MATAPEDIA6.com, BATAM – Wali Kota Batam Amsakar Achmad tegaskan perencanaan pembangunan harus dimulai dari tingkat paling bawah, yakni kelurahan.
Amsakar mengingatkan masyarakat keterbatasan anggaran membuat tidak seluruh usulan pembangunan dapat diakomodir oleh pemerintah daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Amsakar saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Sungai Pelunggut Tahun 2026, yang digelar di GOR Bulu Tangkis RT 003 RW 011, Kavling Bukit Kamboja, Minggu (11/1/2026).
Dalam arahannya, Amsakar menekankan Musrenbang bukan sekadar forum menyampaikan aspirasi, melainkan bagian penting dari sistem perencanaan pembangunan yang resmi, terstruktur, dan berjenjang.
“Musrenbang ini menjadi pintu awal untuk menentukan arah pembangunan. Semua usulan harus melalui proses penyaringan dan penentuan skala prioritas, mulai dari pra-musrenbang, musrenbang kelurahan, kecamatan, hingga tingkat kota,” ujar Amsakar.
Baca juga: Amsakar–Li Claudia Salurkan Bantuan Rp4,8 Miliar untuk Aceh, Diterima Langsung Wagub Fadhlullah
Amsakar menjelaskan, usulan yang dibahas di tingkat kelurahan harus sudah diprioritaskan sebelum naik ke musrenbang kecamatan.
Dia menjelaskan seluruh usulan akan diselaraskan dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pokok-pokok pikiran DPRD, kebijakan pembangunan daerah, serta visi dan misi kepemimpinan Amsakar–Li Claudia.
Amsakar juga memaparkan kondisi fiskal Pemerintah Kota Batam. Menurutnya, apabila seluruh usulan pembangunan digabungkan, total kebutuhan anggaran dapat mencapai sekitar Rp9 triliun, sementara kemampuan APBD Batam saat ini hanya berada di kisaran Rp4,27 triliun.
“Kondisi ini menuntut kita semua untuk bijak dalam menentukan prioritas. Tidak semua usulan bisa kita akomodir. Yang harus didahulukan adalah program yang memberikan manfaat paling besar dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Amsakar menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas partisipasi aktif dalam Musrenbang.
Dalam kesempatan itu Amsakar juga menegaskan keterlibatan warga menjadi kunci utama agar pembangunan yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Polsek Belakang Padang Bongkar Penempatan PMI Ilegal, Dua Pelaku Ditangkap
“Dengan partisipasi aktif masyarakat, kita pastikan pembangunan Batam semakin tepat sasaran dan berkelanjutan,” kata Amsakar.
Penulis: Luci |Editor: Zalfirega



















