BI Kepri Perkuat Integritas Sistem Pembayaran Lewat Pertemuan Tahunan KUPVA BB dan PJP LR 2024

Jumat, 6 Desember 2024 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bank Indonesia Kepri Suryono saat di acara Pertemuan Tahunan KUPVA BB dan PJP LR 2024. Foto:Dok/Humas BI

Kepala Bank Indonesia Kepri Suryono saat di acara Pertemuan Tahunan KUPVA BB dan PJP LR 2024. Foto:Dok/Humas BI

MATAPEDIA6.com, BATAM– Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau menyelenggarakan Pertemuan Tahunan Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) dan Penyedia Jasa Pembayaran Layanan Remitansi (PJP LR).

Kegiatan ini bertajuk ‘EPSILON : Empowering Payment System Integrity through Illegal Transaction Risk Mitigation’ digelar di kota Batam pada 3 Desember 2024 lalu.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Suryono, mengatakan kegiatan ini upaya untuk memperkuat penerapan prinsip Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT) pada industri KUPVA BB dan PJP LR.

“Pertemuan Tahunan KUPVA BB dan PJP LR Tahun 2024 menjadi wujud implementasi sinergi pengawasan sistem pembayaran yang melibatkan Bank Indonesia, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kepolisian Daerah (Polda) Kepri, serta Bea Cukai Kota Batam,” ujarnya dikutip dalam keterangan, Jumat (6/12/2024).

Tema EPSILON dilatarbelakangi oleh meningkatnya risiko pemanfaatan KUPVA BB dan PJP LR untuk aktivitas ilegal oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Tema ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan awareness berbagai pihak, serta kepatuhan pelaku usaha yang tergabung dalam ekosistem sistem pembayaran Provinsi Kepri.

“Upaya pencegahan pemanfaatan KUPVA BB dan PJP LR di Provinsi Kepri sebagai fasilitas pencucian uang, pendanaan terorisme, dan aktivitas keuangan ilegal dapat lebih efektif,” sebut dia.

Suryono mengingatkan industri untuk berhati-hati dalam transaksi valuta asing dan pentingnya menerapkan prinsip APU-PPT untuk mencegah TPPU dan TPPT.

“Saya berharap semua pihak meningkatkan komitmen menjaga keamanan layanan sistem pembayaran,” imbuhnya.

Menurut dia, pertemuan Tahunan KUPVA BB dan PJP LR Tahun 2024 menjadi momentum penguatan sinergi antara Bank Indonesia, PPATK, Polda Kepri, dan Bea Cukai.

“Provinsi Kepri dapat menjadi role model dalam penerapan sistem pembayaran yang berintegritas dan aman,” sampainya.

Sementara dalam kegiatan itu, menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan PPATK, Fithriadi Muslim; Departemen Surveilans Sistem Pembayaran dan Pelindungan Konsumen (DSPK) Bank Indonesia; Polda Kepri; dan Bea Cukai Batam.

Pada sesi pertama, Deputi PPATK menjelaskan pentingnya kepatuhan APU-PPT dalam kegiatan KUPVA BB dan PJP LR. Narasumber dari DSPK Bank Indonesia memperkuat pemahaman peserta tentang Prinsip Mengenali Pengguna Jasa (PMPJ).

Sedangkan dari Polda Kepri menjelaskan tugas kepolisian terkait sistem pembayaran dan kejahatan keuangan dan begitu juga Bea Cukai Batam memberikan informasi tentang ketentuan pembawaan Uang Kertas Asing.

Pertemuan dilengkapi Edukasi Sistem Pembayaran Interaktif untuk meningkatkan kesadaran industri tentang APU PPT.

[instagram-feed feed=3]

Baca juga:BI Kepri: Pertumbuhan Ekonomi Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Cek berita artikel lainnya di Google News 

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Rp2,44 Triliun RKA BP Batam 2027, Infrastruktur dan Investasi Jadi Fokus
Dari Expo ke Transaksi, BI Kepri Perluas Pasar UMKM Lewat Gebyar Melayu Pesisir 2026
Padi Reborn Tampil di GMP 2026, BI Kepri Bidik Perputaran Ekonomi UMKM
Dari Sampah, Energi hingga Kain Tradisional: Menelusuri Jejak Program Pemberdayaan Pertamina di Batam
Bukan Cuma Industri, Batam Kini Bidik Investasi Kesehatan Berstandar Internasional
STANIA Gandeng Asahi Solder, Timah Indonesia Dibidik Naik Kelas ke Industri Elektronik
Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen, BP Batam Bidik Manufaktur hingga Data Center
BP Batam Tawarkan Proyek Sampah Jadi Energi ke Perusahaan Jepang

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 11:25 WIB

Rp2,44 Triliun RKA BP Batam 2027, Infrastruktur dan Investasi Jadi Fokus

Rabu, 16 September 2026 - 10:42 WIB

Dari Expo ke Transaksi, BI Kepri Perluas Pasar UMKM Lewat Gebyar Melayu Pesisir 2026

Selasa, 15 September 2026 - 15:47 WIB

Padi Reborn Tampil di GMP 2026, BI Kepri Bidik Perputaran Ekonomi UMKM

Senin, 14 September 2026 - 19:50 WIB

Dari Sampah, Energi hingga Kain Tradisional: Menelusuri Jejak Program Pemberdayaan Pertamina di Batam

Minggu, 13 September 2026 - 13:52 WIB

Bukan Cuma Industri, Batam Kini Bidik Investasi Kesehatan Berstandar Internasional

Berita Terbaru