MATAPEDIA6.com, BATAM – Semangat wirausaha di Kota Batam terus digelorakan lewat Gebyar UMKM 2025 yang ditaja Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Batam di Dataran Engku Puteri, Rabu (5/11/2025).
Kegiatan akan berlangsung hingga Sabtu (8/11/2025) dan menghadirkan lebih dari 200 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha.
Dengan mengusung tema “Sinergi, Inovasi, Apresiasi UMKM Menuju UMKM Tangguh dan Mandiri, Siap Bersaing di Era Digital”.
Acara ini menjadi ajang bagi pelaku usaha mikro di Batam untuk berinovasi, berjejaring, sekaligus memperluas pasar.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, ditandai dengan pengguntingan pita dan atraksi membatik di atas kain putih.
Amsakar didampingi Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Sari Amsakar, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, serta Kepala DKUM Batam, Salim dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Suhar.
Baca juga: Batam Siap Guncang Langit! HJB ke-196 Sajikan Atraksi Udara dan Pesta Rakyat Spektakuler
Usai pembukaan, rombongan meninjau area workshop membatik dan ecoprint, serta mengunjungi sejumlah stan bazar UMKM yang memamerkan produk-produk kreatif khas Batam.
Tak hanya bazar, Gebyar UMKM 2025 juga menghadirkan workshop kewirausahaan yang diikuti oleh 150 pelajar dari tujuh SMA/SMK dan empat universitas di Batam.
Mereka mendapat bimbingan langsung dari para pelaku UMKM tentang membatik, pengolahan produk lokal, dan pemasaran digital, agar generasi muda mengenal dunia usaha sejak dini.
Adapun rangkaian acara di meriah dengan berbagai lomba kreatif, di antaranya, Joget Nona Singapura (kategori SD), Tari Persembahan (kategori SMP)
Kreasi SIKUMI (Koperasi dan Usaha Mikro), Fashion Show dan Lomba Minuman Kekinian
Puncak kegiatan pada Sabtu malam akan ditutup dengan penyerahan UMKM Award 2025, meliputi tiga kategori penghargaan UMKM Tangguh, UMKM Inovatif, dan UMKM Digital.
Baca juga: Amsakar Buka Porseni Madrasah Kota Batam
Dalam sambutannya, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan pentingnya keberanian pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan memperkuat daya saing.
“Kami memberikan bantuan modal hingga Rp 20 juta, tapi serapannya masih belum efektif. Coba Pak Salim evaluasi dan cari formula lain agar UMKM Batam benar-benar naik kelas,” kata Amsakar.
Amsakar juga menyoroti lima tantangan utama UMKM di Batam, yaitu tata kelola usaha, permodalan, kualitas SDM, desain kemasan, dan pemasaran.
Menurutnya, persoalan-persoalan tersebut harus diatasi melalui pendampingan dan kolaborasi lintas sektor.
“Di Batam ada sekitar 8.000 UMKM, tapi baru 2.000 yang tersentuh bantuan. Kami akan terus dorong agar lebih banyak UMKM berkembang,” tambahnya.
Amsakar menekankan bahwa kemajuan suatu bangsa dapat diukur dari semangat berprestasi warganya.
“Mari kita tumbuhkan semangat itu. UMKM Batam harus muncul ke permukaan dan menjadi kebanggaan daerah,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala DKUM Batam, Salim, menyampaikan Gebyar UMKM yang dilakukan merupakan bentuk apresiasi Pemko Batam bagi pelaku usaha yang tetap bertahan dan berinovasi di tengah tantangan ekonomi.
“Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi pelaku UMKM agar terus berkembang dan berdaya saing di era digital,”kata Salim.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan generasi muda, Gebyar UMKM 2025 diharapkan menjadi momentum kebangkitan sektor UMKM Batam menuju ekonomi lokal yang tangguh, kreatif, dan mandiri.
Penulis: Luci |Editor: Zalfirega



















