MATAPEDIA6.com, JAKARTA– Kementerian Ekonomi Kreatif bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengubah kereta api dari sekadar moda transportasi menjadi panggung kreatif nasional.
Sebanyak 11 Intellectual Property (IP) lokal tampil dalam livery tematik Natal dan Tahun Baru 2025–2026, menjangkau jutaan penumpang di lintasan strategis Jawa.
Kolaborasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif dengan PT KAI, Jumbo, dan IP Factory Commutorline menghadirkan 11 IP lokal di ruang publik transportasi.
Wakil Menteri Ekraf Irene Umar menegaskan program Kereta IP sebagai langkah nyata memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui pemanfaatan aset publik.
Baca juga:Pemko Batam dan Kemenag Ajak Masyarakat Perkuat Doa di Majelis Zikir dan Haul Akbar
“Kereta api bukan hanya perangkat fungsional. Ini kanvas raksasa untuk menampilkan kekayaan intelektual terbaik bangsa,” ujar Irene Umar di Jakarta, Jumat (26/12/2025) dalam keterangannya.
Sebelas IP yang terlibat meliputi Jumbo, Lokerserem, Belanja Ria, Pletesan, Arlo, Glek n Go, Mora Olfi, Nine to Field, Menyonisme, Skudeye dan Kosanimal.
Melalui visual karakter pada lokomotif dan bodi kereta, perjalanan kereta kini menawarkan pengalaman kreatif sekaligus ruang storytelling bergerak.
Irene menekankan peran Kemenekraf sebagai fasilitator strategis yang mempertemukan BUMN dengan kreator.
Targetnya, perjalanan tidak lagi sebatas mobilitas, tetapi menjadi momen kebanggaan yang menciptakan nilai ekonomi baru dan memperkuat identitas nasional.
Baca juga:Satgas Gakkum dan K9 Polda Kepri Sisir Pelabuhan Roro Punggur, Amankan Arus Mudik Nataru
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyatakan Kereta IP sejalan dengan komitmen KAI menghadirkan layanan publik yang relevan dan bernilai tambah.
“Kami ingin perjalanan yang hidup dan bermakna, sekaligus mendukung industri kreatif nasional,” katanya.
Livery Jumbo tampil di KA Argo Dwipangga yang melintasi Gambir, Bandung, Semarang Tawang, hingga Surabaya Pasar Turi.
Sementara livery tematik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 hadir di sejumlah layanan jarak jauh, termasuk KA Argo Wilis/Turangga, KA Jayabaya/Gaya Baru Malam Selatan, KA Pandalungan dan KA Argo Dwipangga dengan relasi Bandung–Surabaya, Malang–Pasarsenen–Surabaya, Gambir–Jember, serta Solo–Gambir.
Dari sisi kreator, perwakilan IP Factory Commutorline menilai kereta api sebagai medium storytelling yang kuat dan kontekstual. Kehadiran karakter IP di ruang publik menghadirkan pengalaman visual yang inklusif lintas generasi.
Program Kereta IP akan berlangsung sepanjang periode Natal dan Tahun Baru 2025–2026, selaras dengan semangat KAI “Melayani Sepenuh Hati”—aman, nyaman, dan berkesan.
Baca juga: Sekuriti Bacok Korlap SPPG Sei Pelunggut Sagulung Batam, Pelaku Diburu Polisi
Editor:Miezon



















