Imigrasi Batam Deportasi 6 WNA, Selidiki Kasus Bisnis Ilegal dan Overstay

Selasa, 4 November 2025 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad saat menunjukkan barang bukti dalam konferensi pers, Selasa (4/11/2025). Foto:Ist

Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad saat menunjukkan barang bukti dalam konferensi pers, Selasa (4/11/2025). Foto:Ist

MATAPEDIA6.com, BATAM – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menegaskan komitmennya menindak tegas pelanggaran hukum keimigrasian.

Dalam dua bulan terakhir, enam warga negara asing (WNA) telah dideportasi dan beberapa lainnya tengah diperiksa karena diduga menyalahgunakan izin tinggal hingga terlibat bisnis ilegal di Batam.

Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad, mengatakan pengawasan periode September–Oktober 2025 menyoroti maraknya pelanggaran izin tinggal oleh WNA yang memanfaatkan kemudahan visa untuk bekerja atau berbisnis secara ilegal.

Baca juga:Gerebek Panda Club, Imigrasi Batam Amankan WNA, Dua Lainnya Diburu

“Kami tidak mentolerir pelanggaran sekecil apa pun. Batam bukan tempat bebas bagi orang asing yang menyalahgunakan izin tinggal,” kata Hajar dalam konferensi pers di Aula Imigrasi Batam, Senin (4/11/2025).

Ia menyebut, pihaknya telah menindak 6 Warga Negara Asing (WNA) dengan deportasi dan penyidikan lebih lanjut. Warga Tiongkok inisial WG pemegang Visa on Arrival (VoA), dideportasi karena menjadi agen penyedia tamu di tempat hiburan malam.

Warga Singapura inisial LBT menggunakan fasilitas Bebas Visa Kunjungan, namun ikut mengelola bisnis hotel di Batam. Tiga warga India (GA, MA, NKS) bekerja menggunakan visa pelatihan dan VoA, yang seharusnya tidak untuk kegiatan komersial.

“Warga Taiwan inisial CTJ overstay selama 74 hari setelah visanya kedaluwarsa sejak 20 Oktober 2025,” sebut dia.

Selain itu, tiga warga Tiongkok lainnya di PT EIUI sedang diperiksa karena diduga melanggar Pasal 122 huruf a UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Sementara warga Singapura inisial MP kini dalam tahap penyidikan atas dugaan tindak pidana keimigrasian dengan ancaman satu tahun penjara dan denda Rp100 juta.

Baca juga:Final Turnamen HUT RI ke 80 Sagulung Meriah, Camat Hafiz: Ajang Ini untuk Masyarakat

MP diketahui tinggal ilegal di Indonesia tanpa paspor karena alasan ekonomi di negara asalnya.

Hajar menambahkan, sepanjang Januari–Oktober 2025, Imigrasi Batam mencatat 186 WNA melanggar izin tinggal, dan tiga di antaranya telah masuk tahap penyidikan.

“Langkah ini bagian dari program Akselerasi yang dicanangkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto. Kami perketat pengawasan terhadap setiap orang asing di Batam,” ujar Hajar.

Imigrasi Batam juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan WNA melalui kanal pengaduan resmi.

Baca juga:Imigrasi Batam Salurkan 200 Paket Sembako di Sagulung: Warga Harus Aktif Awasi Orang Asing

Editor:Zalfirega

 

 

Berita Terkait

Kisah Sharifah Nur Nafisya, Siswi MTsN 1 Batam yang Tak Pernah Juara Akademik Kini Menjadi Juara 1 WCR 2026
Hampir Seluruh Warga Kepri Terlindungi JKN, Kepesertaan Tembus 97,53 Persen
Pemilik Toko Material, Rika: Tagihan Material Proyek Pulau Kasu Sudah Lunas Sejak Mei 2026
Polda Kepri Tangkap Pelaku Pencurian Penutup Drainase di Terowongan Pelita Batam, Dijuluki “Rayap Besi”
Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Personel Polda Kepri Gotong Royong Bersihkan Masjid di Batam
Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Penutup Drainase Terowongan Pelita, Li Claudia Ajak Pengusaha Besi Tolak Barang Curian
Yusril Koto Buka Suara soal Demo di Kantor LIRA
Penataan UMKM Mega Legenda: BP Batam Beri Tenggat Hingga Akhir Tahun

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:59 WIB

Kisah Sharifah Nur Nafisya, Siswi MTsN 1 Batam yang Tak Pernah Juara Akademik Kini Menjadi Juara 1 WCR 2026

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:40 WIB

Hampir Seluruh Warga Kepri Terlindungi JKN, Kepesertaan Tembus 97,53 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:19 WIB

Pemilik Toko Material, Rika: Tagihan Material Proyek Pulau Kasu Sudah Lunas Sejak Mei 2026

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:51 WIB

Polda Kepri Tangkap Pelaku Pencurian Penutup Drainase di Terowongan Pelita Batam, Dijuluki “Rayap Besi”

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:23 WIB

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Personel Polda Kepri Gotong Royong Bersihkan Masjid di Batam

Berita Terbaru