Batam Masih Andalkan Waduk, Belum Ada Wacana Cari Sumber Air Baku Baru

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi waduk Muka Kuning yang sudah mulai membentuk garis pinggir akibat penurunan debit air, dampak musim panas yang terjadi saat ini di Kota Batam, Rabu (11/2/2026). Matapedia6.com/Istimewa

Kondisi waduk Muka Kuning yang sudah mulai membentuk garis pinggir akibat penurunan debit air, dampak musim panas yang terjadi saat ini di Kota Batam, Rabu (11/2/2026). Matapedia6.com/Istimewa

68 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM – Pemerintah Kota Batam bersama Badan Pengusahaan Batam hingga kini masih mengandalkan sistem tadah hujan yang ditampung di sejumlah waduk sebagai sumber utama air baku.

Belum ada rencana konkret untuk mencari sumber air alternatif dalam waktu dekat.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebutkan bahwa Batam saat ini memiliki delapan waduk yang menjadi tulang punggung pasokan air bersih bagi masyarakat dan sektor industri.

“Di Batam ada delapan waduk yang menjadi sumber mata air, dan semuanya masih mengandalkan tadah hujan,” ujar Amsakar, Selasa (31/3/2026).

Dari delapan waduk yang ada, tiga di antaranya menjadi penopang utama distribusi air, yakni Waduk Sei Harapan, Waduk Sei Ladi, Waduk Muka Kuning.

Baca juga: BP Batam Jaga Suplai Air Tetap Aman, Penurunan Tiga Waduk Jadi Alarm Serius

Selain itu, Waduk Duriangkang dan Waduk Nongsa juga berperan penting dalam menopang kebutuhan air, sementara Waduk Tembesi, Waduk Rempang, dan Waduk Sei Gong masih dimanfaatkan secara terbatas sebagai cadangan.

Amsakar menjelaskan, secara umum enam waduk masih mampu memenuhi kebutuhan air hingga akhir tahun. Namun, dua waduk lainnya mulai mengalami penurunan debit yang cukup signifikan, terutama saat musim kemarau.

Kondisi ini diperparah dengan aktivitas perambahan hutan di sekitar daerah tangkapan air (catchment area) waduk. Menurut Amsakar, kerusakan hutan di sekitar waduk dapat mengganggu daya tampung dan kualitas air.

Ia mengimbau masyarakat untuk menghentikan aktivitas perambahan serta pengambilan air secara tidak terkontrol di sekitar kawasan waduk.

“Kalau ada yang merambah hutan di sekitar waduk, mohon dihentikan. Ini penting untuk menjaga ketersediaan air kita,” tegasnya.

BP Batam, lanjut Amsakar, telah menurunkan ratusan personel untuk menjaga kawasan waduk. Namun ia mengakui pengawasan tidak bisa sepenuhnya efektif tanpa dukungan masyarakat.

Baca juga: Perkuat Sinergi Investasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BP Batam Gelar Apresiasi Kolaborasi Investasi 2026

Menurutnya, menjaga kelestarian waduk tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan kesadaran bersama dari seluruh warga Batam.

“Kalau semuanya ditumpukan kepada pemerintah tanpa kesadaran masyarakat, itu tidak akan cukup. Yang paling penting adalah sinergi dan kepedulian bersama,” katanya.

Meski kebutuhan air terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan industri, hingga saat ini belum ada solusi jangka panjang selain memaksimalkan waduk yang ada.

“Untuk solusi jangka panjang, sumber air baru belum ada. Kita masih fokus memaksimalkan waduk yang ada saat ini,” ujar Amsakar.

Baca juga: BP Batam Komit Benahi Hambatan Investasi, Amsakar–Li Claudia Rapat dengan Menkeu di Jakarta

Kondisi ini membuat Batam tetap rentan terhadap perubahan iklim dan musim kemarau berkepanjangan, mengingat seluruh sistem penyediaan air kota masih bertumpu pada curah hujan.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

PAD Batam Naik ke Rp4,29 Triliun, Amsakar Sampaikan LKPJ Perdana ke DPRD
Amsakar–Li Claudia Sidak Pelabuhan Internasional Batam, Tegaskan Pungli ke Wisman Tak Boleh Terulang
Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik per 1 April 2026
Amsakar–Li Claudia Sidak Pelabuhan Batam Center dan Harbour Bay
Modus THR Palsu Terbongkar: Polisi Ringkus Pelaku Penipuan Rp112 Juta di Hotel Baloi
Listrik Aman Saat Lebaran, PLN Batam Ungkap Strategi di Balik Kenaikan Beban 19 Persen
Apel Perdana Pascale­baran, Amsakar Tekankan ASN Harus Responsif dan Profesional Layani Warga
Saat Batam Mengering, Polsek Batu Aji Gerakkan Warga Salat Istisqa Memohon Hujan

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:09 WIB

Batam Masih Andalkan Waduk, Belum Ada Wacana Cari Sumber Air Baku Baru

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:44 WIB

PAD Batam Naik ke Rp4,29 Triliun, Amsakar Sampaikan LKPJ Perdana ke DPRD

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:00 WIB

Amsakar–Li Claudia Sidak Pelabuhan Internasional Batam, Tegaskan Pungli ke Wisman Tak Boleh Terulang

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:30 WIB

Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik per 1 April 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:20 WIB

Amsakar–Li Claudia Sidak Pelabuhan Batam Center dan Harbour Bay

Berita Terbaru

Operator SPBU di wilayah Medan tengah isi BBM beberapa hari lalu. Foto:Istimewa

Nasional

Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik per 1 April 2026

Selasa, 31 Mar 2026 - 20:30 WIB