Dua Pengelola Aplikator Ditangkap Polda Kepri, Tipu Rekan Bisnis Hingga Rp 2 Miliar

Jumat, 9 Mei 2025 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyidik Ditreskrimum Polda Kepri saat mnggiring salah satu tersangka yakni DS setelah dipulangkan dari Singapura, Minggu (4/5/2025). Matapedia6.com/Dok Humas Polda

Penyidik Ditreskrimum Polda Kepri saat mnggiring salah satu tersangka yakni DS setelah dipulangkan dari Singapura, Minggu (4/5/2025). Matapedia6.com/Dok Humas Polda

MATAPEDIA6.com, BATAM – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepulauan Riau, tangkap dua pengelola aplikator ojek online yang sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), usai dilaporkan rekan bisnisnya, pada April Lalu.

Kedua pelaku berinisial DS dan DA ditangkap setelah dilaporkan oleh rekan bisnis mereka, dr. Mohamad Fariz, yang menginvestasikan dana sebesar Rp 2 miliar dalam pengembangan aplikator jasa transportasi online yang dikelola keduanya di Batam.

Dalam perjanjiannya, pelaku menjanjikan keuntungan fantastis sebesar 35 persen per bulan dari hasil usaha.

Tergiur imbal hasil tinggi tersebut, korban akhirnya menyetorkan dana miliaran rupiah. Namun, alih-alih mendapatkan keuntungan, korban justru tidak menerima satu rupiah pun, bahkan modal pokok pun tidak kembali.

“Setelah kami menerima laporan pada April 2025 lalu, penyidikan langsung dilakukan. Berdasarkan bukti-bukti seperti bukti transfer dan surat perjanjian, kami tetapkan DS dan DA sebagai tersangka,” ungkap AKBP Mikael Hutabarat, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri, Jumat (9/5/2025).

Usai ditetapkan sebagai tersangka, keduanya melarikan diri ke Singapura.

Polda Kepri kemudian mengeluarkan red notice dan bekerja sama dengan Interpol untuk memburu kedua pelaku.

Akhirnya, mereka berhasil diamankan dan dipulangkan ke Indonesia pada Minggu (4/5/2025).

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti penting, seperti dokumen keuangan, bukti transfer dana, surat perjanjian kerjasama, perhiasan emas, dan beberapa unit ponsel.

Untuk saat ini, DS dan DA masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Kepri. Keduanya dijerat dengan Pasal 374 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 378 KUHP tentang penggelapan dan penipuan, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Polda Kepri mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal, apalagi tanpa kejelasan legalitas usaha.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Warga Kaveling Melati Jadi Korban Pengeroyokan di Jalan Dapur 12 Saat Pulang Lebaran
Jual Motor Curian Tengah Malam, Dua Pemuda Sagulung Disergap Polisi
Polisi Bongkar Penipuan Calo Tiket Pelni di Batu Ampar, Kacab Pelni Edwin: Pelaku Bukan Pegawai
Polisi Ringkus Tiga Calo Tiket Roro di Pelabuhan Punggur, Penumpang Ditipu Saat Arus Mudik
Tiga Terdakwa Kasus PNBP Batam Divonis 1 Tahun, Satu Hakim Tipikor Sampaikan Dissenting Opinion
Pemuda 19 Tahun di Sekupang Ditangkap Polisi Usai Curi Motor Warga
Cinta Segitiga Sesama Jenis di Nongsa Batam Berujung Maut, Berawal dari Asmara hingga Pembunuhan Berencana
Kejari Batam Minta Maaf atas Pernyataan Jaksa di Replik Sidang Sabu 1,9 Ton

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 22:45 WIB

Warga Kaveling Melati Jadi Korban Pengeroyokan di Jalan Dapur 12 Saat Pulang Lebaran

Rabu, 18 Maret 2026 - 17:45 WIB

Jual Motor Curian Tengah Malam, Dua Pemuda Sagulung Disergap Polisi

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:11 WIB

Polisi Bongkar Penipuan Calo Tiket Pelni di Batu Ampar, Kacab Pelni Edwin: Pelaku Bukan Pegawai

Senin, 16 Maret 2026 - 03:43 WIB

Polisi Ringkus Tiga Calo Tiket Roro di Pelabuhan Punggur, Penumpang Ditipu Saat Arus Mudik

Minggu, 15 Maret 2026 - 17:05 WIB

Tiga Terdakwa Kasus PNBP Batam Divonis 1 Tahun, Satu Hakim Tipikor Sampaikan Dissenting Opinion

Berita Terbaru