MenEkraf Tinjau Cihapit–Braga, Dorong IP Lokal Jabar Naik Kelas hingga Global

Minggu, 4 Januari 2026 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, meninjau salah satu toko IP lokal, Tahilalat, dalam rangkaian peninjauan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 di Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/1/2026). Foto:Humas

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, meninjau salah satu toko IP lokal, Tahilalat, dalam rangkaian peninjauan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 di Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/1/2026). Foto:Humas

MATAPEDIA6.com, BANDUNG— Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya meninjau langsung ruang-ruang ekonomi kreatif di kawasan Braga dan Pasar Cihapit, Kota Bandung, di tengah momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis IP lokal dari daerah.

Teuku Riefky menyebut libur Nataru sebagai momen strategis bagi pelaku ekraf untuk memperkenalkan karya dan kekayaan intelektual lokal kepada publik yang lebih luas.

Menurutnya, ruang kreatif di daerah berfungsi sebagai etalase sekaligus mesin penggerak ekonomi kreatif.

Baca juga:Masjid Tanjak, Ikon Religius di Gerbang Bandara Batam

“Bandung menunjukkan bagaimana ruang kreatif tumbuh organik dan produktif. Dari sinilah IP lokal lahir, diuji pasar, lalu siap naik kelas,” ujar Teuku Riefky di Bandung, dalam keterangannya, Jumat (2/1/2026).

Di kawasan Braga, MenEkraf menyambangi Braga Grey Art dan Tahilalats Store. Di Braga Grey Art, ia berdialog dengan pegiat lintas subsektor yang menyampaikan aspirasi penguatan ekosistem ekraf.

Teuku Riefky menegaskan peran Kementerian Ekraf sebagai akselerator dan enabler melalui kolaborasi hexahelix antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, media, dan lembaga keuangan.

“Strateginya tegas. Local hero kita dorong menembus pasar nasional, dan yang sudah kuat secara nasional kita akselerasi ke pasar global,” katanya.

Di Tahilalats Store, MenEkraf menyoroti keberhasilan IP lokal yang berevolusi dari platform digital ke ruang ritel fisik. Model ini, menurutnya, memperluas interaksi dengan konsumen sekaligus meningkatkan nilai ekonomi IP kreatif.

“IP lokal tidak cukup viral. Ia harus berkelanjutan dan bernilai ekonomi,” tegasnya.

Kunjungan berlanjut ke Pasar Cihapit yang dinilai memiliki peran strategis dalam rantai nilai ekonomi kreatif. Sejumlah pelaku kuliner seperti Batagor Kahuripan, Toko Kopi Pasar Cihapit dan Cerita Manis memanfaatkan libur awal tahun untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Teuku Riefky menegaskan pasar kuliner menjadi titik krusial perputaran ekonomi kreatif karena menghadirkan transaksi langsung, konsumsi produk lokal, dan daya tarik wisata kota dalam satu ruang.

Selain kuliner, MenEkraf juga meninjau subsektor fesyen dan ritel kreatif di kawasan Cihapit. Kehadiran Damakara sebagai jenama fesyen lokal serta Grammars sebagai ruang ritel kurasi fesyen dan gaya hidup mencerminkan keberagaman produk kreatif dalam satu ekosistem pasar.

Menurut Teuku Riefky, konsentrasi berbagai subsektor dalam satu kawasan memperkuat ekosistem ekraf sekaligus meningkatkan daya tarik pengunjung.

Aktivitas pasar ekraf selama Nataru juga sejalan dengan fokus Asta Ekraf, terutama optimalisasi pasar sebagai simpul pertumbuhan UMKM kreatif.

“Dari pasar-pasar seperti inilah ekonomi kreatif tumbuh menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, MenEkraf didampingi Deputi Bidang Pengembangan Strategis Cecep Rukendi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan, serta jajaran Kementerian Ekraf dan Disbudpar Jabar.

Baca juga:HAB ke-80 Kemenag di Batam, Amsakar Dorong Kerukunan Umat dan Literasi Teknologi

 

Editor:Miezon

 

Berita Terkait

MaxOne Batam Bidik Pasar Weekday, Tawarkan Staycation 24 Jam Mulai Rp718 Ribu
Panbil Bidik Pasar MICE Singapura-Malaysia Lewat Tiarma Convention Center
Liburan Keluarga di HARRIS Barelang Batam Mulai Rp980 Ribu, Promo Berakhir September
45 Tahun Santika Indonesia, Hotel Santika Batam Hadirkan Promo Diskon hingga 45 Persen
Pariwisata Lingga Dipercepat Lewat Digitalisasi dan Penguatan UMKM
Wyndham Panbil Batam Masuk Daftar Hotel Premium Terbaik Batam Versi Trip.com
Kenduri Seni Melayu Batam 2026 Resmi Dibuka, Kembali Masuk Kharisma Event Nusantara
Wyndham Panbil Batam Hadirkan Garden Bar dan SA HANG Restaurant sebagai Destinasi Kuliner Baru

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 15:16 WIB

MaxOne Batam Bidik Pasar Weekday, Tawarkan Staycation 24 Jam Mulai Rp718 Ribu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Panbil Bidik Pasar MICE Singapura-Malaysia Lewat Tiarma Convention Center

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Liburan Keluarga di HARRIS Barelang Batam Mulai Rp980 Ribu, Promo Berakhir September

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:38 WIB

45 Tahun Santika Indonesia, Hotel Santika Batam Hadirkan Promo Diskon hingga 45 Persen

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:08 WIB

Pariwisata Lingga Dipercepat Lewat Digitalisasi dan Penguatan UMKM

Berita Terbaru