakat.
Armada pembersihan juga dimaksimalkan: 6 dump truk roda 10, 15 pickup sampah, dan 4 beko untuk pengerukan serta perapian drainase.
Baca juga:Pematangan Jalan Zona A TPA Punggur Terus Dikebut, Dinas Bina Marga Kerja Hingga Malam
Sejak pagi, personel bergerak cepat menyingkirkan sampah liar, merapikan fasilitas umum, mengikis endapan, dan membersihkan titik-titik rawan yang selama ini mengganggu kenyamanan kawasan industri Tanjung Uncang.
“Goro Task Force bukan sekadar bersih-bersih, tapi komitmen menjaga kawasan industri tetap sehat dan tertata,” tegas drg. Roro.
Camat Batu Aji Addi Harnus menegaskan hal senada.
“Saya instruksikan seluruh personel bergerak cepat, disiplin, dan terkoordinasi. Target kita jelas: semua titik krusial harus bersih maksimal.” katanya.
Operasi ini memperlihatkan bahwa kebersihan kawasan industri tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
Kecamatan Batu Aji mengajak warga, perusahaan, dan seluruh pemangku kepentingan menjaga lingkungan secara konsisten dan berkelanjutan.
Baca juga: DPRD Batam Desak DLH Tanggapi Krisis Sampah yang Menghantui Warga
Editor:Zalfirega

















