BP Batam Buka Kemitraan Perkuat Pasokan Air, Data Center Wajib Siapkan SWRO

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Danau.

Danau.

69 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM —BP Batam membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta dan pemerintah untuk memperkuat ketahanan air bersih di Batam.

Langkah ini menyusul penurunan muka air Waduk Nongsa yang mengganggu pasokan air bagi warga di tengah kondisi cuaca kering akibat fenomena El Niño.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan pihaknya menjalankan sejumlah langkah darurat untuk menjaga distribusi air ke permukiman terdampak. BP Batam juga menyiapkan penguatan jaringan distribusi dan infrastruktur untuk mengantisipasi gangguan pasokan.

Salah satu upaya yang telah berjalan ialah mengalirkan air dari Embung Kebun Raya Nongsa melalui jaringan pipa transmisi air baku menuju Waduk Nongsa.

BP Batam juga memperkuat konektivitas jaringan dengan memasang pipa interkoneksi yang menghubungkan jalur distribusi dari Waduk Duriangkang dengan jaringan di kawasan Nongsa.

Selain itu, pemasangan mini booster pump tengah berlangsung untuk meningkatkan tekanan aliran air ke wilayah dengan elevasi tinggi dan ujung jaringan distribusi. Kawasan yang menjadi perhatian meliputi Perumahan Renggali, Citra Nongsa, Taman Yose, Prasetya, dan Sambau.

Sambil menyelesaikan pekerjaan tersebut, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) meningkatkan frekuensi pengiriman air menggunakan mobil tangki ke permukiman yang terdampak.

“Fokus utama BP Batam saat ini adalah memastikan air sampai ke rumah-rumah warga. Kami terus menggesa percepatan pemasangan mini booster pump dan penguatan jaringan terintegrasi agar gangguan suplai akibat dampak kekeringan El Niño pada Waduk Nongsa dapat segera teratasi secara optimal,” ujar Ariastuty, Rabu (14/10/2026).

Ia memahami kekhawatiran warga yang menghadapi gangguan pasokan air. Menurutnya, minimnya curah hujan di wilayah Nongsa menurunkan debit sumber air baku, sementara pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi turut meningkatkan kebutuhan air di Batam.

Data Center Wajib Kembangkan Pasokan Air Mandiri

Di tengah upaya menjaga pasokan air untuk masyarakat, BP Batam turut menjelaskan kebijakan pemenuhan kebutuhan air bagi industri pusat data atau data center yang berkembang di Batam.

Ariastuty menyebut pengembangan ekosistem data center di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park (NDP) dan kawasan industri Kabil diarahkan menggunakan sistem pengolahan air laut berbasis Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).

Teknologi desalinasi tersebut mengolah air laut menjadi air yang dapat digunakan sesuai kebutuhan operasional.

Baca juga:Kapolda Kepri Suhendri Lantik Tujuh Pejabat Utama, Ini Daftar Pergantiannya

Dengan sistem ini, pengembang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air industri secara mandiri tanpa terus bergantung pada sumber air baku yang juga menopang kebutuhan masyarakat.

“Secara teknis, pengembangan ekosistem Data Center di KEK Nongsa Digital Park (NDP) maupun kawasan industri Kabil telah didorong menggunakan model pengelolaan air mandiri berbasis teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO),” kata Ariastuty.

Ia menjelaskan, Nongsa Digital Park juga memiliki embung internal untuk mendukung kebutuhan pemeliharaan kawasan.

BP Batam menyatakan dukungan pasokan air dari Waduk Duriangkang bagi pengembang data center hanya bersifat sementara dan terbatas selama tahap konstruksi serta persiapan fasilitas. Setelah memasuki tahap operasional penuh, pengembang wajib membangun dan memfungsikan instalasi SWRO secara mandiri.

Berdasarkan data yang disampaikan BP Batam, satu pelaku usaha data center telah beroperasi, satu lainnya masih dalam tahap konstruksi, dan empat lainnya berada dalam tahap perencanaan konstruksi.

Di kawasan Nongsa, dua pelaku usaha lain masih merencanakan pengembangan. Sementara itu, dua pelaku usaha di kawasan Kabil juga belum beroperasi dan masih berada dalam tahap rencana konstruksi.

Ariastuty menilai masyarakat perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai tahapan pembangunan tersebut agar dapat membedakan kebutuhan air aktual dari rencana investasi yang belum memasuki tahap operasional.

“Kami memandang pentingnya penyampaian informasi yang akurat mengenai status pembangunan dan kebutuhan utilitas ini dilakukan. Sehingga, dapat dibedakan perencanaan pengembangan proyek masa mendatang dengan pemakaian aktual saat ini,” ujarnya.

BP Batam Siapkan Strategi Jangka Panjang

Selain menangani gangguan pasokan di Nongsa, BP Batam menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat ketahanan air dalam jangka panjang.

Ariastuty mengatakan BP Batam tengah berdiskusi agar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dapat kembali terlaksana melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan berkoordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sesuai arahan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, pihaknya juga mendorong revitalisasi pipa distribusi dan penyesuaian prioritas anggaran infrastruktur untuk memperkuat layanan air bersih.

BP Batam turut memprioritaskan pemasangan sistem pemantauan berbasis Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA).

Sistem ini dapat membantu operator memantau kondisi jaringan, mendeteksi kebocoran, dan mengevaluasi operasional SPAM secara berkelanjutan.

Untuk memperluas sumber pasokan, BP Batam membuka peluang kemitraan dengan perusahaan swasta dan instansi pemerintah, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai (BWS). Penjajakan juga mencakup pengembangan teknologi SWRO serta tindak lanjut potensi pasokan air dari Lingga dan Bintan.

“Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Kepala BP Batam, kami membuka berbagai alternatif kerja sama kemitraan dalam rangka meningkatkan performa dan ketahanan air bagi masyarakat Kota Batam. Para investor swasta ataupun pemerintahan, kami membuka peluang itu untuk kepentingan masyarakat,” kata Ariastuty.

BP Batam juga memasukkan pembangunan waduk baru dalam strategi jangka panjang. Proyek tersebut membutuhkan waktu sekitar lima hingga tujuh tahun hingga waduk dapat dimanfaatkan, sehingga pemerintah perlu menjalankan langkah darurat dan menyiapkan solusi jangka panjang secara bersamaan.

“Seluruh opsi perlu dijalankan secara terpadu agar Batam tidak hanya mengatasi kebutuhan air saat ini, tetapi juga membangun ketahanan pasokan air yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Baca juga:OJK Perbarui Aturan Rencana Bisnis Bank, Perkuat Strategi dan Pengawasan Berbasis Risiko

Editor:Redaksi

Berita Terkait

Listrik Batam Pulih 100 Persen, BP Batam Kawal Pemulihan Air Bersih dan Dunia Usaha
Listrik Batam Pulih 100 Persen, BP Batam Turun Langsung Dampingi Pelaku Usaha
Waspada Hoaks Pemadaman Listrik di Batam, Diskominfo Imbau Warga Cek Informasi Resmi PLN
BP Batam Kejar Pemulihan Listrik, Produksi Air di Sejumlah IPA Turun hingga 30 Persen
Pemadaman Meluas di Batam, PLN Kerahkan Tim untuk Pulihkan Listrik Bertahap
Amsakar Siapkan Transportasi Darat dan Laut untuk Permudah Akses ke Rempang Eco City
Amsakar: APBD Batam 2027 ke Program Berdampak, Banjir hingga Lapangan Kerja Jadi Prioritas
APBD Batam 2027 Disiapkan untuk Tekan Banjir, Perkuat UMKM dan Serap Tenaga Kerja Lokal
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:51 WIB

BP Batam Buka Kemitraan Perkuat Pasokan Air, Data Center Wajib Siapkan SWRO

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Listrik Batam Pulih 100 Persen, BP Batam Turun Langsung Dampingi Pelaku Usaha

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Waspada Hoaks Pemadaman Listrik di Batam, Diskominfo Imbau Warga Cek Informasi Resmi PLN

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BP Batam Kejar Pemulihan Listrik, Produksi Air di Sejumlah IPA Turun hingga 30 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Pemadaman Meluas di Batam, PLN Kerahkan Tim untuk Pulihkan Listrik Bertahap

Berita Terbaru