Transformasi Telkom Mulai Berbuah, InfraNexia Raup Pendapatan Rp7,7 Triliun di Semester I 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia). Foto:Telkom

PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia). Foto:Telkom

71 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, JAKARTA – Transformasi bisnis yang dijalankan TelkomGroup mulai menunjukkan hasil. PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), perusahaan yang mengelola infrastruktur telekomunikasi wholesale, membukukan pendapatan sebesar Rp7,7 triliun pada semester I 2026 sekaligus mencatat pertumbuhan bisnis eksternal yang signifikan.

Kinerja tersebut menjadi sinyal bahwa strategi pemisahan dan pengelolaan aset infrastruktur Telkom mulai menghasilkan efisiensi sekaligus membuka sumber pendapatan baru di luar ekosistem internal grup.

Salah satu indikatornya terlihat dari pendapatan pelanggan eksternal yang melonjak 31 persen secara tahunan menjadi Rp939 miliar.

Kenaikan itu berasal dari meningkatnya penggunaan layanan oleh operator telekomunikasi, penyedia layanan internet (ISP), perusahaan digital, hingga pelanggan korporasi.

Di sisi lain, bisnis Wholesale Network yang mencakup layanan Metronexia, Wavenexia, dan IP Nexia juga tumbuh 12,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan didorong oleh permintaan kapasitas jaringan inti (core network) yang terus meningkat seiring akselerasi aktivitas digital.

Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan pertumbuhan pendapatan eksternal menjadi bukti bahwa transformasi perusahaan mulai memperkuat daya saing bisnis.

“Pertumbuhan pendapatan eksternal dan kinerja positif InfraNexia menunjukkan proses bisnis yang kami jalankan mulai memperkuat daya saing perusahaan. Fokus kami memastikan aset dan kapabilitas yang dimiliki dapat dikelola lebih produktif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Lukman dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).

Baca juga:Telkom Raih Lestari Award 2026, Strategi Pengembangan Talenta Jadi Pengungkit Transformasi Bisnis

Transformasi tersebut dimulai setelah sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity milik Telkom resmi dialihkan ke InfraNexia pada 1 Januari 2026.

Langkah itu membuat skala operasi perusahaan semakin besar sekaligus memperluas peluang monetisasi aset jaringan dan kolaborasi dengan berbagai pelaku industri.

Tak hanya mengejar pertumbuhan pendapatan, perusahaan juga berhasil menjaga profitabilitas. Sepanjang semester pertama 2026, InfraNexia membukukan margin EBITDA sebesar 54,5 persen, ditopang efisiensi operasional, digitalisasi proses bisnis, serta pengelolaan aset yang lebih terintegrasi.

Sejalan dengan ekspansi bisnis, jumlah karyawan InfraNexia juga bertambah dari 1.128 orang menjadi 1.338 orang.

Penambahan tenaga kerja dilakukan untuk mendukung kompleksitas operasional, pengembangan layanan, dan percepatan agenda transformasi perusahaan.

InfraNexia juga memperkuat portofolio bisnis melalui segmen FTTx & Infrastructure Sharing. Layanan tersebut dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur bersama sehingga investasi jaringan menjadi lebih efisien sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi operator dan pelaku industri digital.

Sebagai bagian dari TelkomGroup, InfraNexia menyatakan transformasi perusahaan sejalan dengan agenda Danantara Indonesia dalam meningkatkan produktivitas aset negara dan memperkuat fondasi ekonomi digital nasional.

Ke depan, perusahaan akan melanjutkan modernisasi jaringan, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas kerja sama dengan berbagai pelaku industri agar infrastruktur digital nasional semakin andal, efisien, dan berkelanjutan.

Baca juga:Batam Jadi Etalase Teknologi Maritim Dunia, IMOX 2026 Bidik Transaksi Rp326 Miliar

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Telkom Ungkap Strategi Percepat Adopsi AI di Indonesia, Tekankan Infrastruktur dan Kolaborasi
26 Tahun Biznet, Perkuat Infrastruktur Digital dan Bidik 20 Pelanggan di Batam
Pembiayaan UMKM Capai Rp1.949 Triliun, OJK Dorong Ekosistem Kredit Berbasis Data
Inflasi Kepri Turun Jadi 3,49 Persen pada September 2026
PLN Batam Siapkan Listrik Andal untuk Dorong Industri Data Center
RUPSLB Telkom 2026 Setujui Spin-Off InfraCo, Lebih dari 90 Persen Aset Jaringan Dialihkan ke InfraNexia
BP Batam Kenalkan Kesiapan Ekosistem Data Centre di Tech Week Singapore
UNCTAD Catat Batam Masuk 10 Besar Pelabuhan dengan Pertumbuhan Konektivitas Tertinggi Dunia
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Telkom Ungkap Strategi Percepat Adopsi AI di Indonesia, Tekankan Infrastruktur dan Kolaborasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:28 WIB

26 Tahun Biznet, Perkuat Infrastruktur Digital dan Bidik 20 Pelanggan di Batam

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:40 WIB

Pembiayaan UMKM Capai Rp1.949 Triliun, OJK Dorong Ekosistem Kredit Berbasis Data

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Inflasi Kepri Turun Jadi 3,49 Persen pada September 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:03 WIB

PLN Batam Siapkan Listrik Andal untuk Dorong Industri Data Center

Berita Terbaru