Benchmark Tata Kelola Air dan Resiliensi Infrastruktur, Kepala BP Batam Terima Kunjungan Bupati Batu Bara

Kamis, 22 Januari 2026 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BP Batam Amsakar Achmad baju putih dan Bupati Batu Bara. Foto:Humas BP

Kepala BP Batam Amsakar Achmad baju putih dan Bupati Batu Bara. Foto:Humas BP

MATAPEDIA6.com, BATAM — Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad menerima kunjungan kerja Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian, Rabu (21/1/2026), untuk membahas transformasi infrastruktur air bersih dan penguatan ekosistem investasi. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 8, Gedung Annex BP Batam.

Di sela agenda Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), kedua pihak menjadikan Batam sebagai rujukan pengembangan kawasan industri dan pelayanan dasar di Kabupaten Batu Bara. Fokus diskusi mencakup tata kelola air, konektivitas logistik, hingga model investasi berkelanjutan.

Amsakar memaparkan perjalanan Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) yang kini menunjukkan lompatan ekonomi signifikan. Ia menegaskan, sinergi BP Batam dan Pemerintah Kota Batam menjadi motor utama percepatan pembangunan dan investasi.

“Realisasi investasi Batam mencapai Rp68,9 triliun atau 115 persen dari target Rp60 triliun. Seiring itu, angka kemiskinan dan pengangguran terus menurun,” ujar Amsakar.

Dalam pengelolaan air bersih, BP Batam berperan sebagai regulator sekaligus eksekutor melalui kemitraan strategis dengan pihak swasta.

Model integratif ini, kata Amsakar, mampu meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekaligus menjaga ketahanan infrastruktur air bagi sekitar 1,3 juta penduduk Batam.

“Pada 2026, kami menargetkan distribusi air di wilayah stress area dapat tertangani secara menyeluruh,” tegasnya.

Baca juga:Remaja di Batam Ditangkap Polisi Terungkap Curi Motor 15 Kali, Aksinya Berakhir di Polsek Sekupang

Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian mengapresiasi capaian Batam dan menilai kota industri tersebut layak menjadi benchmark pengembangan wilayahnya.

Ia tertarik mereplikasi skema pengelolaan air bersih, penguatan kawasan industri, serta optimalisasi pelabuhan dan konektivitas logistik.

“Perubahan Batam sangat luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Kami ingin belajar langsung dan melihat peluang kerja sama, khususnya di kawasan industri, pelabuhan, dan pengelolaan air,” kata Baharuddin.

Kabupaten Batu Bara yang berada di pesisir timur Sumatera Utara memiliki potensi besar di sektor industri pengolahan aluminium dan oleokimia, pertanian, kehutanan, perikanan, serta perdagangan. Potensi tersebut mendorong kebutuhan konektivitas logistik yang lebih efisien.

Dalam diskusi lanjutan, Baharuddin berharap terbentuk jalur distribusi bahan pokok dan arus barang yang terkoneksi langsung antara pelabuhan di Batu Bara dan pelabuhan internasional di Batam.

Ia menilai infrastruktur Batam, dengan lima pelabuhan penumpang dan tiga pelabuhan kargo, menjadi tulang punggung penting ekosistem logistik dan investasi KPBPB.

Pertemuan ini turut dihadiri Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Fary Djemy Francis, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum Ariastuty Sirait, Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan Sudirman Saad, serta jajaran pimpinan SPAM BP Batam.

Kedua pihak menutup pertemuan dengan komitmen menjajaki kerja sama lanjutan, khususnya dalam skema kemitraan pelayanan air bersih di Batu Bara dan pengelolaan kawasan industri untuk meningkatkan daya tarik investasi di masing-masing daerah.

Baca juga:Investasi Batam Tumbuh 15 Persen, BPS Catat Angka Kemiskinan Naik 5,58 Persen

 

Berita Terkait

Kabut Asap Masih Terlihat di Batam
Bea Cukai Batam Gagalkan Pengiriman 11,3 Kg Bubuk Emas ke Singapura, Nilainya Rp 29,23 Miliar
AMSI Kepri Apresiasi Amsakar, BP Batam Perkuat Sinergi dengan Media
Beasiswa Penuh untuk 180 Pelajar, SMA Kemala Taruna Bhayangkara Buka Pendaftaran 2027/2028
Krisis Air Batam Meluas, Warga Keluhkan Air Mati Berhari-hari dan Tarif Naik
Ngaji Kebangsaan, Kapolri Tekankan Sinergi Ulama dan Polri Jaga Persatuan
Dari Rak Gebyar Melayu Pesisir Mart hingga Panggung Nasional: Cerita di Balik Geliat UMKM Kepri
Fesmed Selat Malaka AJI 2026 di Batam Bahas Kebebasan Pers dan Isu Publik Asia Tenggara

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 21:33 WIB

Kabut Asap Masih Terlihat di Batam

Senin, 28 September 2026 - 17:31 WIB

Bea Cukai Batam Gagalkan Pengiriman 11,3 Kg Bubuk Emas ke Singapura, Nilainya Rp 29,23 Miliar

Senin, 28 September 2026 - 15:57 WIB

AMSI Kepri Apresiasi Amsakar, BP Batam Perkuat Sinergi dengan Media

Senin, 28 September 2026 - 14:18 WIB

Beasiswa Penuh untuk 180 Pelajar, SMA Kemala Taruna Bhayangkara Buka Pendaftaran 2027/2028

Minggu, 27 September 2026 - 17:41 WIB

Krisis Air Batam Meluas, Warga Keluhkan Air Mati Berhari-hari dan Tarif Naik

Berita Terbaru

Kabut asap masih terlihat di sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman Kota Batam pada Senin (28/9/2026). Foto:El/matapedia

News

Kabut Asap Masih Terlihat di Batam

Senin, 28 Sep 2026 - 21:33 WIB