Home / Kepri

Selasa, 3 September 2024 - 10:41 WIB

Pengamat Politik Sebut Kualitas Demokrasi di Bintan Alami Penurunan

Pengamat politik sebut kualitas politik bintan. Foto:Ist

Pengamat politik sebut kualitas politik bintan. Foto:Ist

MATAPEDIA6.com, BINTAN– Pengamat politik di Provinsi Kepri, Robby Patria menilai, kualitas demokrasi di Kabupaten Bintan mengalami penurunan.

Hal ini tidak terlepas dari munculnya calon tunggal pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bintan 2024 mendatang.

Robby yang juga menjabat sebagai Direktur Public Trust Institute Perwakilan Kepri mengatakan, kondisi ini tak memberikan alternatif pada masyarakat yang menginginkan hadirnya calon lain.

“Munculnya calon tunggal melawan kolom kosong ini menandakan kualitas demokrasi di Kabupaten Bintan jauh di bawah Kabupaten Anambas yang memiliki kompetisi saat memilih pemimpin,” ujar Robby, Senin (2/9/2024).

Ia menyebut, demokrasi di Kabupaten Bintan saat ini berada di titik nadir.

Situasi ini, lanjut Robby, juga merupakan dampak fenomena borong partai yang terjadi di Pilkada tahun ini.

“Partai-partai diborong calon tertentu sehingga yang lain ingin mencalonkan tidak kebagian partai. Bintan bersama dengan 43 daerah lain di Indonesia di pilkada 2024 hanya satu calon,” sesalnya.

Ia mengungkapkan, harusnya partai-partai di Bintan berkaca kepada Anambas.

Meskipun pemilih hanya berjumlah sekitar 35 ribu, namun calon yang didaftarkan partai ada empat pasang.

“Artinya, warga punya banyak alternatif mau pilih sosok pemimpin seperti keinginannya. Mau produk lokal atau produk impor tersedia di Anambas. Ini baru betul namanya pesta demokrasi alias pesta rakyat,” tambahnya lagi.

Ia memprediksi, tongkat estafet kepemimpinan di Bintan hanya akan dimonopoli oleh dua keluarga besar. Yakni keluarga Ansar Ahmad yang berkuasa sejak 2005 hingga 2015 lalu dilanjutkan anaknya dari 2021 sampai 2030 dan berikutnya keluarga Apri Sujadi yang pernah jadi bupati Bintan 2015 sampai 2021.

Lalu dilanjutkan istrinya jadi wakil bupati anak Ansar Ahmad yakni Roby Kurniawan mulai tahun 2025 hingga 2030.

“Kita tidak tahu setelah 2030 apakah Dewi Kumalasari atau Deby yang akan berpasangan atau berlawanan di pilkada 2030? Yang lain menonton saja karena memang tak punya keberanian dan punya modal politik untuk mencalonkan diri jadi kepala daerah,” tutup pria yang menjadi anggota Dewan Pakar ICMI Pusat itu.

Cek berita artikel lainnya di Google News 

Penulis:DN|Editor:Meizon

Share :

Baca Juga

Kepri

Fokus pada Kemajuan: Presiden Prabowo Arahkan BP Batam Tingkatkan Kerja Sama dan Inovasi

Kepri

Kepala BP Batam Rapat Bersama Kepala Staf Kepresidenan Bahas Program Prioritas Industri Laut dan Galangan Kapal

Kepri

Masuk RPJMN 2025-2029, BP Batam Paparkan Status Proyek Rempang Eco-City

Kepri

BP Batam Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Angkutan Lebaran 2025

Kepri

Amsakar Ajak Masyarakat Bangun Energi Kolektif untuk Kemajuan Batam

Kepri

OJK Kepri Edukasi Keuangan dan Bagi Sembako untuk Petugas Kebersihan di Tanjungpinang

Kepri

Wakil Kepala BP Batam Komitmen Tingkatkan Pengelolaan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel

Kepri

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra: Percepat Pembangunan Maju melalui Kebersihan dan Ketertiban