Warga Kampung Dragon Kabil Minta Pertamina Data Ulang dan Terbuka 

Selasa, 25 Juni 2024 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan warga di Kampung Dragon Kabil yang terdampak rencana penggusuran oleh pihak Pertamina yang belum mendapat ganti rugi atas rumah dan kandang ternak mereka, Kamis (7/6/2024) Matapedia6.com/ Luci.

Puluhan warga di Kampung Dragon Kabil yang terdampak rencana penggusuran oleh pihak Pertamina yang belum mendapat ganti rugi atas rumah dan kandang ternak mereka, Kamis (7/6/2024) Matapedia6.com/ Luci.

MATAPEDIA6.com, BATAM– Warga Kampung Dragon Kabil Batam minta Pertamina mendata ulang rencana penggusuran rumah kebun dan ternak yang akan dilakukan.

Hal itu diungkapkan oleh kuasa hukum warga Kampung Dragon Kabil Batam Adv Repiton Manao pada wartawan, Senin (24/6/2024).

“Kami minta Pertamina dapat mendata kembali dan transparan,” pinta dia.

Manao menyebut 70 KK yang belum menerima sagu hati dari Pertamina. Ia meminta Pertamina kembali buka data karena terhadap penambahan dari 200 menjadi 300 KK.

“Saya dapat informasi ternyata data yang sudah masuk dan dibayar Pertamina sekitar 300 KK, padahal warga di Kampung Dragon sekitar 200 KK,” sebut dia.

Ia berharap pemerintah khususnya Direktorat pengamanan (Ditpam) Batam mengawasi proses pendataan ulang dengan secara ketat.

“Saya harap ini menjadi atensi pemerintah,” harap dia.

Terpisah, Area Manager Communication & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Susanto August Satria mengeklaim bahwa tidak pernah mendata warga.

“Hingga keterangan ini di sampaikan PT Pertamina Patra Niaga – IT Kabil tidak pernah mendata warga dalam bentuk apapun, karena itu bukan kewenangan kami,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (25/6/2024).

Ia menegaskan lahan yang digunakan untuk kegiatan Operasional PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Kabil dengan status sewa.

“Merupakan lahan dengan Status Sewa Lahan ke BP Batam selaku pemegang kuasa HGB,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan warga menyesalkan rencana penggusuran tersebut karena pendataan yang dilakukan oleh pihak Ditpam dan Pertamina tidak transparan, bahkan terkesan pilih kasih.

Kampung Dragon diketahui terdapat kurang lebih 200 kepala keluarga yang tinggal baik berkebun dan beternak, dari 200 KK tersebut sebagian sudah di data dan diganti rugi, sementara yang belum didata dan diganti rugi hanya tersisa kurang lebih 40 KK.

Menyiram Hati Daci warga yang tinggal di Kampung Dragon mengatakan mereka sudah lama tinggal di lokasi tersebut, dan mereka juga bukan tidak mau digusur. Hanya saja mereka berharap agar mereka diperlakukan sama dengan warga lain.

“Kita juga sadar kita tinggal di lokasi yang sudah dimiliki orang lain. Tapi tolonglah kami ini dimanusiakan, seperti warga yang lain,” kata Daci.

Hal yang sama diungkapkan Khenoki warga lain menyebut pendataan dilakukan terkesan tertutup dan tidak transparan.

“Yang heran mereka melakukan pendataan saat warga tidak ada di rumah. Jadi oknum Ditpam BP Batam ini langsung main kasih nomor pakai cat pilot,” kata Khenoki.

Dia mengatakan ada salah satu data warga yang rumahnya sudah di data dan sudah menandatangani surat pernyataan kesediaan membongkar. Namun uang ganti rugi malah diambil orang lain.

“Kita tidak tahu siapa yang ambil, itu nomor rumah 09, uang ganti rugi sudah diambil, tetapi tidak tahu siapa yang ambil. Kita tahu hal itu setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) di kantor Komisi I DPRD Kota Batam,” kata Khenoki.

Cek berita artikel lainnya di  Google News 

 

Penulis:Zalfi|Editor:Mizon

 

Berita Terkait

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Bentrokan Setokok, 2 Orang Tewas dan 7 Luka
Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti
Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi
Polisi Usut Bentrokan Konflik Lahan di Batam, 6 Orang Diamankan
Nasib Ribuan Pekerja Ghim Li di Ujung Tanduk, Disnaker Minta Hak Dibayar Dulu
PLN Batam Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Teknologi Jadi Andalan Perkuat Keselamatan Kerja
Pulang ke Batam, Angela Lillo Bawa Identitas Kota Kelahiran ke Miss Global 2026 Thailand
DPRD Batam Sahkan Perubahan APBD 2026, Anggaran Naik Rp294 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 10:26 WIB

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Bentrokan Setokok, 2 Orang Tewas dan 7 Luka

Selasa, 15 September 2026 - 13:30 WIB

Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti

Selasa, 15 September 2026 - 08:22 WIB

Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi

Senin, 14 September 2026 - 23:43 WIB

Polisi Usut Bentrokan Konflik Lahan di Batam, 6 Orang Diamankan

Senin, 14 September 2026 - 16:58 WIB

Nasib Ribuan Pekerja Ghim Li di Ujung Tanduk, Disnaker Minta Hak Dibayar Dulu

Berita Terbaru