Warga Tembesi Bengkel Peringati Malam Satu Suro, Kolaborasi Harmonis Doa dan Budaya

Jumat, 27 Juni 2025 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Tembesi Bengkel gelar kegiatan memperingati satu suro tepatnya di kawasan Agro Wisata Pesanggrahan Wana Tirta, Tembesi Bengkel, Kelurahan Kibing, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, Kamis (26/6/2025). Matapedia6.com/Luci

Warga Tembesi Bengkel gelar kegiatan memperingati satu suro tepatnya di kawasan Agro Wisata Pesanggrahan Wana Tirta, Tembesi Bengkel, Kelurahan Kibing, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, Kamis (26/6/2025). Matapedia6.com/Luci

MATAPEDIA6.com, BATAM – Suasana khidmat dan penuh makna menyelimuti kawasan Agro Wisata Pesanggrahan Wana Tirta, Tembesi Bengkel, Kelurahan Kibing, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, Kamis (26/6/2025) malam.

Ratusan warga berkumpul dalam semangat kebersamaan untuk memperingati malam Satu Suro, yang bertepatan dengan 1 Muharram 1447 Hijriah.

Mengusung tema “Manunggaling Kawulo Gusti, Sesarengan Gesang Kang Mulyo” yang bermakna “Bersatunya Rakyat dengan Sang Pencipta dalam Kehidupan yang Mulia” acara ini menjadi cermin kuatnya perpaduan nilai-nilai keagamaan dan kearifan budaya lokal masyarakat Jawa.

Ketua panitia kegiatan, Sukandam, menyebut malam Satu Suro bukan hanya sekadar tradisi turun-temurun, tetapi juga momentum spiritual untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan alam semesta.

“Ini bukan hanya soal makan bersama atau seremonial. Ini tentang rasa syukur kepada Sang Pencipta, kepada bumi tempat kita berpijak, serta harapan akan keselamatan dan berkah di tahun baru Hijriah,” ujarnya.

Acara diisi dengan doa bersama, ritual tumpengan, serta sejumlah lelaku atau laku spiritual khas tradisi Jawa. Kegiatan ini juga menjadi momen untuk ruwatan upacara pembersihan diri dari energi negatif serta refleksi diri yang mendalam.

Baca juga: Menikmati Kedamaian di Kopi Nako Kebon Jati: Sebuah Pelarian di Tengah Alam Megamendung

Menariknya, malam Satu Suro kali ini bertepatan dengan malam Jumat Kliwon, momen yang dipercaya dalam budaya Jawa sebagai waktu paling sakral dan sarat dimensi spiritual.

“Malam ini bukan malam biasa. Dalam kepercayaan Jawa, tirakat dan introspeksi diri pada malam Jumat Kliwon membawa kekuatan spiritual yang dalam,” ujar salah satu sesepuh adat setempat.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai tokoh masyarakat. Tampak hadir anggota DPRD Kota Batam Muhammad Rudi dan mantan Gubernur Kepri Isdianto yang memberi apresiasi tinggi terhadap kekompakan warga Tembesi Bengkel.

Muhammad Rudi mengatakan, Kota Batam adalah miniatur Indonesia yang kaya akan keberagaman budaya.

“Di Batam, semua budaya dari seluruh Nusantara ada. Budaya bukan hanya warisan, tapi identitas dan benteng dari pengaruh luar. Kalau tidak kita jaga, siapa lagi?” tegasnya.

Isdianto juga memberikan pesan bahwa pelestarian budaya lokal bukanlah penghambat kemajuan, melainkan fondasi kuat untuk membangun masyarakat yang berkarakter.

Sukandam menekankan bahwa agama, budaya, dan seni harus berjalan seiring. Ketiganya menjadi satu kesatuan penting dalam menjaga harmoni sosial dan spiritual masyarakat.

“Kalau hanya beragama tanpa memahami seni dan budaya, akan mudah terjadi perpecahan. Tapi budaya tanpa ruh agama juga hampa. Keduanya harus selaras agar tercipta kerukunan,” tuturnya.

Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, tradisi seperti malam Satu Suro ini menjadi pengingat penting akan akar jati diri bangsa. Ia tak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritual dan sosial kepada generasi muda.

Dengan semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap warisan budaya, warga Tembesi Bengkel menutup malam itu dengan harapan semoga tahun baru Islam ini membawa keselamatan, keberkahan, dan kedamaian bagi semua.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Dari Rak Gebyar Melayu Pesisir Mart hingga Panggung Nasional: Cerita di Balik Geliat UMKM Kepri
Fesmed Selat Malaka AJI 2026 di Batam Bahas Kebebasan Pers dan Isu Publik Asia Tenggara
Polisi Tangkap Pria yang Acungkan Parang ke Tukang Parkir di Nagoya Saat Nongkrong di Kafe
Lapas Cipinang Percepat Penataan Hunian untuk Mendukung Pembinaan Keagamaan Warga Binaan
506 Ribu Batang Rokok Ilegal Digagalkan Bea Cukai Batam, 2 Speedboat Disita di Perairan Pulau Bulan
Perselisihan Parkir Mobil di Ruko Kavling Baru Sagulung Sempat Viral, Dua Pihak Berdamai
Polisi Bongkar Pembuatan 15 SIM C Palsu di Batam, Tarif Rp600 Ribu
Lahan 5,4 Hektare di Batam Dipersoalkan, Ahli Waris Daking Tuntut Kompensasi dari Dua Perusahaan

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:55 WIB

Dari Rak Gebyar Melayu Pesisir Mart hingga Panggung Nasional: Cerita di Balik Geliat UMKM Kepri

Sabtu, 26 September 2026 - 19:05 WIB

Fesmed Selat Malaka AJI 2026 di Batam Bahas Kebebasan Pers dan Isu Publik Asia Tenggara

Sabtu, 26 September 2026 - 13:08 WIB

Polisi Tangkap Pria yang Acungkan Parang ke Tukang Parkir di Nagoya Saat Nongkrong di Kafe

Sabtu, 26 September 2026 - 12:06 WIB

Lapas Cipinang Percepat Penataan Hunian untuk Mendukung Pembinaan Keagamaan Warga Binaan

Jumat, 25 September 2026 - 19:01 WIB

Perselisihan Parkir Mobil di Ruko Kavling Baru Sagulung Sempat Viral, Dua Pihak Berdamai

Berita Terbaru