Satu Pekerja Tewas, Satu Hilang Terseret Arus di Perairan Pulau Poto Bintan

Senin, 19 Januari 2026 - 23:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan hendak melakukan pencarian terhadap para korban, Senin (19/1/2026). Foto:Istimewa

Tim SAR gabungan hendak melakukan pencarian terhadap para korban, Senin (19/1/2026). Foto:Istimewa

MATAPEDIA6.com, TANJUNGPINANG – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Tanjungpinang menggelar operasi SAR setelah arus kuat menyeret dua pekerja di perairan Pulau Poto, tepat di depan area kerja PT BAI, Kabupaten Bintan, Senin (19/1/2026).

Kepala KPP Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan para korban merupakan pekerja PT Shandong Geologi Eksplorasi.

“Insiden terjadi sekitar pukul 14.10 WIB saat para pekerja berenang di sekitar ponton pengeboran perusahaan tersebut,” ujarnya dalam keterangannya, Senin (19/1/2026) malam.

Peristiwa bermula ketika Malik tiba-tiba terseret arus deras dan berteriak meminta tolong. Dua rekannya, Ranggi dan Reza Ade Jumawar (27), spontan melompat ke laut untuk menyelamatkan Malik.

Baca juga:Pemuda Jatuh dari Kapal di Perairan Tanjung Pinggir, SAR Kerahkan Tim Pencarian

Namun derasnya arus justru menyeret Malik dan Reza menjauh dari ponton.

Ranggi berhasil bertahan dan naik kembali ke ponton. Ia kemudian meminta bantuan kepada pekerja lain di lokasi. Upaya penyelamatan awal pun dilakukan, namun kedua korban tidak segera ditemukan.

Tim pencari kemudian menemukan Reza Ade Jumawar dalam kondisi meninggal dunia. Reza diketahui merupakan warga Kampung Bina Maju, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur.

Sementara Malik, warga Ganet, Kota Tanjungpinang, hingga kini masih dinyatakan hilang.

KPP Tanjungpinang menerima laporan resmi dari Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Ipda Daeng Salamun, sekitar pukul 19.00 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR langsung berkoordinasi dengan Polsek Bintan Timur, Polair Bintan, dan Pos AL Kijang untuk memverifikasi kronologi serta titik koordinat kejadian di posisi 0°53′32.1″ LU – 104°40′23.3″ BT.

Sebanyak empat personel Rescue KPP Tanjungpinang bergerak ke lokasi pada pukul 19.15 WIB menggunakan Rescue Car Type II, perahu karet, dan mesin tempel.

“Lokasi kejadian berjarak sekitar 11,15 mil laut dari Kantor SAR Tanjungpinang. Tim SAR gabungan memfokuskan pencarian dengan penyisiran permukaan perairan Pulau Poto untuk menemukan korban Malik,” tuturnya.

Baca juga:Mentan Amran Beri Sebutan Importir dan Penyelundup Beras Pengkhianat Bangsa

 

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

OJK Kepri Gandeng DPK, Perpustakaan Disulap Jadi Pusat Edukasi Keuangan
OJK Kepri Perkuat Literasi Ekonomi Syariah dan Kewaspadaan Keuangan Ilegal di Kalangan Mahasiswa
Penumpang KMP Sembilang Kritis di Laut, Tim SAR Evakuasi hingga Telaga Punggur
Sidang PNBP BP Batam Seret Lisa Yulia: Hakim Pertanyakan Dasar Hukum Kontribusi 20 Persen
Kuasa Hukum Siapkan Saksi Meringankan, Bantah Perintah Tunda Pandu dalam Sidang Lisa Yulia
Prabowo Sudah Teken Perpres Kenaikan Gaji Hakim, Ini Tanggapan PN Tanjungpinang
Sidang PNBP Jasa Pandu Kapal di Batam, Fakta Persidangan Soroti Manajemen Awal
Kemenag Tanjungpinang Perkasa: Dua Tahun Beruntun Sabet Predikat Badan Publik Informatif di Kepri

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 19:12 WIB

OJK Kepri Gandeng DPK, Perpustakaan Disulap Jadi Pusat Edukasi Keuangan

Selasa, 7 April 2026 - 12:57 WIB

OJK Kepri Perkuat Literasi Ekonomi Syariah dan Kewaspadaan Keuangan Ilegal di Kalangan Mahasiswa

Minggu, 5 April 2026 - 11:59 WIB

Penumpang KMP Sembilang Kritis di Laut, Tim SAR Evakuasi hingga Telaga Punggur

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:15 WIB

Sidang PNBP BP Batam Seret Lisa Yulia: Hakim Pertanyakan Dasar Hukum Kontribusi 20 Persen

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:32 WIB

Kuasa Hukum Siapkan Saksi Meringankan, Bantah Perintah Tunda Pandu dalam Sidang Lisa Yulia

Berita Terbaru