PT TPM Selesaikan Kompensasi Warga Terdampak Penggusuran Tembesi Tower Batam

Kamis, 30 Januari 2025 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga terdampak penggusuran sedang didata di PT TPM untuk memperoleh hak-hak, Kamis (30/1). Foto:Dok/Ist

Warga terdampak penggusuran sedang didata di PT TPM untuk memperoleh hak-hak, Kamis (30/1). Foto:Dok/Ist

MATAPEDIA6.com, BATAM-PT Tanjung Piayu Makmur (TPM) mengeklaim menyelesaikan kompensasi untuk warga Tembesi Tower yang terdampak penertiban pada Rabu 8 Januari 2025 lalu. Proses negosiasi telah berlangsung sejak 2021 dan sebagian besar warga telah menerima tawaran ganti rugi.

Menurut Koordinator Tim Pembebasan PT TPM Eka Teguh Kurniawan, pasca penertiban oleh Tim Terpadu pihaknya membuka diri untuk menyelesaikan masalah warga yang belum terdata dan memastikan semua pihak mendapatkan perhatian yang layak.

“Jadi 220 kepala keluarga (KK) menerima subsidi kontrakan dari PT TPM selama 3 bulan sebagai tanggung jawab sosial terhadap warga Tembesi Tower yang terdampak,” ujarnya dikutip dalam keterangannya, Kamis (30/1/2025).

Subsidi itu mencakup dana cash, Kapling Siap Bangun (KSB), dan Rumah Siap Huni (RSH) hingga 13 Januari 2025.

“PT TPM juga menawarkan subsidi kontrakan tambahan selama 3 bulan,” katanya.

Ia menyebut, telah membayar saguhati kepada lebih dari 60 kepala keluarga (KK) dan akan melanjutkan pembayaran hingga semua KK yang sepakat menerima hak mereka.

Warga wajib membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK) sebagai bukti domisili. Nilai aset di Tembesi Tower menjadi acuan untuk menentukan opsi yang tersedia bagi warga.

“Kami tidak ingin ada warga yang terlantar pasca penertiban, sehingga kami memberikan subsidi kontrakan selama 3 bulan bagi yang belum memiliki tempat tinggal,” imbuhnya.

PT TPM telah menyiapkan 565 kavling siap huni di Sei Daun, Piayu untuk warga Tembesi Tower, dengan sekitar 400 kavling telah dibagikan. Warga mendapatkan kepastian hukum berupa sertifikat lahan dan fasilitas seperti air, listrik, serta tempat ibadah.

“Lokasi ini strategis, dekat dengan pasar dan sekolah, untuk memudahkan aktivitas sehari-hari warga yang telah pindah,” ujarnya lagi.

Sebagai mana diketahui Panbil Group melalui PT Tanjung Piayu Makmur (TPM) sedang mempersiapkan pembangunan kawasan industri seluas 100 hektar di Tembesi, Kecamatan Sagulung.

Pengembangan ini telah direncanakan dengan baik dan mendapat alokasi dari BP Batam. Kawasan ini akan fokus pada industri elektronik dan diperkirakan menciptakan 30.000 lapangan kerja, memberikan dampak positif bagi masyarakat Batam.

PT TPM juga menarik investor dari Singapura, Jepang, Jerman, dan Amerika untuk berinvestasi dalam Eco Low-Carbon Industrial Park yang ramah lingkungan.

Cek berita artikel lainnya di Google News

Penulis:Rega|Editor:Miezon

Berita Terkait

Polda Kepri Bongkar Judi Online di Batam, Operator Kelola 212 Ribu Akun Bot
KKJ Kepri Kecam Penghalangan Aksi Hari Kebebasan Pers di Depan Pemko Batam
Ketua DPD Gerindra Kepri Iman Sutiawan Minta Publik Lihat Polemik Li Claudia Secara Utuh
DPRD Batam Hadiri May Day 2026, Buruh Serukan UU Ketenagakerjaan Baru dan Tolak Outsourcing
AJI Indonesia Desak Hentikan Sensor dan Swasensor, Soroti Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers
Patroli Malam, Satlantas Polresta Barelang Tindak 35 Motor Knalpot Brong
BP Batam Kaji Penataan Lahan Puskopkar, Warga Tunggu Kepastian UWT dan HGB
Polda Kepri Bagikan 200 Helm Gratis untuk Pekerja Saat May Day di Batam

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 20:44 WIB

Polda Kepri Bongkar Judi Online di Batam, Operator Kelola 212 Ribu Akun Bot

Senin, 4 Mei 2026 - 17:57 WIB

KKJ Kepri Kecam Penghalangan Aksi Hari Kebebasan Pers di Depan Pemko Batam

Senin, 4 Mei 2026 - 13:20 WIB

Ketua DPD Gerindra Kepri Iman Sutiawan Minta Publik Lihat Polemik Li Claudia Secara Utuh

Senin, 4 Mei 2026 - 11:12 WIB

DPRD Batam Hadiri May Day 2026, Buruh Serukan UU Ketenagakerjaan Baru dan Tolak Outsourcing

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:23 WIB

AJI Indonesia Desak Hentikan Sensor dan Swasensor, Soroti Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers

Berita Terbaru