BP Batam Serap Aspirasi Pelaku Usaha Terkait Tarif Impor AS

Jumat, 18 April 2025 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BP Batam bersama pelaku usaha. Foto:Dok/Ist

BP Batam bersama pelaku usaha. Foto:Dok/Ist

MATAPEDIA6.com, BATAM-Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyerap langsung aspirasi pelaku usaha saat mengunjungi PT Asia Cocoa Indonesia di Kawasan Industri Tunas, Batam Center, Kamis (14/4/2025).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Fary menggali masukan terkait kebijakan tarif impor baru (Tarif Resiprokal) yang diberlakukan Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa hasil diskusi ini akan dirumuskan dalam sebuah paper untuk disampaikan kepada tim negosiasi bentukan Presiden RI.

“Kami sudah berdiskusi dan mendapatkan gambaran. Selanjutnya akan kami tuangkan dalam bentuk paper dan kirim ke tim Presiden yang ditugaskan bernegosiasi dengan pihak AS,” ujar Fary.

BP Batam, lanjut Fary, akan mengupayakan berbagai langkah agar aktivitas industri di Batam tetap berjalan lancar di tengah tekanan kebijakan Presiden AS Donald Trump yang mulai berlaku pada 2 April 2025. Salah satu upaya strategis yang disiapkan adalah mengoptimalkan peran Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone).

“Pelaku usaha berharap agar ekspor ke Amerika Serikat bisa bebas dari tarif, seperti halnya barang yang masuk ke Batam juga bebas pajak,” ungkapnya.

Fary juga membuka peluang untuk menyesuaikan kebijakan dan insentif agar produk dari Batam tetap kompetitif di pasar internasional.

“Kebijakan ini menjadi perhatian serius kami. Penyesuaian perlu dilakukan agar industri tetap berjalan,” tutupnya.

Kepala Pusat Pengembangan KPBPB Batam dan KEK, Irfan Syakir Widyasa, beserta tim turut mendampingi kunjungan tersebut.

Editor:Miezon

Berita Terkait

Pertumbuhan Ekonomi Kepri Tembus 7,52 Persen, Ini Sektor yang Paling Berkontribusi
OJK Catat IHSG Terkoreksi 41,52 Persen, Kredit Investasi Tumbuh 23,20 Persen
32,7 Juta Investor Jadi Modal Pasar Modal Indonesia, BEI Genjot Edukasi
Investasi Rp600 Miliar, Citramas Bangun SWRO untuk Amankan Pasokan Air Data Centre di Batam
Telkom Raup Rp113,5 Triliun hingga September 2026, Empat Segmen Bisnis Tumbuh
Investasi Bukan Sekadar Cari Cuan, BEI Dorong Investor Lebih Tangguh Hadapi Fluktuasi
Investasi Batam Capai Rp59,73 Triliun, BP Batam Apresiasi Kontribusi 19 Kategori Investor
Jangkau 5 Wilayah di Kepulauan Nias, Pertamina Perkuat Distribusi BBM Jelang Nataru

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:59 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kepri Tembus 7,52 Persen, Ini Sektor yang Paling Berkontribusi

Jumat, 6 November 2026 - 13:07 WIB

OJK Catat IHSG Terkoreksi 41,52 Persen, Kredit Investasi Tumbuh 23,20 Persen

Kamis, 5 November 2026 - 17:45 WIB

32,7 Juta Investor Jadi Modal Pasar Modal Indonesia, BEI Genjot Edukasi

Kamis, 5 November 2026 - 10:57 WIB

Investasi Rp600 Miliar, Citramas Bangun SWRO untuk Amankan Pasokan Air Data Centre di Batam

Senin, 2 November 2026 - 14:18 WIB

Telkom Raup Rp113,5 Triliun hingga September 2026, Empat Segmen Bisnis Tumbuh

Berita Terbaru