SMAN 5 Batam menutup perjalanan impresifnya dengan meraih gelar juara Turnamen Futsal Antar Pelajar Garuda Yaksa Kepri Cup 2026.
Keberhasilan itu melengkapi sukses penyelenggaraan turnamen perdana yang tak hanya menghadirkan persaingan sengit, tetapi juga membuka panggung bagi lahirnya talenta-talenta muda futsal Kepulauan Riau.
Selama lima hari penyelenggaraan pada 21–25 Juli 2026, GOR Tumenggung Abdul Jamal, Batam, dipadati ribuan penonton.
Antusiasme semakin memuncak saat babak delapan besar, semifinal hingga final, memperlihatkan besarnya animo masyarakat terhadap futsal pelajar.
Pada partai puncak, Sabtu (25/7/2026), SMAN 5 Batam menaklukkan SMKN 5 dengan skor 8-4 untuk memastikan trofi juara. SMKN 5 harus puas sebagai runner-up, disusul SMAN 8 di posisi ketiga dan SMAN 16 di peringkat keempat.
Turnamen yang memperebutkan piala tetap dan piala bergilir Anggota DPR RI Fraksi Gerindra HM Endipat Wijaya itu turut dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Harris Pratamura.
Ia datang bersama Wakil Ketua I DPRD Batam Aweng Kurniawan, sejumlah anggota Fraksi Gerindra DPRD Batam, diantara Muhammad Rudi, Anang Adnan dan Anwar Anas seta Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Surya Atmaja.
Dalam sambutannya, Nyanyang mengapresiasi penyelenggaraan turnamen dan menyebut kompetisi seperti Garuda Yaksa Kepri Cup menjadi ruang penting bagi pelajar untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun karakter melalui olahraga.
“Terima kasih kepada Pak Prabowo Subianto, Partai Gerindra, dan khususnya Pak Endipat Wijaya yang menginisiasi Garuda Yaksa di Kepri,” kata Nyanyang.
Ia berharap turnamen tersebut menjadi agenda rutin agar semakin banyak atlet muda Kepri memperoleh kesempatan berkompetisi.
Baca juga:Aweng Kurniawan: Gerindra Turun Langsung Salurkan Kurban, Sapi 1 Ton dari Prabowo untuk Pulau Kasu
“Selamat kepada para pemenang. Mudah-mudahan tahun depan bisa digelar lagi lebih meriah,” ujarnya.
Nyanyang juga mengajak seluruh peserta menjadikan kompetisi sebagai sarana mengembangkan kemampuan dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan semangat fair play.
Menurutnya, pembinaan melalui kompetisi berjenjang menjadi langkah penting untuk melahirkan atlet yang mampu membawa nama Kepri ke tingkat nasional hingga internasional.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Aweng Kurniawan, menilai Garuda Yaksa Kepri Cup bukan sekadar turnamen antarpelajar, melainkan bagian dari upaya membangun tradisi olahraga sekaligus melahirkan atlet masa depan.
“Momentum olahraga sangat penting bagi keluarga besar Partai Gerindra. Turnamen seperti ini menjadi bagian dari upaya menjaga budaya olahraga yang lebih besar sekaligus mencetak atlet-atlet muda yang nantinya mampu mengharumkan nama Kepulauan Riau,” ujar Aweng.
Menurutnya, pembinaan atlet tidak bisa bergantung pada kompetisi sesaat. Kejuaraan yang digelar secara berkelanjutan akan memberi ruang bagi pelajar mengasah kemampuan, menambah jam bertanding, dan meningkatkan daya saing hingga level nasional.
“Kita berharap Garuda Yaksa Kepri Cup terus digelar setiap tahun sebagai salah satu wadah pembinaan futsal pelajar di Kepri,” tuturnya.
Ketua Panitia yang juga Ketua AFP Kepri, Surya Atmaja, mengatakan turnamen perdana ini diikuti 32 tim SMA dan SMK dari Batam serta Tanjungpinang.
Seluruh pertandingan menggunakan regulasi berstandar nasional dengan format yang mendekati kompetisi profesional.
Pada fase penyisihan hingga perempat final, setiap pertandingan dimainkan dengan durasi 2 x 20 menit waktu kotor.
Selain itu, Garuda Yaksa Kepri Cup 2026 mencatatkan total hadiah Rp65 juta, terbesar untuk kategori turnamen futsal pelajar di Kepulauan Riau.
Surya menilai tingginya kualitas pertandingan dan antusiasme penonton menjadi modal kuat agar Garuda Yaksa Kepri Cup berkembang menjadi kompetisi tahunan sekaligus wadah pembinaan atlet futsal muda di Kepri.
Baca juga:Gerindra Batam Bawa Program Renovasi 50 Sekolah SD-SMP Usai Kunjungan ke DPR RI
Editor:Zalfirega










