Warga Pulau Sekitar Pulau Bulan Takut Melaut, Dampak Buaya Lepas dari Penangkaran

Rabu, 15 Januari 2025 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seekor Buaya yang muncul di bawah rumah warga di pulau buluh. Buaya mencari makan di bawah kolong rumah warga yang berada diatas laut, Rabu (15/1/2025). Matapedia6.com/ Istimewa

Seekor Buaya yang muncul di bawah rumah warga di pulau buluh. Buaya mencari makan di bawah kolong rumah warga yang berada diatas laut, Rabu (15/1/2025). Matapedia6.com/ Istimewa

MATAPEDIA6.com, BATAM – Ketakutan menyelimuti warga yang tinggal di sekitar Pulau Bulan, Kota Batam, Kepulauan Riau, setelah kandang penangkaran buaya milik PT Perkasa Jagat Kurnia (PJK) jebol pada Senin dini hari, 13 Januari 2025.

Akibat kejadian tersebut, buaya dilaporkan sering muncul di laut bahkan hingga ke pemukiman warga di pulau-pulau sekitar seperti Pulau Geranting dan Pulau Buluh.

Video yang beredar memperlihatkan seekor buaya dengan tenangnya berenang di bawah rumah warga yang berdiri di atas laut. Meski didekati oleh warga yang merekam kejadian itu, buaya tersebut terlihat tidak takut.

Rere, warga Pulau Bulan, mengungkapkan awalnya sesuai dengan pemberitahuan dari perusahaan hanya lima ekor buaya yang lepas dari penangkaran. Namun, kenyataannya jumlah buaya yang muncul di laut dan pemukiman jauh lebih banyak.

“Kemarin katanya cuma lima buaya yang lepas, tapi sekarang hampir setiap hari kami melihat buaya di laut, di bakau, bahkan di pemukiman,” kata Rere.

Rere juga mengatakan hingga saat ini, warga sudah menangkap tiga ekor buaya. Namun, keberadaan buaya yang diduga mencapai ratusan ekor masih menjadi ancaman serius.

“Kami sangat khawatir. Kalau dibiarkan, ini sangat berbahaya. Kami berharap ada solusi segera sebelum ada korban,” tambahnya.

Buaya yang sering muncul membuat warga Ketakutan beraktivitas sehari-hari bahkan warga juga takut melaut.

Di Pulau Geranting, ibu-ibu yang biasanya menangkap sotong pada malam hari kini tidak berani turun ke laut.

“Sudah tiga malam ini kami tidak melaut. Takut diserang buaya,” ujar Rere.

Ia juga menyebut bahwa buaya yang sering terlihat memiliki ukuran cukup besar, sehingga menambah kecemasan warga.

Warga mendesak pihak terkait segera mengambil tindakan untuk menangkap buaya-buaya yang lepas.

“Jangan tunggu ada korban dulu baru semua pihak turun. Kami warga pulau ini bergantung pada laut untuk mencari nafkah,” katanya.

“Kami berharap pemerintah dan pihak penangkaran segera turun tangan. Jangan sampai ada korban jiwa,” harapnya.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Penulis: Luci |Editor: Meizon

Berita Terkait

Gangguan Air Bersih Meluas di Tanjunguma Batam, ABHI: Pompa WTP Sei Ladi Rusak
Kapal Limbah B3 Kandas di Dangas, Komisi III DPRD Batam Desak Tindakan Tegas
Belum Ada Sosialisasi dan Ganti Rugi dari Perusahaan, Satpol PP Kirim SP 2 Penggusuran Warga di MKGR
Dishub Batam Anggarkan Rp 450 Juta Bangun Lima Halte Trans Batam Tahun 2026
Kejari Batam Musnahkan Barang Bukti Ratusan Perkara Berkekuatan Hukum Tetap
Polda Kepri Kawal Pemulangan 133 WNI Deportasi dari Malaysia
Polda DIY Nonaktifkan Sementara Kapolresta Sleman Usai Audit Khusus
Dirut BEI Mundur, Tanggung Jawab atas Gejolak IHSG Dua Hari Beruntun

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:36 WIB

Gangguan Air Bersih Meluas di Tanjunguma Batam, ABHI: Pompa WTP Sei Ladi Rusak

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:55 WIB

Kapal Limbah B3 Kandas di Dangas, Komisi III DPRD Batam Desak Tindakan Tegas

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:38 WIB

Dishub Batam Anggarkan Rp 450 Juta Bangun Lima Halte Trans Batam Tahun 2026

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:57 WIB

Kejari Batam Musnahkan Barang Bukti Ratusan Perkara Berkekuatan Hukum Tetap

Sabtu, 31 Januari 2026 - 09:56 WIB

Polda Kepri Kawal Pemulangan 133 WNI Deportasi dari Malaysia

Berita Terbaru