Hormati Kekhusyukan Ramadan, Pemko Batam Terapkan Aturan Tiga Hari Tutup THM

Kamis, 19 Februari 2026 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat memberikan komentar mengenai kebakaran kapal di PT ASL usai menghadiri rapat paripurna purna di Kantor DPRD Kota Batam, Rabu (28/1/2026). Matapedia6.com/Luci

Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat memberikan komentar mengenai kebakaran kapal di PT ASL usai menghadiri rapat paripurna purna di Kantor DPRD Kota Batam, Rabu (28/1/2026). Matapedia6.com/Luci

MATAPEDIA6.com, BATAM – Dalam rangka bulan suci Ramadan yang penuh berkah, Pemerintah Kota Batam bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) sepakat untuk mengatur operasional tempat hiburan malam (THM).

Kebijakan ini lahir dari semangat bersama untuk menjaga kesucian bulan penuh ampunan serta menciptakan suasana kota yang kondusif dan damai.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengumumkan kesepakatan tersebut tertuang dalam formulasi yang dikenal dengan sebutan “3-3-3”.

Artinya, seluruh tempat hiburan malam di Batam diimbau untuk menghentikan sementara operasionalnya selama tiga hari di awal Ramadan, tiga hari di pertengahan, serta tiga hari menjelang akhir bulan suci.

“Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan FKPD. Hasilnya, kami sepakat dengan formulasi 3-3-3. Ini adalah wujud komitmen kita bersama untuk memberikan ruang bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan khusyuk,” kata Amsakar, Kamis (19/2/2026).

Baca juga: Delapan THM dan Dua Hotel di di Batam Razia Polda Kepri, Hasil Tes Urine Nihil

Kebijakan ini, lanjut Amsakar, tidak hanya sekadar aturan tertulis, tetapi pemerintah kota telah mensosialisasikan surat edaran tersebut secara langsung kepada para pemilik dan pengelola usaha hiburan malam di Batam.

Amsakar berharap, para pelaku usaha dapat memahami dan mematuhi ketentuan ini sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat.

“Kita ingin Ramadan menjadi momentum untuk saling memaafkan dan berbagi berkah. Mari kita jadikan Batam sebagai rumah bersama yang nyaman untuk semua, dengan saling menghargai dan menghormati perbedaan,” kata Amsakar.

Amsakar menjelaskan Batam, sebagai kota dengan masyarakat yang majemuk, dinilai perlu memiliki kebijakan yang adaptif terhadap nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal.

Baca juga: Razia THM di Batam, Tim Gabungan Temukan Pengguna Aktif Narkotika

Dia juga berharap dengan adanya pengaturan ini, diharapkan umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk. Sementara pemilik usaha juga memiliki kejelasan dalam menjalankan bisnisnya.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Banjir Landa Batam, Air di Jalan Tiban I Setinggi Lutut
Cekcok Asmara Berujung Nekat, Pemuda 24 Tahun Terjun dari Jembatan 3 Barelang
Pertamina Sumbagut Siaga Ramadan, Konsumsi LPG Diprediksi Naik 3,8 Persen
Omzet UMKM Tembus Rp1 Miliar, BP Batam–Nagoya Citywalk Hidupkan Ekonomi Kawasan
Kajari Batam Lantik Tiga Pejabat Eselon IV, Tekankan Integritas dan Kinerja
Sambut Ramadan, Rutan Batam Turun Tangan Bersihkan Masjid
Pemuda di Batu Aji Ditemukan Tewas Gantung Diri, Kapolsek: Tak Ada Tanda Kekerasan
DPRD Batam Tunda Laporan Akhir Pansus Adminduk, Targetkan Rampung Maret 2026

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 23:06 WIB

Banjir Landa Batam, Air di Jalan Tiban I Setinggi Lutut

Kamis, 19 Februari 2026 - 17:25 WIB

Cekcok Asmara Berujung Nekat, Pemuda 24 Tahun Terjun dari Jembatan 3 Barelang

Kamis, 19 Februari 2026 - 16:57 WIB

Pertamina Sumbagut Siaga Ramadan, Konsumsi LPG Diprediksi Naik 3,8 Persen

Kamis, 19 Februari 2026 - 15:54 WIB

Hormati Kekhusyukan Ramadan, Pemko Batam Terapkan Aturan Tiga Hari Tutup THM

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:35 WIB

Omzet UMKM Tembus Rp1 Miliar, BP Batam–Nagoya Citywalk Hidupkan Ekonomi Kawasan

Berita Terbaru