Jembatan Lama Aek Puli Ditutup Total Akibat Longsor, Warga Khawatiran Banjir Susulan

Jumat, 28 November 2025 - 23:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi pangkal Jembatan Aek Puli di Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tarutung, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025). Matapedia6.com/Dok BNPB

Kondisi pangkal Jembatan Aek Puli di Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tarutung, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025). Matapedia6.com/Dok BNPB

MATAPEDIA6.com, TARUTUNG – Jembatan Lama Aek Puli di Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tarutung, Sumatera Utara, ditutup total setelah pangkal jembatan mengalami longsor pascabencana banjir bandang pada Selasa (25/11/2025).

Kerusakan pada struktur jembatan yang telah berusia puluhan tahun itu menimbulkan kekhawatiran baru di tengah warga yang terdampak.

Saat ini Kondisi jembatan memprihatinkan meski air sungai mulai surut, namun gelondongan kayu dan material banjir masih tersangkut di bagian bawah tiang jembatan.

Aparat kepolisian dan juga warga sekitar memasang penutup untuk mencegah kendaraan maupun pejalan kaki melintas demi menghindari risiko memakan korban.

Jembatan Aek Puli yang kini rusak parah itu dikenal sebagai salah satu jembatan peninggalan masa perang dan dibangun tidak lama setelah kemerdekaan Indonesia.

Meski usianya sudah sangat tua, jembatan ini masih menjadi jalur vital jalur Antar Lintas Sumatera.

Baca juga: Banjir Bandang dan Longsor Terjang Humbang Hasundutan, Lima Orang Meninggal Empat Masih Hilang

Selain penutupan jembatan, hingga hari keempat pascabencana, warga Aek Puli yang rumahnya terendam banjir belum berani kembali tinggal di rumah masing-masing.

Ketebalan lumpur yang masih menyelimuti permukiman serta potensi banjir susulan membuat warga memilih bertahan di rumah kerabat maupun pos sementara.

“Kondisi lumpur di rumah kami sangat tebal, tidak bisa langsung dibersihkan begitu saja. Kami masih takut karena cuaca belum menentu,” ujar Risman, salah satu warga Aek Puli.

Risman menjelaskan kekhawatiran mereka semakin besar karena permukiman berada tepat di tepi sungai. Kenaikan debit air sedikit saja bisa memicu banjir ulang.

“Kampung kita ini berada persis di pinggir sungai. Kalau air naik sedikit saja, bisa banjir lagi,” tuturnya.

Warga juga mengungkapkan kecemasan mengenai kondisi hulu Sungai Aek Puli.

Sungai yang panjangnya membentang dari kawasan Sipirok melewati hutan dan pegunungan itu rawan tertutup kembali oleh tumpukan kayu sisa banjir bandang sebelumnya.

Baca juga: Banjir Setinggi 150 Centimeter Masih Landa Kota Gorontalo, 7 Ribu Warga Mengungsi

“Kita tidak tahu apakah di sepanjang perjalanan sungai itu sudah bersih dari kayu, atau masih ada kayu-kayu yang tersangkut membentuk bendungan di atas sana,” kata Risman.

Risman juga mengatakan Fenomena “bendungan alami” akibat tumpukan kayu di hulu sungai sangat mungkin terjadi.

Jika bendungan tersebut tiba-tiba jebol, air bah bisa meluncur ke permukiman tanpa peringatan. Inilah yang paling ditakutkan masyarakat.

Beberapa warga mengusulkan agar pemerintah daerah bersama tim BPBD melakukan penelusuran hingga ke hulu sungai untuk memastikan tidak ada sumbatan yang berbahaya.

“Kami butuh kepastian. Takut kalau ada penumpukan kayu di atas sana. Kalau jebol, habis kampung kami,” ucap warga lainnya.

Selain itu, warga juga berharap pemerintah segera melakukan kajian kelayakan Jembatan Lama Aek Puli, apakah masih bisa diperbaiki atau harus diganti dengan jembatan baru yang lebih kokoh.

Bagi warga Aek Puli, bencana kali ini bukan hanya tentang banjir yang merendam rumah, melainkan ancaman berulang yang dapat terjadi kapan saja.

Mereka berharap pemerintah hadir memberikan kepastian, rasa aman, dan solusi jangka panjang bagi keselamatan permukiman mereka.

Penulis: Luci |Editor: Meizon

Berita Terkait

Indosat Gerak Cepat Pulihkan Layanan di Tengah Banjir Bandang Sumatra Utara
OJK Bangun Kantor Baru di Medan, Simbol Penguatan Pengawasan dan Inklusi Keuangan Daerah
Indosat Ooredoo Hutchison Rayakan Harpelnas 2025, Banjir Promo dan Hadiah untuk Pelanggan
IM3 Luncurkan SATSPAM di Medan, Lawan Penipuan Digital
Pertamina Patra Niaga Salurkan 127 Hewan Kurban di Lima Provinsi Operasional

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 10:34 WIB

Indosat Gerak Cepat Pulihkan Layanan di Tengah Banjir Bandang Sumatra Utara

Jumat, 28 November 2025 - 23:48 WIB

Jembatan Lama Aek Puli Ditutup Total Akibat Longsor, Warga Khawatiran Banjir Susulan

Sabtu, 8 November 2025 - 13:55 WIB

OJK Bangun Kantor Baru di Medan, Simbol Penguatan Pengawasan dan Inklusi Keuangan Daerah

Jumat, 5 September 2025 - 11:29 WIB

Indosat Ooredoo Hutchison Rayakan Harpelnas 2025, Banjir Promo dan Hadiah untuk Pelanggan

Senin, 25 Agustus 2025 - 10:51 WIB

IM3 Luncurkan SATSPAM di Medan, Lawan Penipuan Digital

Berita Terbaru

OJK Digital Financial Literacy di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Foto:OJK Kepri

Nasional

OJK Genjot Literasi Keuangan Digital Mahasiswa UMSU

Sabtu, 29 Nov 2025 - 11:28 WIB