OJK Gencarkan Inklusi Keuangan Lewat BIK 2025 di Surabaya

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

OJK gelar bik di Surabaya. Foto:Istimewa

OJK gelar bik di Surabaya. Foto:Istimewa

MATAPEDIA6.com, SURABAYA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya memperluas akses keuangan bagi masyarakat sebagai kunci penggerak kesejahteraan dan roda perekonomian nasional.

Literasi dan inklusi keuangan yang kuat diyakini menjadi fondasi tumbuhnya ekonomi daerah dan nasional secara berkelanjutan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menegaskan, sektor jasa keuangan memiliki potensi besar untuk melipatgandakan perekonomian, bahkan bisa melampaui nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah jika literasi dan inklusi masyarakat meningkat signifikan.

Baca juga: OJK Benahi Tata Kelola, Nomenklatur SEOJK Kini Jadi PADK

“Sektor jasa keuangan mampu melipatgandakan perekonomian, bahkan beberapa kali lebih besar dari PDRB daerah apabila literasi dan inklusi masyarakat terus meningkat,” ujar Mahendra saat membuka Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 di Surabaya, Jumat (24/10/2025).

Menurutnya, literasi yang kuat akan mendorong masyarakat tidak berhenti pada tahap memiliki rekening tabungan, tetapi juga berani memanfaatkan layanan pembiayaan, berinvestasi di pasar modal maupun obligasi, serta memiliki asuransi dan produk keuangan lainnya.

“Inilah yang akan melipatgandakan perekonomian berkali-kali lebih besar daripada PDRB. Jadi kami harapkan, dengan literasi dan inklusi yang besar menjadi modal dasar kita, sekarang kita bergerak kepada kemanfaatan atau utilisasinya yang lebih tinggi lagi,” tegasnya.

Dengan tema “Inklusi Keuangan untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,” acara ini dihadiri Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Baca juga: OJK Dorong Kemandirian Ekonomi Santri Lewat Literasi Keuangan Syariah di Pesantren Tegalrejo

Friderica menegaskan bahwa inklusi keuangan bukan sekadar angka statistik, tetapi tentang keadilan akses bagi seluruh warga negara.

Ia menekankan pentingnya prinsip “No One Left Behind” agar setiap kelompok masyarakat — termasuk penyandang disabilitas dan warga di daerah 3T — tidak tertinggal dari kemajuan ekonomi.

“Peningkatan literasi dan inklusi keuangan bukan hanya soal angka, melainkan tentang meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara. Kita memegang teguh prinsip No One Left Behind, tidak boleh ada satu pun kelompok masyarakat yang tertinggal,” kata Friderica.

Ia menyoroti tiga fokus utama: edukasi keuangan yang tepat sasaran, inklusi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, serta sinergi lintas sektor yang perlu diperkuat bersama pemerintah daerah.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemprov Jawa Timur untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

“Inklusi keuangan di Jawa Timur sudah cukup tinggi, tetapi tingkat literasinya masih perlu ditingkatkan melalui diseminasi dan edukasi yang lebih komprehensif agar layanan keuangan semakin mudah dijangkau, aman, dan berdaya guna bagi masyarakat,” katanya.

Khofifah mendukung penuh prinsip ‘No One Left Behind’ dalam program inklusi keuangan OJK agar semua kalangan masyarakat dapat maju, tumbuh, dan tangguh bersama.

“Semoga puncak Bulan Inklusi Keuangan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat potensi Jawa Timur dan menjadi inspirasi bagi provinsi lain di Indonesia,” ujar Khofifah.

FinExpo 2025: Wajah Sinergi Keuangan Nasional

Sebagai puncak kegiatan BIK 2025, OJK menggelar Financial Expo (FinExpo) 2025 pada 23–26 Oktober 2025 di Tunjungan Plaza 1, 2, 3, dan 6, Surabaya.

Event ini menjadi panggung sinergi antara kementerian/lembaga, pelaku usaha jasa keuangan (PUJK), asosiasi, dan UMKM untuk memberikan edukasi, konsultasi, hingga layanan keuangan langsung kepada masyarakat.

FinExpo dibuka resmi pada Kamis (23/10) oleh Ketua Panitia FinExpo 2025 Wani Sabu, Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi serta Kepala OJK Provinsi Jawa Timur Yunita Linda Sari. Prosesi Harmoni Finansial menandai semangat sinergi dan kolaborasi keuangan nasional.

Baca juga: OJK Segarkan Struktur Pimpinan, Perkuat Stabilitas dan Kepercayaan Publik

Rangkaian BIK 2025 telah dimulai sejak September melalui program Road to BIK yang melibatkan seluruh Kantor OJK Daerah, regulator, pemerintah daerah, dan pelaku industri keuangan di Indonesia.

Selama periode BIK 2025, tercatat capaian yang mencerminkan lonjakan inklusi keuangan secara nyata:

5.182 kegiatan literasi dan inklusi keuangan di seluruh Indonesia. 10,87 juta peserta edukasi keuangan, meningkat 67,87% dibandingkan tahun lalu. Pembukaan akses keuangan baru meliputi:

  • 3,55 juta rekening perbankan baru
  • 1,47 juta rekening pinjaman perusahaan pembiayaan 720 ribu akun fintech
  • 951 ribu polis asuransi 643 ribu rekening pasar modal 5,01 juta rekening pergadaian.

Kegiatan BIK 2025 juga berhasil menjangkau 180 desa tertinggal di 73 kabupaten/kota wilayah 3T, memperlihatkan komitmen kuat semua pihak dalam memperluas layanan keuangan formal dan membangun kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan.

Baca juga:Expo Keuangan Kepri: OJK dan Gubernur Ansar Dorong Masyarakat Melek Finansial, Waspadai Pinjol Ilegal

Editor:Zalfirega

 

 

 

 

Berita Terkait

OJK Percepat Ekonomi Daerah, Bidik Kopi hingga Industri Kreatif
Satgas PASTI Hentikan Dugaan Penipuan Berkedok Investasi Appeninc, VID, dan Sensenowai
OJK Perkuat Integritas Mahasiswa Lewat Kuliah Umum Road to Risk and Governance Summit 2026
OJK Pastikan Perbankan Tetap Kuat Hadapi Gejolak Global dan Fluktuasi Rupiah
JLC Race Award 2025: JNE Beri Mobil BYD dan Umrah untuk Pelaku UKM Berprestasi
OJK Siapkan Generasi Muda Jadi Penggerak Pasar Modal, Literasi Investasi Masih Rendah
Presiden Prabowo Subianto Kunjungi Pulau Miangas, Janji Renovasi Sekolah hingga Puskesmas
Perbankan Syariah Tumbuh 10,49 Persen, Aset Tembus Rp1.061 Triliun per Maret 2026
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:09 WIB

OJK Percepat Ekonomi Daerah, Bidik Kopi hingga Industri Kreatif

Senin, 25 Mei 2026 - 14:30 WIB

Satgas PASTI Hentikan Dugaan Penipuan Berkedok Investasi Appeninc, VID, dan Sensenowai

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:41 WIB

OJK Perkuat Integritas Mahasiswa Lewat Kuliah Umum Road to Risk and Governance Summit 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:07 WIB

OJK Pastikan Perbankan Tetap Kuat Hadapi Gejolak Global dan Fluktuasi Rupiah

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:26 WIB

JLC Race Award 2025: JNE Beri Mobil BYD dan Umrah untuk Pelaku UKM Berprestasi

Berita Terbaru

tangkapan layar screenshot google rupiah pada Kamis (28/5/2026). Foto:ist

Bisnis

Rupiah Anjlok ke Rp 17.859 per Dolar AS

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:13 WIB