Upaya Pendekatan Budaya dalam Menjaga Keamanan, Irjen Pol Asep Safrudin Jalani Tepuk Tepung Tawar

Kamis, 20 Februari 2025 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Syafrudin bersama Ny. Detta Asep Safrudin, mengikuti prosesi adat Tepuk Tepung Tawar di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Rabu (19/2/2025). Matapedia6.com/Dok Humas Polda

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Syafrudin bersama Ny. Detta Asep Safrudin, mengikuti prosesi adat Tepuk Tepung Tawar di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Rabu (19/2/2025). Matapedia6.com/Dok Humas Polda

MATAPEDIA6.com, BATAM – Kapolda Kepulauan Riau (Kepri), Irjen Pol Asep Safrudin, bersama Ketua Bhayangkari Daerah Kepri, Ny. Detta Asep Safrudin, mengikuti prosesi adat Tepuk Tepung Tawar di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Rabu (19/2/2025).

Ritual ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga strategi mendekatkan kepolisian dengan masyarakat adat dalam menjaga stabilitas keamanan di Bumi Segantang Lada.

Acara berlangsung khidmat di Balai Adat Seri Indera Sakti, Tanjungpinang, dengan sambutan meriah yang mencerminkan eratnya hubungan antara aparat dan masyarakat.

Pertunjukan silat serta taburan beras kunyit menjadi simbol doa keberkahan dan keselamatan bagi Kapolda dalam menjalankan tugasnya.

Ketua Umum LAM Kepri, Dato Seri Setia Utama H. Raja Al Hafiz, menekankan bahwa sinergi antara kepolisian dan adat bukan sekadar formalitas, melainkan kunci dalam membangun keamanan berbasis kearifan lokal.

“Kami percaya bahwa pemimpin yang mendapat restu adat akan lebih diterima masyarakat, dan itu sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kepri,” ujarnya.

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin pun menegaskan komitmennya untuk terus menjalin hubungan baik dengan masyarakat adat.

“Prosesi ini bukan hanya penghormatan bagi saya dan istri, tetapi juga momentum memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan masyarakat Melayu,” katanya.

Menariknya, dalam prosesi ini, Kapolda menerima tanjak, lambang kebesaran dan kepemimpinan, sementara Ketua Bhayangkari mendapat tudung manto, simbol kebijaksanaan seorang perempuan dalam budaya Melayu.

Dalam refleksinya, Kapolda juga menyinggung pengalaman saat menjabat sebagai Wakapolda Kepri, terutama dalam menangani situasi di Rempang.

“Pendekatan berbasis adat dan budaya menjadi faktor penting dalam menyelesaikan berbagai tantangan keamanan. Dukungan para tokoh adat sangat membantu menciptakan situasi yang kondusif,” tambahnya.

Sebagai bentuk penghormatan lebih lanjut, Kapolda Kepri juga mengunjungi Makam Raja Ali Haji di Pulau Penyengat, Balai Adat Melayu Penyengat, dan Masjid Raya Sultan Riau.

Tepuk Tepung Tawar bukan hanya tradisi seremonial, tetapi juga bentuk komunikasi budaya yang mempererat hubungan antara pemimpin dan rakyatnya.

Ritual ini sering dilakukan dalam momen penting, seperti pelantikan pemimpin, pernikahan, atau penyambutan tokoh kehormatan.

Melalui prosesi ini, kepolisian menunjukkan pemahaman dan penghormatan terhadap nilai-nilai lokal.

Dengan simbolisasi air bunga, beras kunyit, dan daun-daunan, ritual ini membawa pesan kedamaian dan perlindungan.

Dengan mengikuti prosesi ini, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin tidak hanya mendapatkan restu adat, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai pemimpin yang diterima oleh masyarakat.

“Keamanan yang berkelanjutan hanya bisa terwujud melalui kerja sama erat dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk LAM Kepri,” tegasnya.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

DPRD Batam Hadiri May Day 2026, Buruh Serukan UU Ketenagakerjaan Baru dan Tolak Outsourcing
AJI Indonesia Desak Hentikan Sensor dan Swasensor, Soroti Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers
Patroli Malam, Satlantas Polresta Barelang Tindak 35 Motor Knalpot Brong
BP Batam Kaji Penataan Lahan Puskopkar, Warga Tunggu Kepastian UWT dan HGB
Polda Kepri Bagikan 200 Helm Gratis untuk Pekerja Saat May Day di Batam
Perpanjangan UWT Rumah Puskopkar Batu Aji, BP Batam Belum Terima Tahap Awal dari Pengembang
Ketua IKTD Batam 2004–2009 H. Isnur Fauzi Wafat, H. Arlon Veristo Kenang Sosok Pemersatu Perantau
May Day 2026 Batam Diisi Aksi Bersih Lingkungan, Amsakar–Claudia Apresiasi Peran Buruh

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 11:12 WIB

DPRD Batam Hadiri May Day 2026, Buruh Serukan UU Ketenagakerjaan Baru dan Tolak Outsourcing

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:23 WIB

AJI Indonesia Desak Hentikan Sensor dan Swasensor, Soroti Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:43 WIB

Patroli Malam, Satlantas Polresta Barelang Tindak 35 Motor Knalpot Brong

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:15 WIB

BP Batam Kaji Penataan Lahan Puskopkar, Warga Tunggu Kepastian UWT dan HGB

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:34 WIB

Perpanjangan UWT Rumah Puskopkar Batu Aji, BP Batam Belum Terima Tahap Awal dari Pengembang

Berita Terbaru