Investasi Batam Tumbuh 15 Persen, BPS Catat Angka Kemiskinan Naik 5,58 Persen

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf memberikan komentar kepada awak media usai memberikan pengarahan dalam Rapat Kerja Nasional XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang digelar di Hotel Aston, Pelita, Lubuk Baja, Kota Batam, Selasa (20/1/2026). Matapedia6.com/Luci

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf memberikan komentar kepada awak media usai memberikan pengarahan dalam Rapat Kerja Nasional XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang digelar di Hotel Aston, Pelita, Lubuk Baja, Kota Batam, Selasa (20/1/2026). Matapedia6.com/Luci

MATAPEDIA6.com, BATAM – Realisasi investasi di Kota Batam sepanjang 2025 menunjukkan kinerja positif. Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat nilai investasi riil mencapai Rp69,30 triliun, melampaui target tahunan sebesar Rp60 triliun atau sekitar 15 persen di atas sasaran.

Capaian tersebut menempatkan Batam sebagai salah satu kawasan industri dengan kualitas eksekusi investasi yang menonjol secara nasional.

Namun, di balik pertumbuhan investasi tersebut, Batam masih menghadapi tantangan serius di sektor sosial.

Badan Pusat Statistik (BPS) Batam mencatat angka kemiskinan di Kota Batam justru meningkat sebesar 5,58 persen dari tahun 2024 ke 2025.

Hal ini mendapat tanggapan serius dari Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf saat menghadiri Rapat Kerja Nasional XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Hotel Aston Pelita, Lubuk Baja, Batam, Selasa (20/1/2026).

Saifullah menegaskan pengentasan kemiskinan, khususnya di wilayah perkotaan dan kawasan industri seperti Batam, membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan sesuai karakter masyarakatnya.

Baca juga: Kemensos Targetkan Bangun 100 Sekolah Rakyat per Tahun, 2025 Telah Beroperasi 166 Sekolah

“Dalam pengentasan kemiskinan ada beberapa hal utama yang perlu dilakukan. Pertama melalui pendidikan, kedua perlindungan dan jaminan sosial, dan ketiga pemberdayaan,” ujar Saifullah.

Dia menjelaskan, bantuan harus disesuaikan dengan kondisi setiap keluarga penerima manfaat.

Bagi masyarakat usia produktif, pemerintah dapat mendorong pemberdayaan melalui bantuan modal dan pelatihan keterampilan. Sementara bagi anak usia sekolah, pendidikan menjadi prioritas utama.

“Kalau usia produktif, bantuannya bisa berupa modal atau keterampilan. Kalau usia sekolah, ya wajib sekolah. Semuanya tergantung situasi dan kondisi masing-masing,” jelasnya.

Menurut Saifullah, kemiskinan di Batam memiliki karakter urban poverty, sehingga membutuhkan kolaborasi dengan sektor industri.

Salah satu solusi yang dapat ditempuh adalah menjalin kerja sama antara pemerintah dan perusahaan-perusahaan di Batam agar lulusan SMA dan SMK dapat langsung terserap ke dunia kerja.

Sementara itu, Kepala BPS Batam Eko Aprianto membenarkan adanya kenaikan angka kemiskinan di Batam sebesar 5,58 persen.

Baca juga: Mendes Yandri Minta Bupati Gali Potensi Desa, Siap Kucurkan Bantuan dari Pembinaan hingga Pemasaran 

Ia menegaskan bahwa saat ini seluruh kementerian dan lembaga menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis pendataan kemiskinan.

“DTSEN merupakan data gabungan dari Regsosek, DTKS, dan P3KE. Pemutakhiran data dilakukan oleh Kementerian Sosial melalui pendamping PKH yang berkoordinasi dengan Dinas Sosial di daerah,” jelas Eko.

Hasil pemutakhiran tersebut secara berkala dikirim ke BPS RI untuk menjadi dasar pembaruan data kemiskinan nasional. Untuk wilayah Kepulauan Riau, termasuk Batam, pembaruan data kemiskinan dilakukan secara berkelanjutan oleh instansi terkait.

Pertumbuhan investasi yang tinggi di Batam diharapkan ke depan dapat lebih berdampak langsung terhadap penurunan kemiskinan, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

RSBP Batam Gandeng BPOM Perkuat Pengawasan Obat, Utamakan Keselamatan Pasien
JPU Tuntut Tujuh Terdakwa Ledakan MT Federal II, hingga 2,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Siapkan Pledoi 
Inovasi Nurse-log RSUD Embung Fatimah Raih Juara III Nasional, Pangkas Proses Kredensial Perawat Secara Digital
Kejari Batam Masuk Sekolah, Ingatkan Siswa Bahaya Bullying hingga Kejahatan Digital
BP Batam Dukung Penataan Ruang Laut Pemerintah, Amsakar: Kepastian Hukum Jadi Kunci Investasi
Polisi Bagikan Bendera Merah Putih ke Warga Batam, Ajak Semarakkan HUT ke-81 RI
Manchester hingga H-Mild Ilegal Disita, Bea Cukai Batam Sapu Puluhan Ribu Batang Rokok Tanpa Cukai
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto Tiba di Batam, Amsakar Sambut Sebelum Kunjungan Kerja ke Lingga

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:39 WIB

RSBP Batam Gandeng BPOM Perkuat Pengawasan Obat, Utamakan Keselamatan Pasien

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:29 WIB

JPU Tuntut Tujuh Terdakwa Ledakan MT Federal II, hingga 2,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Siapkan Pledoi 

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:18 WIB

Inovasi Nurse-log RSUD Embung Fatimah Raih Juara III Nasional, Pangkas Proses Kredensial Perawat Secara Digital

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Kejari Batam Masuk Sekolah, Ingatkan Siswa Bahaya Bullying hingga Kejahatan Digital

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:00 WIB

BP Batam Dukung Penataan Ruang Laut Pemerintah, Amsakar: Kepastian Hukum Jadi Kunci Investasi

Berita Terbaru