MATAPEDIA6.com, BATAM — Sebanyak 115 karateka dari tujuh dojo di Kepulauan Riau mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) dan Gashuku Wadokai Karate-Do di Mall Botania 2, Batam Centre, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan ini tidak hanya menguji kemampuan teknik, tetapi juga membentuk kedisiplinan, mental, dan karakter karateka.
Ketua Panitia UKT dan Gashuku Wadokai Kepri, Serpriyandi Sitompul, mengatakan ujian kenaikan tingkat menjadi bagian dari pembinaan berjenjang untuk memastikan setiap kohai menguasai materi latihan sebelum naik ke tingkat sabuk berikutnya.
“Ujian kenaikan tingkat bukan hanya menguji kemampuan fisik. Namun juga sikap, tanggung jawab, dan kesungguhan dalam berlatih,” ujar Serpriyandi di sela kegiatan.
Tim penguji dari Majelis Sabuk Hitam Wadokai Kepri menguji peserta secara bertahap sesuai materi dan tingkatan masing-masing. Sebanyak 14 pelatih turut mendukung kegiatan tersebut untuk menjaga kualitas pembinaan dan penerapan teknik sesuai standar Wadokai.
Selain ujian, panitia menggelar gashuku atau latihan bersama yang dipandu Senpai Hafiz Rifky dan Senpai Muhammad Jihad. Kedua pelatih memberikan pendalaman teknik dasar atau kihon, rangkaian gerakan kata, serta teknik pertarungan kumite.
Hafiz menekankan penguasaan teknik dasar sebagai fondasi bagi karateka untuk mengembangkan kemampuan pada tingkat berikutnya.
“Tanpa kihon yang kuat, kata dan kumite tidak akan maksimal. Gashuku ini kami buat untuk memastikan semua kohai dari dojo berbeda punya standar gerakan yang sama,” kata Hafiz.
Baca juga:Yusril Koto Ditangkap Polisi, Diduga Peras Pengusaha
Menurut dia, latihan bersama antardojo juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperbaiki gerakan dan menyelaraskan pemahaman teknik.
Sementara itu, Muhammad Jihad menyoroti pentingnya ketahanan mental dan solidaritas dalam latihan. Ia berharap para kohai tidak hanya menguasai teknik karate, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai disiplin dan rasa hormat dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin kohai tidak hanya jago teknik, tetapi juga punya daya tahan, rasa hormat, dan solidaritas. Latihan bersama lintas dojo ini membangun semangat persaudaraan,” ujar Jihad.
Serpriyandi mengatakan Wadokai Kepri ingin menjadikan pembinaan rutin sebagai fondasi untuk mencetak karateka yang memiliki kemampuan teknik sekaligus karakter yang kuat.
“Kami ingin melahirkan karateka yang tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga berkarakter, bermental tangguh, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas,” katanya.
Melalui UKT dan gashuku, Wadokai Kepri menargetkan pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Organisasi ini berharap para karateka dapat meningkatkan kemampuan secara bertahap hingga siap bersaing dalam kejuaraan tingkat daerah, nasional, maupun internasional.
Baca juga:MaxOne Batam Tawarkan Free Flow Beer Dua Jam, Harga Mulai Rp190 Ribu
Editor:Zalfirega











