167 Titik Banjir Jadi Prioritas, Bengkong Swadebi Disiapkan Kolam Retensi hingga Rumah Pompa

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia. Foto:Istimewa

Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia. Foto:Istimewa

64 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM— Pemerintah Kota Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan penanganan banjir di 167 titik prioritas.

Selain mempercepat pekerjaan yang sedang berjalan, pemerintah menyiapkan solusi lebih menyeluruh untuk kawasan Bengkong Indah Swadebi dengan membangun kolam retensi, kanal banjir, hingga rumah pompa.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan penanganan banjir tidak cukup hanya dengan mengatasi genangan setelah hujan. Pemerintah perlu membenahi sistem drainase dan infrastruktur pengendali banjir secara bertahap agar persoalan dapat diselesaikan dari sumbernya.

“Kami betul-betul memberikan atensi terhadap persoalan banjir. Penanganannya harus konkret dan terukur sehingga penyelesaiannya secara menyeluruh,” kata Amsakar saat memimpin rapat percepatan penanganan banjir di Kantor Pemerintah Kota Batam, Jumat (2/10/2026).

Amsakar mengatakan BP Batam dan Pemko Batam telah mengalokasikan anggaran penanganan banjir untuk 167 titik prioritas pada Tahun Anggaran 2026 dan 2027.

Sejumlah proyek bahkan sudah berjalan. Empat pekerjaan penanganan banjir kini mencapai progres sekitar 60 persen dan ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Keempat proyek tersebut meliputi normalisasi dan peningkatan drainase Simpang Kepri Mall, drainase Sei Beduk, drainase Jalan R. Suprapto di kawasan Sawang Permai Batu Aji, serta drainase Makam Pahlawan–RS Graha Hermine Batu Aji.

Menurut Amsakar, pekerjaan tersebut mulai menunjukkan dampak. Saat hujan dengan intensitas tinggi selama sekitar dua jam pada 22 September lalu, sejumlah kawasan yang sebelumnya rawan genangan tidak mengalami luapan seperti yang dikhawatirkan.

“Ini menunjukkan pekerjaan yang kita lakukan mulai memberikan dampak. Tetapi pekerjaan harus tetap dituntaskan dan titik-titik lainnya juga harus terus ditangani,” ujarnya.

Baca juga:PLN Batam Siapkan Listrik Andal untuk Dorong Industri Data Center

Bengkong Swadebi Disiapkan dengan Tiga Infrastruktur

Pemerintah juga memberi perhatian khusus terhadap kawasan Bengkong Indah Swadebi yang selama ini menjadi salah satu kawasan rawan genangan.

Untuk kawasan tersebut, BP Batam dan Pemko Batam menyiapkan tiga pekerjaan utama pada Tahun Anggaran 2027. Ketiganya yakni pembangunan kolam retensi di Cahaya Garden, dua segmen kanal banjir, serta rumah pompa Bengkong di bagian hilir.

Amsakar meminta perangkat teknis Pemko Batam dan BP Batam menyusun perencanaan tersebut secara matang agar ketiga infrastruktur dapat bekerja sebagai satu sistem pengendalian banjir.

“Untuk Bengkong, kita siapkan penanganannya secara lebih menyeluruh. Saya minta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Pemko Batam) bersinergi dengan Deputi Infrastruktur BP Batam menyiapkan ini dengan baik dan matang,” katanya.

Ia berharap kombinasi kolam retensi, kanal banjir dan rumah pompa dapat mengurangi persoalan genangan di kawasan tersebut.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan pemerintah akan terus memetakan titik-titik rawan banjir untuk menentukan bentuk penanganan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing kawasan.

“Kami ingin penanganan ini dilakukan secara bertahap tetapi konsisten. Apa yang sudah dikerjakan harus dievaluasi dampaknya, sementara titik lain yang membutuhkan penanganan harus segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Li Claudia mengatakan evaluasi diperlukan untuk memastikan setiap proyek yang dikerjakan memberikan dampak terhadap pengurangan genangan.

Ia juga meminta perangkat di wilayah masing-masing aktif melaporkan titik banjir yang dianggap krusial. Data tersebut akan menjadi bahan untuk menentukan tingkat kerentanan dan bentuk penanganan yang diperlukan.

Di sisi lain, Li Claudia mengajak masyarakat ikut menjaga fungsi drainase. Salah satunya dengan tidak membuang sampah ke saluran air dan segera melaporkan apabila menemukan saluran tersumbat atau kondisi lain yang berpotensi memicu genangan.

“Tentu dukungan masyarakat sangat penting untuk menjaga drainase dan lingkungan, agar upaya yang dilakukan dapat memberikan hasil maksimal,” ucapnya.

Baca juga:Tak Pernah Bercita-cita Jadi Hakim, Perjalanan Vabiannes dari Pengacara hingga PN Batam

Editor:Redaksi

Berita Terkait

Bea Cukai Batam Gagalkan Pengiriman Rokok Ilegal Rp2,53 Miliar di Perairan Batam, 2 Kru Diamankan
Asep Safrudin Promosi Jadi Kabareskrim, Suhendri Ditunjuk sebagai Kapolda Kepri
Pengemudi Honda Mobilio Jadi Tersangka Usai Tabrak Motor dan Tinggalkan Lokasi di Batam
Tiga Terdakwa Perantara Jual Beli Narkotika Divonis 5-6 Tahun Penjara 
Tak Pernah Bercita-cita Jadi Hakim, Perjalanan Vabiannes dari Pengacara hingga PN Batam
Soal Penindakan Bubuk Emas ke Luar Negeri, Bea Cukai Batam Jelaskan Aturan Ekspornya
Polda Kepri Bongkar Penyelundupan 3 Mesin Pesawat Bekas Rp30 Miliar di Batam
Mahasiswa Politeknik Pariwisata Batam Belajar Kehumasan di Polda Kepri

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Bea Cukai Batam Gagalkan Pengiriman Rokok Ilegal Rp2,53 Miliar di Perairan Batam, 2 Kru Diamankan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Asep Safrudin Promosi Jadi Kabareskrim, Suhendri Ditunjuk sebagai Kapolda Kepri

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Pengemudi Honda Mobilio Jadi Tersangka Usai Tabrak Motor dan Tinggalkan Lokasi di Batam

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Tiga Terdakwa Perantara Jual Beli Narkotika Divonis 5-6 Tahun Penjara 

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:45 WIB

167 Titik Banjir Jadi Prioritas, Bengkong Swadebi Disiapkan Kolam Retensi hingga Rumah Pompa

Berita Terbaru

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau Rony Widijarto P. Foto:Istimewa

Bisnis

Inflasi Kepri Turun Jadi 3,49 Persen pada September 2026

Sabtu, 3 Okt 2026 - 14:15 WIB