Warga Buliang Terancam Banjir Dampak Pemotongan Bukit di Sei Temiang, DPRD Minta BP Batam Perketat pengawasan

Kamis, 2 Oktober 2025 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi pemotongan bukit di seberang jalan pemakaman Sei Temiang, Kota Batam Provinsi Kepri, Rabu (1/10/2025).

Kondisi pemotongan bukit di seberang jalan pemakaman Sei Temiang, Kota Batam Provinsi Kepri, Rabu (1/10/2025).

MATAPEDIA6.com, BATAM – Aktivitas pemotongan bukit di kawasan seberang Pemakaman Umum Sei Temiang, Kota Batam, kembali menjadi sorotan.

Selain mengancam keberadaan menara telekomunikasi di lokasi, penggundulan bukit itu dinilai berpotensi menimbulkan bencana longsor dan banjir besar di wilayah hilir.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Batam, Arlon Veristo, menegaskan kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan. Menurutnya, kegiatan serupa kini semakin marak di Batam tanpa memperhatikan aspek lingkungan.

“Apalagi di Sei Temiang ini, selain ada tower, kawasan itu juga merupakan daerah tangkapan air. Jika terus di gundul, air hujan akan langsung mengalir deras ke hilir,” kata Arlon, Rabu (1/10/2025).

Ia menjelaskan, aliran air dari Sei Temiang bermuara ke kawasan Perumahan Kodim, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji. Selama ini, wilayah tersebut memang dikenal sebagai titik rawan banjir terparah di Batam.

Baca juga: Perumahan Mewah di Belian Batam Centre Terancam Banjir, Saluran ke Laut Ditutup Pengembang

“Kalau lahan tangkapan air semakin berkurang, bisa dipastikan Kelurahan Buliang akan terdampak banjir parah setiap hujan deras,” tegasnya.

Hal senada juga di ungkapkan anggota Komisi I DPRD Batam, Tumbur Hutasoit, dimana aktivitas pemotongan bukit tersebut.

Ia mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam segera turun ke lapangan untuk mengecek izin lingkungan dari proyek itu.

Tower telekomunikasi yang ada di lokasi terancam longsor akibat pemotongan bukit yang sedang dilakukan di seberang jalan pemakaman Sei Temiang, Rabu (1/10/2025)
Tower telekomunikasi yang ada di lokasi terancam longsor akibat pemotongan bukit yang sedang dilakukan di seberang jalan pemakaman Sei Temiang, Rabu (1/10/2025)

“Kita ingin pembangunan di Batam tetap berjalan, tapi jangan sampai menimbulkan efek buruk bagi masyarakat di kemudian hari,” ujarnya.

Tumbur menegaskan, pemerintah termasuk BP Batam harus lebih teliti dalam setiap penerbitan izin pemanfaatan lahan maupun izin lingkungan.

“Kita mendukung pembangunan. Tetapi jika justru merugikan masyarakat, maka jelas harus dievaluasi,” tegasnya.

Baca juga: Batam Rawan Banjir, Li Claudia Minta BP dan Pemko Bangun Sinergi Kajian Teknis Drainase

Dengan kondisi cuaca yang belakangan tidak menentu, DPRD menilai aktivitas pemotongan bukit tanpa pengawasan ketat bisa berujung fatal. Selain ancaman banjir, tower telekomunikasi di lokasi juga terancam roboh apabila terjadi longsor.

DPRD pun mendorong BP Batam dan DLH segera mengambil langkah tegas agar aktivitas pemotongan bukit di Sei Temiang tidak berkembang menjadi bencana lingkungan yang merugikan masyarakat luas.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Li Claudia Dorong Camat-Lurah Cepat Tangani Keluhan Warga
PLN Batam Salurkan 18 Sapi dan 50 Kambing untuk Masyarakat pada Idul Adha 1447 H
Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Pernah Izinkan Pedagang Berjualan di ROW, Penertiban Sesuai Aturan
RSBP Batam Kembali Layani Peserta BPJS Ketenagakerjaan Mulai 1 Juni 2026
PLN Batam dan Equator Gate System Bangun Data Center AI Rp88 Triliun di Nongsa
Sekda Batam Dorong Sinergi Opsen Pajak dan Digitalisasi Layanan untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah
BP Batam Perbaiki Jalan Rusak di Atas Underpass Pelita, Pengerjaan Ditargetkan Selesai Sepekan
Amsakar Tinjau Penguatan Jaringan Pipa Air BP Batam, Pastikan Distribusi Air Mengalir Lebih Lama

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:05 WIB

Li Claudia Dorong Camat-Lurah Cepat Tangani Keluhan Warga

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:46 WIB

PLN Batam Salurkan 18 Sapi dan 50 Kambing untuk Masyarakat pada Idul Adha 1447 H

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:39 WIB

Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Pernah Izinkan Pedagang Berjualan di ROW, Penertiban Sesuai Aturan

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:17 WIB

RSBP Batam Kembali Layani Peserta BPJS Ketenagakerjaan Mulai 1 Juni 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 19:36 WIB

PLN Batam dan Equator Gate System Bangun Data Center AI Rp88 Triliun di Nongsa

Berita Terbaru

tangkapan layar screenshot google rupiah pada Kamis (28/5/2026). Foto:ist

Bisnis

Rupiah Anjlok ke Rp 17.859 per Dolar AS

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:13 WIB