MATAPEDIA6.com, BATAM – Nuansa Ramadan semarak di kawasan Nagoya Citywalk, saat ratusan warga tumpah ruah mengikuti kegiatan Goes Ramadan Citywalk, agenda yang tak sekadar olahraga bersama, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan kembali pusat bisnis legendaris di Kota Batam, Minggu (1/3/2026).
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, hadir langsung untuk melepas para peserta.
Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai garis start, menandai dimulainya kegiatan yang diharapkan mampu menghidupkan kembali denyut ekonomi di jantung kota.
Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bulan suci Ramadan bukan alasan untuk mengurangi produktivitas. Justru, menurutnya, Ramadan harus menjadi momentum untuk memperbanyak aktivitas positif.
“Ramadan itu bisa berjalan beriringan dengan aktivitas keseharian kita. Hari ini kita melaksanakan goes bersama rekan-rekan semua,” ujarnya.
Baca juga: Batam Tawarkan Stabilitas Regulasi ke Investor Jerman dan Jepang, BP Batam Perkuat Diplomasi Ekonomi
Dengan nada berseloroh, Amsakar mengaku tidak ikut mengayuh sepeda bukan karena berpuasa, melainkan karena harus menghadiri dua agenda lain yang telah terjadwal.
Meski demikian, kehadirannya menjadi bentuk nyata dukungan terhadap kegiatan masyarakat yang menyehatkan sekaligus mempererat silaturahmi.
Di hadapan peserta, Amsakar juga menyinggung kondisi Nagoya yang belakangan dinilai mengalami penurunan aktivitas ekonomi.
Kawasan yang dahulu dikenal sebagai pusat bisnis dan perdagangan Batam itu kini terlihat lebih lengang dibanding masa jayanya.
“Kawasan ini dahulu dikenal sebagai pusat bisnis dan perdagangan, namun sekarang kondisinya mulai terlihat lesu,” ungkapnya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam telah menyiapkan penataan besar-besaran melalui konsep Wilayah Pembangunan dan Penataan Kawasan.
Revitalisasi tersebut akan dimulai dari kawasan Jodoh hingga Nagoya, dengan konsep baru yang ia sebut sebagai “New Nagoya”.
Baca juga: Omzet UMKM Tembus Rp1 Miliar, BP Batam–Nagoya Citywalk Hidupkan Ekonomi Kawasan
“Perwajahan Nagoya akan kita tata menjadi New Nagoya,” tegas Amsakar.
Penataan itu diharapkan tak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga menggerakkan kembali roda ekonomi, menarik minat investasi, serta mengembalikan kejayaan Nagoya sebagai pusat aktivitas masyarakat Batam.
Amsakar menegaskan, kegiatan Goes Ramadan Citywalk memiliki tiga tujuan utama: menghidupkan kembali aktivitas kawasan Nagoya, membudayakan pola hidup sehat, dan mengajak masyarakat mengisi Ramadan dengan kegiatan positif.
“Ramadan harus kita warnai dengan aktivitas yang bermanfaat. Selain meningkatkan ibadah, kita juga tetap menjaga kesehatan dan mempererat silaturahmi,” kata Amsakar.
Sebelum meninggalkan lokasi untuk melanjutkan agenda di Bengkong, Amsakar berpamitan kepada peserta dan memastikan Wakil Wali Kota tetap mendampingi kegiatan hingga selesai.
Amsakar berharap, kegiatan serupa dapat digelar secara konsisten sebagai bagian dari upaya membangun kebersamaan sekaligus mempercepat kebangkitan ekonomi Batam.
Dengan semangat Ramadan dan kolaborasi semua pihak, “New Nagoya” diharapkan bukan sekadar wacana, melainkan gerakan nyata menuju wajah baru pusat kota yang lebih hidup, tertata, dan berdaya saing.
Penulis: Luci |Editor: Zalfirega



















