Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen, Investasi Rp40 Triliun dan Proyek AI Perkuat Posisi di Panggung Global

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Batam Amsakar Achmad. Foto:Diskominfo Batam

Wali Kota Batam Amsakar Achmad. Foto:Diskominfo Batam

58 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM — Batam semakin menguat sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada Semester I 2026, pertumbuhan ekonomi kota ini mencapai 7,28 persen, sementara realisasi investasi telah menembus sekitar Rp40 triliun.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyebut capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha sekaligus memperkuat posisi Batam di tengah persaingan ekonomi nasional dan internasional.

“Angka-angka makro ekonomi kita hari ini menunjukkan geliat yang membanggakan. Pertumbuhan ekonomi kita berada di angka 7,28 persen dan investasi terus bergerak. Ini menunjukkan bahwa Batam memiliki fondasi ekonomi yang semakin kuat,” ujar Amsakar saat menghadiri Silaturahmi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam bersama LPM, RW, RT, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Sagulung di Gedung Serbaguna Plaza Kecamatan Sagulung, Sabtu (3/10/2026) malam.

Pertumbuhan ekonomi tersebut meningkat dibandingkan capaian sepanjang 2025 yang berada di level 6,76 persen.

Di sisi investasi, realisasi sekitar Rp40 triliun pada enam bulan pertama 2026 menjadi salah satu indikator yang menurut Amsakar memperlihatkan terus bergeraknya aktivitas ekonomi Batam.

Menurut dia, perkembangan Batam kini tidak hanya terlihat dari sektor industri dan perdagangan. Investasi berbasis teknologi dan infrastruktur digital mulai masuk dan membawa Batam ke dalam peta ekonomi baru.

Salah satunya melalui rencana pembangunan kampus Nvidia DSX AI Factory di Batam yang dikembangkan Firmus Technologies, perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan asal Australia, melalui kemitraan strategis dengan Nvidia dan DayOne.

Baca juga:Produksi Perikanan Natuna Capai 72.394 Ton, OJK Perluas Akses Pembiayaan Pelaku Usaha

Proyek tersebut direncanakan memiliki kapasitas 360 megawatt dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I 2027.

“Batam sekarang sudah tidak lagi hanya diperbincangkan di level nasional, tetapi sudah menjadi perhatian dunia internasional. Kita bisa melihat bagaimana investasi di bidang AI dan pusat data mulai masuk ke Batam. Ini menunjukkan bahwa Batam memiliki posisi yang semakin strategis,” kata Amsakar.

Menurut Amsakar, penguatan posisi Batam juga terlihat dari konektivitas pelabuhan. Berdasarkan catatan UN Trade and Development (UNCTAD), Batam masuk 10 besar pelabuhan dengan pertumbuhan Port Liner Shipping Connectivity Index (PLSCI) tertinggi di dunia pada kuartal II 2026.

Batam tercatat berada di peringkat keenam.

Capaian tersebut, kata Amsakar, memperlihatkan bahwa posisi Batam sebagai kota yang berada di jalur perdagangan internasional semakin diperkuat oleh konektivitas dan infrastruktur.

“Semua ini menunjukkan bahwa Batam sedang bergerak. Investasi tumbuh, ekonomi tumbuh, konektivitas semakin kuat, dan perhatian dunia terhadap Batam semakin besar,” ujarnya.

Namun, Amsakar mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi dan investasi tidak berhenti pada pencapaian angka makro. Menurutnya, peningkatan aktivitas ekonomi harus terasa langsung dalam kehidupan masyarakat.

Manfaat itu, kata dia, dapat diwujudkan melalui pembukaan lapangan kerja, berkembangnya usaha masyarakat, peningkatan pelayanan publik hingga pembangunan infrastruktur.

Karena itu, Amsakar meminta RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat ikut menjaga kondisi Batam tetap kondusif. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi.

“Esensi dari silaturahmi adalah bagaimana kita terus memperkuat hubungan, membangun komunikasi dan kebersamaan. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Karena itu, RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Batam,” katanya.

Ia menegaskan pembangunan Batam merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dibutuhkan untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menghadapi berbagai persoalan yang muncul seiring perkembangan kota.

“Batam ini milik kita bersama. Pemerintah bekerja, masyarakat juga ikut bergerak. Kalau energi kebersamaan ini terus kita rawat, insyaallah berbagai kompleksitas persoalan yang ada dapat kita hadapi bersama dan Batam akan semakin maju,” tutupnya.

Baca juga:Pertamina Kembali Salurkan Bantuan untuk Pemulihan Korban Galodo Solok

Editor:Redaksi

 

 

 

Berita Terkait

Polri Mutasi 88 Pati-Pamen, 19 Kapolda dan PJU Mabes Berganti
Bea Cukai Batam Gagalkan Pengiriman Rokok Ilegal Rp2,53 Miliar di Perairan Batam, 2 Kru Diamankan
Asep Safrudin Promosi Jadi Kabareskrim, Suhendri Ditunjuk sebagai Kapolda Kepri
Pengemudi Honda Mobilio Jadi Tersangka Usai Tabrak Motor dan Tinggalkan Lokasi di Batam
Tiga Terdakwa Perantara Jual Beli Narkotika Divonis 5-6 Tahun Penjara 
167 Titik Banjir Jadi Prioritas, Bengkong Swadebi Disiapkan Kolam Retensi hingga Rumah Pompa
Tak Pernah Bercita-cita Jadi Hakim, Perjalanan Vabiannes dari Pengacara hingga PN Batam
Soal Penindakan Bubuk Emas ke Luar Negeri, Bea Cukai Batam Jelaskan Aturan Ekspornya

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Polri Mutasi 88 Pati-Pamen, 19 Kapolda dan PJU Mabes Berganti

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen, Investasi Rp40 Triliun dan Proyek AI Perkuat Posisi di Panggung Global

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Bea Cukai Batam Gagalkan Pengiriman Rokok Ilegal Rp2,53 Miliar di Perairan Batam, 2 Kru Diamankan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Asep Safrudin Promosi Jadi Kabareskrim, Suhendri Ditunjuk sebagai Kapolda Kepri

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Pengemudi Honda Mobilio Jadi Tersangka Usai Tabrak Motor dan Tinggalkan Lokasi di Batam

Berita Terbaru