OJK Dorong Kemandirian Ekonomi Santri Lewat Literasi Keuangan Syariah di Pesantren Tegalrejo

Selasa, 21 Oktober 2025 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi, bersama, Senin (20/10/2025). Foto:OJK Kepri

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi, bersama, Senin (20/10/2025). Foto:OJK Kepri

MATAPEDIA6.com, MAGELANG— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai menanam benih kemandirian ekonomi umat langsung dari jantung pendidikan Islam.

Lewat program Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS) dan Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH), ribuan santri Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, digembleng menjadi generasi melek finansial syariah yang siap mandiri secara ekonomi.

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, Senin (20/10/2025), dihadiri langsung oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi, bersama Ketua PBNU Bidang Ekonomi Fahmy Akbar Idries serta Pengasuh Ponpes APIAsri Tegalrejo K.H. Achmad Izzudin. Tak kurang dari 2.000 santri dan 79 pelaku UMKMikut ambil bagian.

Baca juga: OJK Perkuat Sinergi Perbankan dan Pemda Dorong Pertumbuhan Ekonomi NTT

“Pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tapi motor penggerak ekonomi umat. OJK berkomitmen membangun kemandirian umat melalui penguatan ekosistem ekonomi syariah,” kata Friderica dalam keterangannya, Selasa (21/10/2025).

Menurut Friderica, sistem keuangan syariah membawa tiga nilai utama yang sejalan dengan arah pembangunan nasional: pemerataan ekonomi, stabilitas keuangan, dan inklusivitas. Ia menilai ketiganya menjadi fondasi kuat bagi kemakmuran umat yang berkeadilan.

Nada yang sama disuarakan Fahmy Akbar Idries dari PBNU. Ia menekankan pentingnya santri menjadi pelaku usaha, bukan sekadar pencari kerja.

“Santri harus jadi pengusaha—cowok pengusaha, cewek juga pengusaha. Dodol gorengan pun pengusaha. Semua harus bergerak agar bangsa ini cepat maju,” ujarnya lantang.

Acara ini juga diwarnai workshop pengembangan usaha dan business matching antara pelaku UMKM dan lembaga jasa keuangan syariah.

Baca juga: OJK Tanamkan Literasi Keuangan di Unsrat, Soroti Peran Strategis Lembaga Pembiayaan Penggerak Ekonomi

Program ini merupakan bagian dari inisiatif Nahdlatul Ulama Business Catalyst (NUBIC) yang fokus pada edukasi, inkubasi, dan akselerasi UMKM berbasis syariah.

OJK menegaskan, peningkatan literasi keuangan di lingkungan pesantren bukan sekadar sosialisasi, tapi langkah strategis memperluas akses keuangan nasional berbasis nilai keadilan dan keberlanjutan.

Generasi Muda Mandiri Finansial: OJK dan LPS Mengajar di SMA 3 Yogyakarta

Masih di hari yang sama, Friderica bersama Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu turun langsung ke SMA Negeri 3 Yogyakarta dalam program OJK dan LPS Mengajar bertema “Generasi Muda Mandiri Finansial, Menuju Indonesia Emas.”

Acara yang diikuti lebih dari 650 pelajar, guru, dan karyawan sekolah ini menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-14 OJK, sekaligus wadah membentuk karakter finansial muda yang cerdas dan waspada di era digital.

“Teknologi memberi kemudahan, tapi juga risiko. Generasi muda harus hati-hati berbagi data pribadi dan bijak menggunakan layanan keuangan digital,” pesan Friderica.

Ia menambahkan, tingkat literasi keuangan berkorelasi langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Semakin paham cara mengelola uang, semakin kuat peluang hidup mandiri secara finansial.

Baca juga:OJK Perkuat Sinergi Perbankan dan Pemda Dorong Pertumbuhan Ekonomi NTT

Sementara itu, Anggito Abimanyu menegaskan pentingnya membangun karakter sebelum mengejar kepemimpinan.

“Kesuksesan dimulai dari kemampuan menaklukkan diri sendiri. Optimisme, cita-cita besar, dan keikhlasan adalah kunci memimpin dan bertumbuh,” ujarnya.

OJK juga memperkenalkan platform LMSKU (Learning Management System Edukasi Keuangan) dan program OJK PEDULI (Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia), sekaligus mengukuhkan dua Duta Literasi Keuangan dari SMA Negeri 3 Yogyakarta.

Dengan dua kegiatan besar di Magelang dan Yogyakarta ini, OJK menegaskan langkah konkret memperkuat literasi keuangan nasional—dari pesantren hingga sekolah menengah—demi mencetak generasi cakap finansial menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga:OJK Segarkan Struktur Pimpinan, Perkuat Stabilitas dan Kepercayaan Publik

Editor:Miezon

 

Berita Terkait

OJK Genjot Digitalisasi Keuangan untuk Perluas Akses Pembiayaan UMKM Indonesia Timur
OJK Siapkan Tiga Fokus Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah pada 2026
OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejari Jaksel, Aset Senilai Puluhan Miliar Disita
OJK Limpahkan Tersangka Kasus BPR SAWA ke Kejari Sidoarjo, Diduga Manipulasi Kredit Rp5,8 Miliar
OJK Sita Aset Rp114 Miliar dalam Penyidikan Eks Pengendali PT Asuransi Jiwa Prolife Indonesia
OJK Dorong Tata Kelola dan Integritas untuk Perkuat Stabilitas Sistem Keuangan
HUT Ke-61 Telkom, Perkuat Transformasi Digital Lewat Gerakan UMKM dan Kompetisi AI
OJK Limpahkan Tersangka Kasus PT BPR DCN ke Jaksa, Dugaan Kerugian Capai Puluhan Miliar Rupiah
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:30 WIB

OJK Genjot Digitalisasi Keuangan untuk Perluas Akses Pembiayaan UMKM Indonesia Timur

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:50 WIB

OJK Siapkan Tiga Fokus Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah pada 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:14 WIB

OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejari Jaksel, Aset Senilai Puluhan Miliar Disita

Senin, 13 Juli 2026 - 17:32 WIB

OJK Limpahkan Tersangka Kasus BPR SAWA ke Kejari Sidoarjo, Diduga Manipulasi Kredit Rp5,8 Miliar

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:56 WIB

OJK Sita Aset Rp114 Miliar dalam Penyidikan Eks Pengendali PT Asuransi Jiwa Prolife Indonesia

Berita Terbaru