Paspor Gratis dan Waspada TPPO: Imigrasi Bentuk Desa Binaan di Sagulung untuk Perkuat Pengawasan

Rabu, 14 Mei 2025 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Imigrasi Batam sosialisasi TPPO di Dapur 12 Kecamatan Sagulung, Rabu (14/5). Foto:matapedia

Imigrasi Batam sosialisasi TPPO di Dapur 12 Kecamatan Sagulung, Rabu (14/5). Foto:matapedia

MATAPEDIA6.com, BATAM-Upaya Direktorat Jenderal Imigrasi memperkuat pengawasan terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terus digencarkan, salah satunya melalui program pembentukan kelurahan atau desa binaan.

Di Kecamatan Sagulung, Batam, langkah konkret diwujudkan dalam kegiatan Bakti Sosial yang digelar oleh Imigrasi Batam bersama organisasi Puja Kesuma Provinsi Kepulauan Riau, pada Rabu (13/5/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Imigrasi Batam tak hanya menyalurkan 200 paket sembako kepada warga, namun juga memberikan 10 paspor gratis kepada masyarakat Dapur 12, Kelurahan Sei Pelunggut.

Namun lebih dari itu, pesan kuat yang disuarakan dalam kegiatan ini adalah tentang ancaman laten TPPO dan pentingnya peran masyarakat dalam pengawasannya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepri, Ujo Sutojo, secara tegas menyatakan bahwa TPPO bukan lagi hanya menyasar warga dengan latar belakang ekonomi lemah. Modus baru kini menyasar generasi muda yang mahir teknologi dan bahasa, namun lengah oleh bujuk rayu jaringan mafia internasional.

“Mereka dijebak lewat media sosial, diiming-imingi pekerjaan luar negeri yang tampak legal padahal ilegal. Korbannya ratusan, bahkan ada yang sampai menjual ginjal di Kamboja. Jam kerja bisa 17 jam per hari. Ini tidak boleh dibiarkan,” ujar Ujo.

Ia menegaskan, aparat yang terlibat akan ditindak sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan.

“Kami tahu, mafia sudah masuk ke beberapa lini. Siapa yang bermain di area TPPO, siap-siap karena kami serius. Ini bukan main-main. Anak-anak muda jangan jadi korban,” pesan dia kala memberikan sambutan di Aula Kecamatan Sagulung.

“Ini hukum alam: orang pintar bisa dibodohi orang pintar juga. Globalisasi bukan hanya peluang, tapi juga tantangan. Kita harus siaga,” tambah Ujo Sutojo.

Sementara itu, Kepala Imigrasi Kelas I TPI Batam, Hajar Aswad, menjelaskan bahwa Sagulung dipilih karena merupakan kawasan padat penduduk dan berbatasan langsung dengan laut – sebuah kondisi yang rawan dimanfaatkan jaringan perdagangan manusia.

“Kami sudah bentuk enam desa binaan di Sagulung, setelah sebelumnya di Sekupang. Program ini terus kami perluas. Kami ajak masyarakat jadi mata dan telinga negara,” jelas Hajar.

Ia menambahkan, edukasi kepada masyarakat desa akan terus digalakkan, agar mereka bisa mengenali ciri-ciri perekrutan ilegal, dan berani melapor.

Imigrasi Batam bersama organisasi Puja Kesuma Provinsi Kepulauan Riau dan pemko Batam di Sagulung pada Rabu (13/5/2025). Foto:matapedia

“Sudah ribuan orang kami tolak keberangkatannya karena indikasi TPPO. Ini bentuk perlindungan nyata,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Camat Sagulung, Muhammad Hafiz Rozie juga menyampaikan keprihatinannya atas potensi TPPO yang bisa menyusup lewat jalur kelautan. Ia menyoroti pentingnya sistem pelaporan yang jelas dan responsif bagi warga yang mencurigai adanya aktivitas mencurigakan.

“Kami sudah mengeluarkan lebih dari 2.200 kartu kuning dari Januari hingga Mei untuk para pencari kerja. Ini menunjukkan tingginya mobilitas dan semangat kerja anak-anak kita. Tapi jangan sampai salah jalan,” ujar Camat Sagulung.

Strategi Imigrasi: Dari Sembako hingga Edukasi Digital

Bakti sosial ini juga menjadi cara Imigrasi mempererat hubungan dengan masyarakat. Bantuan sembako dan program paspor gratis bukan hanya bantuan formalitas, tapi bagian dari strategi menyentuh masyarakat langsung, mengingatkan bahwa bekerja ke luar negeri ada jalur resminya, bukan lewat iming-iming maya.

Dengan program desa binaan dan sinergi antar lembaga – termasuk organisasi masyarakat dan aparat wilayah – Imigrasi berharap bisa membentuk ekosistem pencegahan yang kuat dan berlapis.

Baca juga: Imigrasi Batam Lakukan Eazy Paspor di Pesantren Abdul Dhohir, Kakanim: Pelayanan yang Kita Kejar Jemput Bola 

Penulis:Rega|Editor:Trio

Berita Terkait

Gangguan Air Bersih Meluas di Tanjunguma Batam, ABHI: Pompa WTP Sei Ladi Rusak
Kapal Limbah B3 Kandas di Dangas, Komisi III DPRD Batam Desak Tindakan Tegas
Belum Ada Sosialisasi dan Ganti Rugi dari Perusahaan, Satpol PP Kirim SP 2 Penggusuran Warga di MKGR
Dishub Batam Anggarkan Rp 450 Juta Bangun Lima Halte Trans Batam Tahun 2026
Kejari Batam Musnahkan Barang Bukti Ratusan Perkara Berkekuatan Hukum Tetap
Polda Kepri Kawal Pemulangan 133 WNI Deportasi dari Malaysia
Polda DIY Nonaktifkan Sementara Kapolresta Sleman Usai Audit Khusus
Dirut BEI Mundur, Tanggung Jawab atas Gejolak IHSG Dua Hari Beruntun

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:36 WIB

Gangguan Air Bersih Meluas di Tanjunguma Batam, ABHI: Pompa WTP Sei Ladi Rusak

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:55 WIB

Kapal Limbah B3 Kandas di Dangas, Komisi III DPRD Batam Desak Tindakan Tegas

Sabtu, 31 Januari 2026 - 22:01 WIB

Belum Ada Sosialisasi dan Ganti Rugi dari Perusahaan, Satpol PP Kirim SP 2 Penggusuran Warga di MKGR

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:38 WIB

Dishub Batam Anggarkan Rp 450 Juta Bangun Lima Halte Trans Batam Tahun 2026

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:57 WIB

Kejari Batam Musnahkan Barang Bukti Ratusan Perkara Berkekuatan Hukum Tetap

Berita Terbaru