Truk Tanah Terguling di Taman Baloi Lumpuhkan Lalu Lintas hingga Dua Jam, Ternyata Tak Pernah Uji KIR

Selasa, 20 Januari 2026 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi truk tanah yang terguling di jalan Taman Boli Kota, Lubuk Baja Kota Batam Provinsi Kepri, Selasa (20/1/2026).Matapedia6.com/Istimewa

Kondisi truk tanah yang terguling di jalan Taman Boli Kota, Lubuk Baja Kota Batam Provinsi Kepri, Selasa (20/1/2026).Matapedia6.com/Istimewa

MATAPEDIA6.com, BATAM – Insiden kecelakaan lalu lintas kembali melibatkan truk pengangkut tanah BP 8893 DU di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Taman Baloi, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Selasa (20/1/2026).

Kondisi truk tanah yang terguling melintang di badan jalan hingga melumpuhkan arus lalu lintas selama lebih dari dua jam.

Kemacetan parah terjadi dari arah Sekupang menuju Nagoya. Antrean kendaraan mengular hingga sekitar tiga kilometer, bahkan terpantau sejak kawasan Southlink.

Kondisi macet mulai terjadi sejak truk terbalik sekitar pukul 10.00 WIB dan baru berangsur terurai sekitar pukul 12.30 WIB, karena proses evakuasi yang berjalan lambat.

Banyak kendaraan terjebak tanpa bisa bergerak. Sejumlah pengendara memilih putar balik, sementara kendaraan kecil mencoba mencari jalan alternatif dengan masuk ke kawasan pertokoan sekitar.

“Parah ini, sudah mau dua jam. Penanganannya lambat sekali. Kami sampai kehilangan trip,” keluh Sadam, sopir trailer yang mengaku dibayar berdasarkan jumlah perjalanan.

Baca juga: Aktivitas Truk Pengangkut Tanah Rusak Jalan Bagan Sei Beduk Kota Batam

Keluhan serupa disampaikan pengendara lainnya. Lisna, salah satu warga yang terjebak kemacetan, mengaku frustrasi karena tidak bisa keluar dari antrean kendaraan.

“Mau putar balik tidak bisa, mobil terjebak di tengah. Ini sudah dua jam, padahal saya mau ke acara keluarga di Nagoya,” ujarnya.

Tak hanya pengendara, warga sekitar lokasi kejadian juga meluapkan kekesalan. Seorang pedagang di kawasan tersebut nyaris meradang, bukan semata karena truk terguling, melainkan akibat perilaku sopir truk tanah yang selama ini dinilai ugal-ugalan.

“Tak ada otak mereka itu. Jalan macam punya nenek moyangnya. Lajunya minta ampun. Truk sebesar itu bisa sampai oleng dan terbalik, ya karena kencang betul,” ujarnya dengan nada geram.

Ia juga mengeluhkan dampak debu yang setiap hari harus ia tanggung akibat lalu lalang truk tanah di kawasan tersebut.

“Ruko itu tempat saya jualan, tiap hari makan debu. Sudah sering diingatkan, tapi tak pernah didengar,” katanya sebelum meninggalkan lokasi.

Pantauan di lapangan, belasan personel Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang dikerahkan untuk mengurai kemacetan. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Baca juga: Jalan Duyung Dipenuhi Tanah dan Debu, Arlon: Jangan Tunggu Ada Korban Baru Bertindak

“Tidak ada korban meninggal, sopir truk hanya mengalami luka ringan,” ujar seorang petugas polantas di lokasi.

Belakangan terungkap, truk tanah bernomor polisi BP 8893 DU yang terlibat kecelakaan tersebut ternyata tidak pernah menjalani uji KIR atau uji kelayakan kendaraan di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam.

Kepala Bidang Transportasi Dishub Batam, Syahrul, menyatakan bahwa berdasarkan data di Dishub, truk tersebut tidak terdaftar.

“Data truk itu tidak ada. Artinya, tidak pernah melakukan uji KIR,” kata Syahrul saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).

Ia menegaskan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Barelang untuk melakukan penindakan di lapangan.

“Untuk langkah selanjutnya, kami akan koordinasi dengan Lantas. Karena pengawasan transportasi ini merupakan kewenangan Dishub dan Satlantas,” tegasnya.

Diketahui, truk tanah tersebut terbalik tak jauh dari simpang masuk Perumahan Permata Regency.

Menurut keterangan warga, truk melaju dari arah Tiban menuju lokasi penimbunan tanah di Bukit Permata Baloi dengan kecepatan tinggi. Di lokasi kejadian, kondisi jalan diketahui sedikit menikung.

“Truk datang dari arah Tiban dengan kecepatan tinggi. Diduga sopir menghindari kendaraan lain, lalu menabrak pembatas jalan dan akhirnya terbalik di median,” ujar Rinto, warga Permata Regency.

Proses evakuasi truk memakan waktu cukup lama karena harus melibatkan beberapa unit mobil crane.

Keluhan juga disampaikan Ketua RT Perumahan Kezia, Ade. Ia menyebut aktivitas truk tanah di kawasan Baloi Permai dan sekitarnya sudah lama membuat warga merasa tidak aman.

“Warga sudah sangat resah. Truk tanah ini beroperasi siang dan malam. Yang paling berbahaya itu cara mengemudinya,” kata Ade.

Menurutnya, hampir seluruh truk tanah kerap melaju melebihi batas kecepatan dan bahkan saling kejar-kejaran di jalan umum.

“Ini sangat membahayakan pengguna jalan lain. Kami minta pemerintah benar-benar turun tangan, awasi ketat, dan tindak tegas,” pungkasnya.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Sidang PNBP Pandu Tunda BP Batam: Saksi Tegaskan Lisa Yulia Tak Kendalikan Keuangan
Pedagang di Jambi Resah, Peredaran Uang Palsu Kembali Marak Jelang Ramadan
Kejadian Berulang, Amsakar Minta Disnaker Batam Beri Teguran Keras ke PT ASL
Rekonstruksi Pembunuhan Kekasih di Batam: 37 Adegan Terungkap, Cekikan Jadi Aksi Mematikan
Kebakaran Kapal Kembali Terjadi PT ASL Shipyard Batam, Korban Jiwa Belum Diketahui
Polisi Tangkap Dua Pelaku Pengeroyokan Jukir di Batam
Remaja di Batam Ditangkap Polisi Terungkap Curi Motor 15 Kali, Aksinya Berakhir di Polsek Sekupang
Belasan Kios Kuliner di Mega Legenda Batam Hangus Terbakar, Polisi Masih Lidik Penyebab Kebakaran

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:10 WIB

Sidang PNBP Pandu Tunda BP Batam: Saksi Tegaskan Lisa Yulia Tak Kendalikan Keuangan

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:12 WIB

Pedagang di Jambi Resah, Peredaran Uang Palsu Kembali Marak Jelang Ramadan

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:53 WIB

Kejadian Berulang, Amsakar Minta Disnaker Batam Beri Teguran Keras ke PT ASL

Senin, 26 Januari 2026 - 21:57 WIB

Rekonstruksi Pembunuhan Kekasih di Batam: 37 Adegan Terungkap, Cekikan Jadi Aksi Mematikan

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:20 WIB

Kebakaran Kapal Kembali Terjadi PT ASL Shipyard Batam, Korban Jiwa Belum Diketahui

Berita Terbaru