MATAPEDIA6.com, BATAM — Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan langkah strategis menyambut 2026 dengan memperkuat tata kelola, mempercepat implementasi kebijakan ekonomi baru, dan memacu realisasi investasi.
Dalam rapat koordinasi bersama Dewan Pengawas (Dewas) BP Batam, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan arah kebijakan lembaga akan difokuskan pada efektivitas tata kelola dan percepatan layanan investasi.
“Dengan regulasi baru, kami ingin memastikan iklim investasi Batam tetap kondusif. Tahun 2026 akan jadi momentum lompatan besar Batam sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Amsakar.
Baca juga:BP Batam Asah SDM Kreatif, Dorong Promosi Investasi Lewat Suara
Hingga Oktober 2025, realisasi investasi Batam telah menembus Rp54,7 triliun atau 91,22 persen dari target Rp60 triliun.
Investasi PMDN menjadi pendorong utama, disusul PMA yang menunjukkan tren meningkat.
Agenda rapat juga membahas perkembangan proyek Rempang Eco-City serta kesiapan implementasi tiga regulasi baru: PP Nomor 25, 28, dan 47 Tahun 2025 yang menjadi pijakan penguatan kelembagaan dan kebijakan ekonomi Batam.
Amsakar menekankan pentingnya penyusunan regulasi turunan untuk menjaga kesinambungan kebijakan investasi dan memperkuat posisi Batam di tingkat regional.
Baca juga:BP Batam Genap 54 Tahun, Amsakar: Saatnya Perkuat Komitmen dan Kebersamaan Bangun Batam
Selain itu, BP Batam menargetkan peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui efisiensi layanan dan digitalisasi tata kelola.
“Hasil rapat akan menjadi dasar penyusunan rencana aksi tiap unit kerja agar pertumbuhan investasi terus berkontribusi besar bagi ekonomi Batam,” tegasnya.
Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengapresiasi capaian BP Batam yang dinilai mampu menjaga momentum investasi sepanjang 2025.
“Realisasi investasi Batam sudah menggembirakan. Dengan sinergi yang kuat, kita bisa mendorong investasi yang lebih maksimal,” katanya.
Sementara Elen Setiadi, anggota Dewan Pengawas BP Batam, menilai pelaksanaan program BP Batam berjalan baik namun menekankan perlunya penyempurnaan sistem perizinan agar layanan investasi semakin efisien dan kompetitif.*
Baca juga:Batam–Singapura Bahas Akselerasi Realisasi Proyek Strategis


















