Dewi Meninggal Usai Operasi Ambeien di RS Awal Bros, Keluarga Pertanyakan Penanganan Medis

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keluarga saat menunggu hasi otopsi almarhum Dewi di RS Bhayangkara. Foto:Nikson/matapedia

Keluarga saat menunggu hasi otopsi almarhum Dewi di RS Bhayangkara. Foto:Nikson/matapedia

59 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM— Dewi Sartika Sitinjak (24) datang ke Rumah Sakit Awal Bros Botania, Batam, untuk menjalani operasi ambeien yang telah dijadwalkan. Kondisinya saat itu sehat.

Beberapa hari setelah operasi, perempuan yang dikenal pekerja keras itu tiba-tiba muntah dan kejang setelah mendapat sejumlah suntikan obat. Kondisinya kemudian terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada Senin (10/8/2026).

Kematian Dewi kini menyisakan pertanyaan bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya. Mereka ingin mengetahui apa yang terjadi setelah operasi hingga kondisi Dewi mendadak berubah.

Senin malam, keluarga besar marga Sitinjak, kerabat satu kampung dari Pulau Samosir, serta rekan kerja Dewi berkumpul di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Riau, Batam.

Mereka menunggu proses pemeriksaan terhadap jenazah Dewi di sekitar Instalasi Forensik dan kantin rumah sakit.

Ando Samosir, kekasih Dewi, mengisahkan rangkaian peristiwa yang terjadi setelah operasi.

Dewi masuk ke Rumah Sakit Awal Bros Botania pada Senin (27/7/2026). Operasi ambeien berlangsung pada Selasa (28/7/2026) malam.

Menurut Ando, kondisi Dewi sehari setelah operasi masih baik. Pada Rabu (29/7/2026), Dewi disebut dalam keadaan sadar dan dapat berkomunikasi.

“Setelah operasi selesai, Rabu (29/7/2026), kondisinya sehat dan sadar,” kata Ando saat ditemui wartawan, Senin (10/8/2026).

Namun, kondisi itu berubah setelah seorang perawat memberikan tiga kali suntikan obat. Dua suntikan masuk melalui tangan, sementara satu lainnya melalui infus, berdasarkan keterangan Ando.

Pada suntikan pertama, Dewi mengeluhkan tubuhnya terasa panas dan dadanya berdebar.

Baca juga:Batam Grassroot Football Festival 2026 Berakhir, 4 Tim Terbaik Melaju ke Putaran Internasional

Ando mengatakan Dewi sempat menyampaikan keluhan tersebut kepada perawat. Namun, keluhan itu disebut sebagai reaksi yang biasa terjadi akibat obat.

“Setelah suntikan pertama, korban sudah menyampaikan kepada perawat bahwa badannya panas dan dadanya berdebar. Perawat menyampaikan itu reaksi obat,” ujar Ando.

Perawat kemudian memberikan suntikan berikutnya. Tak lama setelah perawat meninggalkan ruangan, kondisi Dewi mendadak berubah. Ia muntah dan mengalami kejang.

“Korban langsung muntah dan kejang-kejang. Tangannya bahkan menarik kuat seprai tempat tidur. Saya kemudian menekan bel untuk memanggil perawat,” tutur Ando.

Setelah itu, sejumlah tenaga medis datang ke ruangan. Ando memperkirakan sekitar tujuh orang, termasuk seorang dokter, melakukan pertolongan menggunakan pompa manual.

Sejak kejadian tersebut, Dewi tidak lagi sadarkan diri. Perawatan berlanjut hingga akhirnya Dewi meninggal dunia pada Senin (10/8/2026).

“Sejak saat itu korban tidak sadarkan diri hingga akhirnya meninggal, Senin, 10 Agustus 2026,” kata Ando.

Keluarga Menunggu Jawaban

Kematian Dewi membuat keluarga mempertanyakan penyebab kondisi pasien yang awalnya disebut sehat setelah operasi, tetapi kemudian mengalami muntah dan kejang.

Keluarga juga memperoleh informasi mengenai hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan sejumlah parameter fungsi ginjal berada di luar batas normal. Parameter yang disebut antara lain ureum, kreatinin, dan laju filtrasi glomerulus atau GFR.

Namun, hasil laboratorium tersebut belum cukup untuk menyimpulkan penyebab kematian Dewi. Data itu juga tidak dapat menjadi dasar untuk menyatakan telah terjadi malapraktik.

Penyebab kematian membutuhkan penilaian medis secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan forensik dan keterangan dari pihak medis yang menangani Dewi.

Keluarga kini berharap proses pemeriksaan berjalan transparan. Mereka ingin mengetahui secara jelas apa yang terjadi sejak Dewi menjalani operasi hingga mengalami kondisi kritis dan akhirnya meninggal.

Anak Tunggal yang Menyimpan Banyak Rencana

Di tengah proses menunggu kepastian penyebab kematian, keluarga harus menghadapi kehilangan seorang anak tunggal.

Dewi merupakan anak satu-satunya bagi kedua orangtuanya. Kabar kematiannya pun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Sitinjak.

Bagi rekan kerja, Dewi bukan hanya perempuan berusia 24 tahun. Ia dikenal sebagai sosok pekerja keras.

Hampir lima tahun terakhir, Dewi bekerja di PT Schneider di kawasan Muka Kuning, Batam.

Di sela pekerjaan, Dewi juga menempuh pendidikan di Universitas Terbuka. Ia bahkan telah memiliki rencana untuk mengikuti wisuda pada Februari 2027.

Rencana itu kini berhenti di tengah jalan.

Keluarga dan rekan-rekan Dewi berharap rangkaian peristiwa yang terjadi setelah operasi dapat diperiksa secara terang. Bagi mereka, kepastian mengenai apa yang membuat kondisi Dewi tiba-tiba memburuk menjadi jawaban yang penting bagi keluarga yang ditinggalkan.

Hingga berita ini ditulis, keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kematian Dewi.

Media ini masih berupaya meminta konfirmasi dari manajemen Rumah Sakit Awal Bros Botania kronologi perawatan Dewi, pemberian obat setelah operasi, serta penyebab medis yang membuat kondisi pasien memburuk hingga meninggal dunia.

 

Baca  juga:Batam Grassroot Football Festival 2026 Berakhir, 4 Tim Terbaik Melaju ke Putaran Internasional

Penulis:Nik|Editor:Zalfirega

 

Berita Terkait

Dari Rak Gebyar Melayu Pesisir Mart hingga Panggung Nasional: Cerita di Balik Geliat UMKM Kepri
Fesmed Selat Malaka AJI 2026 di Batam Bahas Kebebasan Pers dan Isu Publik Asia Tenggara
Polisi Tangkap Pria yang Acungkan Parang ke Tukang Parkir di Nagoya Saat Nongkrong di Kafe
Lapas Cipinang Percepat Penataan Hunian untuk Mendukung Pembinaan Keagamaan Warga Binaan
506 Ribu Batang Rokok Ilegal Digagalkan Bea Cukai Batam, 2 Speedboat Disita di Perairan Pulau Bulan
Perselisihan Parkir Mobil di Ruko Kavling Baru Sagulung Sempat Viral, Dua Pihak Berdamai
Polisi Bongkar Pembuatan 15 SIM C Palsu di Batam, Tarif Rp600 Ribu
Lahan 5,4 Hektare di Batam Dipersoalkan, Ahli Waris Daking Tuntut Kompensasi dari Dua Perusahaan

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:55 WIB

Dari Rak Gebyar Melayu Pesisir Mart hingga Panggung Nasional: Cerita di Balik Geliat UMKM Kepri

Sabtu, 26 September 2026 - 19:05 WIB

Fesmed Selat Malaka AJI 2026 di Batam Bahas Kebebasan Pers dan Isu Publik Asia Tenggara

Sabtu, 26 September 2026 - 13:08 WIB

Polisi Tangkap Pria yang Acungkan Parang ke Tukang Parkir di Nagoya Saat Nongkrong di Kafe

Sabtu, 26 September 2026 - 12:06 WIB

Lapas Cipinang Percepat Penataan Hunian untuk Mendukung Pembinaan Keagamaan Warga Binaan

Jumat, 25 September 2026 - 19:01 WIB

Perselisihan Parkir Mobil di Ruko Kavling Baru Sagulung Sempat Viral, Dua Pihak Berdamai

Berita Terbaru