145 TKA Diperiksa Imigrasi di KEK Tanjung Sauh, 1.800 Pekerja Lokal Tercatat

Selasa, 29 September 2026 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Batam melakukan pemeriksaan terhadap tenaga kerja asing (TKA) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, Batam, Rabu (16/9/2026). Foto:Dok. Panbil Group

Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Batam melakukan pemeriksaan terhadap tenaga kerja asing (TKA) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, Batam, Rabu (16/9/2026). Foto:Dok. Panbil Group

66 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM -Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Batam melakukan pemeriksaan terhadap tenaga kerja asing (TKA) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, Batam, Rabu (16/9/2026).

Pengawasan tersebut menyasar kepatuhan administrasi keimigrasian sekaligus memastikan penggunaan TKA di kawasan industri berjalan sesuai ketentuan.

Tim melakukan pemeriksaan di sejumlah area, mulai dari lokasi kerja hingga fasilitas hunian pekerja.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh TKA yang berada di KEK Tanjung Sauh memiliki dokumen keimigrasian dan dokumen pendukung yang lengkap.

Pengawasan itu menjadi bagian dari pemeriksaan rutin Imigrasi Batam terhadap keberadaan dan aktivitas tenaga kerja asing di wilayah tersebut.

Dalam pemeriksaan, tim Inteldakim didampingi Manajer HSE PT Batamraya Sukses Perkasa (BSP), Johnn Sinaga, yang mewakili Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Tanjung Sauh.

Baca juga:Pertamina dan Kodam I/Bukit Barisan Perkuat Koordinasi Distribusi Energi di Sumatera Utara

Selain Imigrasi, pengawasan terhadap kawasan tersebut sebelumnya dilakukan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepulauan Riau melalui inspeksi mendadak pada 5 Februari 2026.

Di tengah aktivitas tenaga kerja asing di kawasan industri tersebut, pengelola KEK Tanjung Sauh mencatat jumlah pekerja lokal mencapai sekitar 1.800 orang. Sementara itu, tenaga kerja asing yang bekerja di kawasan tersebut berjumlah 145 orang.

Data tersebut menjadi bagian dari penjelasan manajemen mengenai komposisi tenaga kerja di KEK Tanjung Sauh.

Manajemen PT BSP juga menyatakan penggunaan TKA diarahkan untuk memenuhi kebutuhan teknis tertentu. Kehadiran mereka disebut bersifat sementara dan nantinya diharapkan dapat mendukung proses alih teknologi kepada tenaga kerja lokal.

Program alih teknologi tersebut menjadi salah satu upaya pengelola untuk meningkatkan kapasitas pekerja lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tenaga ahli asing untuk kebutuhan tertentu.

John Sinaga mengatakan perusahaan tetap memprioritaskan tenaga kerja lokal dan masyarakat di sekitar wilayah proyek Tanjung Sauh.

“Kami terus berkomitmen untuk memprioritaskan penggunaan tenaga kerja lokal dan masyarakat di sekitar wilayah proyek Tanjung Sau. Implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta pemenuhan norma ketenagakerjaan adalah prioritas utama kami dalam setiap tahap pembangunan,” ujar John dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).

Kantor Imigrasi Batam mendorong pengelola KEK Tanjung Sauh menjaga koordinasi dan komunikasi secara aktif.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan keberadaan serta aktivitas TKA tetap memenuhi ketentuan keimigrasian.

Bagi pengelola kawasan, pengawasan pemerintah juga dipandang sebagai bagian dari pembinaan untuk menjaga kepatuhan sekaligus mendukung iklim investasi.

PT BSP menyatakan terbuka terhadap pembinaan dan pengawasan rutin pemerintah, termasuk dalam aspek keimigrasian dan ketenagakerjaan.

Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara berkala, pengelola KEK Tanjung Sauh menegaskan komitmennya menjaga kepatuhan regulasi sekaligus memperkuat peran tenaga kerja lokal dalam pembangunan kawasan industri.

 

Baca juga:Bea Cukai Batam Gagalkan Pengiriman 11,3 Kg Bubuk Emas ke Singapura, Nilainya Rp 29,23 Miliar

Editor:Zalfirega

 

Berita Terkait

Pertamina dan Kodam I/Bukit Barisan Perkuat Koordinasi Distribusi Energi di Sumatera Utara
Kabut Asap Masih Terlihat di Batam
Bea Cukai Batam Gagalkan Pengiriman 11,3 Kg Bubuk Emas ke Singapura, Nilainya Rp 29,23 Miliar
AMSI Kepri Apresiasi Amsakar, BP Batam Perkuat Sinergi dengan Media
Beasiswa Penuh untuk 180 Pelajar, SMA Kemala Taruna Bhayangkara Buka Pendaftaran 2027/2028
Krisis Air Batam Meluas, Warga Keluhkan Air Mati Berhari-hari dan Tarif Naik
Ngaji Kebangsaan, Kapolri Tekankan Sinergi Ulama dan Polri Jaga Persatuan
Dari Rak Gebyar Melayu Pesisir Mart hingga Panggung Nasional: Cerita di Balik Geliat UMKM Kepri

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 14:47 WIB

145 TKA Diperiksa Imigrasi di KEK Tanjung Sauh, 1.800 Pekerja Lokal Tercatat

Selasa, 29 September 2026 - 11:51 WIB

Pertamina dan Kodam I/Bukit Barisan Perkuat Koordinasi Distribusi Energi di Sumatera Utara

Senin, 28 September 2026 - 21:33 WIB

Kabut Asap Masih Terlihat di Batam

Senin, 28 September 2026 - 17:31 WIB

Bea Cukai Batam Gagalkan Pengiriman 11,3 Kg Bubuk Emas ke Singapura, Nilainya Rp 29,23 Miliar

Senin, 28 September 2026 - 15:57 WIB

AMSI Kepri Apresiasi Amsakar, BP Batam Perkuat Sinergi dengan Media

Berita Terbaru

Kabut asap masih terlihat di sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman Kota Batam pada Senin (28/9/2026). Foto:El/matapedia

News

Kabut Asap Masih Terlihat di Batam

Senin, 28 Sep 2026 - 21:33 WIB