MATAPEDIA6.com, BATAM — Tim putra dan putri Indonesia sama-sama menyabet medali emas SEABA U17 3×3 Championship 2026 di Batam. Tampil di hadapan publik sendiri di HI-Test Arena, Minggu (20/9/2026).
Kedua tim Merah Putih menaklukkan lawan masing-masing pada partai final. Tim putri mengalahkan Thailand 21-8, sedangkan tim putra menundukkan Malaysia 20-11.
Keberhasilan tersebut memastikan Indonesia mengawinkan gelar juara putra dan putri dalam kejuaraan basket 3×3 kelompok umur U17 Asia Tenggara yang berlangsung pada 19–20 September 2026.
Tim putri Indonesia lebih dahulu memastikan gelar juara. Bermain agresif sejak awal, skuad Merah Putih mampu mengontrol jalannya pertandingan dan mematahkan perlawanan Thailand dengan kemenangan telak 21-8.
Permainan cepat, pergerakan tanpa bola, serta koordinasi antarpemain membuat Indonesia mampu menjaga tekanan sepanjang pertandingan.
Thailand kesulitan menemukan celah untuk mengembangkan permainan hingga laga berakhir.
Keberhasilan tersebut kemudian dilengkapi tim putra Indonesia. Mengandalkan tempo permainan tinggi, serangan akurat, dan pertahanan disiplin, Indonesia menundukkan Malaysia dengan skor 20-11.
Dua kemenangan itu memastikan Indonesia menjadi juara di dua kategori sekaligus. Prestasi tersebut juga memenuhi target yang ditetapkan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) dalam kejuaraan internasional di Batam.
Atmosfer pertandingan final berlangsung meriah. Dukungan suporter dari berbagai sudut arena menjadi energi tambahan bagi para pemain Indonesia.
Yel-yel penonton berpadu dengan musik khas pertandingan basket sehingga menciptakan suasana final yang kompetitif.
Baca juga:SEABA U17 3×3 2026 Dimulai di Batam, Indonesia Bidik Gelar Juara Putra-Putri
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Perbasi, Rezki Wirmandi, mengatakan keberhasilan Indonesia di Batam memenuhi dua target yang telah ditetapkan, yakni sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi.
“Dua target kami dari Perbasi, pertama sukses penyelenggaraan. Alhamdulillah kita telah menyelesaikan semua agenda SEABA U17 Championship,” kata Rezki seusai pertandingan final di HI-Test Arena Batam kepada wartawan Minggu (20/9/2026) malam.
Menurut dia, target kedua berupa prestasi juga berhasil diwujudkan setelah tim putra dan putri Indonesia sama-sama meraih medali emas.
“Yang kedua sukses prestasi, dan alhamdulillah kita telah mengawinkan emas juara putra dan putri. Itu hasil dari kerja keras pelatih, manajer, ofisial, dan semua tim yang terlibat,” ujarnya.
Rezki memberikan apresiasi kepada seluruh pemain, pelatih, dan tim pendukung yang berkontribusi dalam keberhasilan tersebut.
Ia berharap prestasi di Batam menjadi modal bagi pembinaan pemain muda Indonesia pada kelompok umur berikutnya.
“Saya mengucapkan selamat kepada semua pemain, pelatih, dan tim. Apa yang dicapai hari ini semoga menjadi acuan untuk kelompok umur yang akan datang,” katanya.
Menurut Rezki, Perbasi selanjutnya akan memberikan perhatian lebih besar terhadap pembinaan atlet junior, termasuk kelompok umur U17 dan agenda kompetisi SEABA berikutnya.
“Setelah ini mungkin agenda Perbasi fokus ke junior. Artinya tentu dari KU-17. Mungkin ada agenda SEABA yang akan kita serius membuat tim,” ujarnya.
Keberhasilan penyelenggaraan SEABA U17 3×3 Championship 2026 juga mendapat apresiasi dari Ketua Perbasi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Suhadi. Ia menilai turnamen internasional tersebut menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga basket di Batam dan Kepulauan Riau.
“Saya apresiasi dengan baik kejuaraan SEABA 3×3 U17 Championship ini. Ini yang kedua kalinya tahun ini kejuaraan internasional dilaksanakan di Batam,” kata Suhadi di lokasi yang sama.
Menurut Politikus NasDem itu, penyelenggaraan kompetisi internasional perlu diikuti dengan peningkatan kompetisi lokal. Turnamen 3×3 dinilai dapat menjadi salah satu sarana untuk memperluas partisipasi masyarakat sekaligus menemukan bibit-bibit pemain baru.
“Saya berharap mudah-mudahan tahun depan kita akan meningkatkan lebih banyak lagi animo yang lokal. Pertandingan-pertandingan lokal akan kita standarkan,” ujarnya.
Suhadi juga melihat Batam memiliki peluang untuk berkembang menjadi salah satu pusat penyelenggaraan olahraga di kawasan Sumatera. Namun, pengembangan tersebut membutuhkan dukungan pemerintah daerah.
“Saya berharap kalau pemerintah provinsi maupun Kota Batam mendukung kegiatan seperti ini, saya pikir Batam akan menjadi barometer khususnya di Sumatera, menjadi sentral untuk kejuaraan-kejuaraan, bukan hanya basket tetapi kalau bisa cabang olahraga lain,” katanya.
Sementara, Ketua Perbasi Kota Batam, Junico, mengatakan kesuksesan SEABA U17 3×3 Championship 2026 turut menunjukkan besarnya potensi olahraga basket di Kota Batam.
Saat ini, kata dia, terdapat 15 klub basket aktif dan tujuh akademi yang menjalankan pembinaan FIBA 3×3 di Batam.
“Animo basket khususnya di Kota Batam sangat-sangat tinggi,” kata Junico.
Ia mengatakan ketersediaan fasilitas turut mendukung pertumbuhan olahraga basket. Saat ini terdapat sekitar lima hingga enam lapangan yang dinilai cukup memenuhi standar dan aktif digunakan klub serta akademi.
“Setiap weekend itu full, diisi oleh klub-klub dan akademi-akademi yang ada. Lima belas klub itu cukup banyak dalam satu kota,” ujarnya.
Kompetisi lokal juga akan kembali diperkuat. Junico menyebut turnamen 3×3 putra dan putri dijadwalkan kembali digelar pada bulan berikutnya setelah sempat vakum selama sekitar lima tahun.
Pada klasemen akhir SEABA U17 3×3 Championship 2026, Indonesia menjadi juara kategori putra, disusul Malaysia sebagai runner-up dan Singapura di posisi ketiga.
Sementara pada kategori putri, Indonesia meraih medali emas setelah mengalahkan Thailand. Vietnam menempati posisi ketiga.
Keberhasilan tim putra dan putri Indonesia menyabet emas di Batam tidak hanya mencatat prestasi di level Asia Tenggara.
Turnamen tersebut juga menjadi ruang pembuktian perkembangan pembinaan basket usia muda sekaligus memperlihatkan besarnya potensi olahraga basket di Batam.
Dukungan suporter, keberadaan klub dan akademi, serta kompetisi lokal yang mulai kembali digerakkan menjadi bagian penting dari ekosistem pembinaan atlet muda.
SEABA U17 3×3 Championship 2026 pun meninggalkan catatan bahwa Batam tidak hanya menjadi tuan rumah kompetisi internasional, tetapi juga memiliki ekosistem basket yang dapat terus dikembangkan untuk melahirkan talenta-talenta muda berprestasi.
Baca juga:Batam Jadi Panggung Basket Asia Tenggara, SEABA U17 3×3 Championship 2026 Hadirkan Enam Negara
Editor:Zalfirega











