MATAPEDIA6.com, BATAM – Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Yudi Suprapto, menegaskan Disnaker langsung turun ke lokasi usai kebakaran kapal di PT ASL Shipyard untuk memastikan kondisi dan menekan pembenahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Setelah terjadi kebakaran dan kami langsung bergerak ke lokasi. Disnaker Batam fokus pada pembinaan ke depan, agar perusahaan berkomitmen menjaga K3,” kata Yudi, Kamis (29/1/2026).
Hasil kunjungan dan diskusi Disnaker dengan manajemen PT ASL Shipyard mengungkap sejumlah fakta penting. Kebakaran terjadi di kapal Elsa Regent, tepatnya di dek atas bagian tengah.
Baca juga:Kejadian Berulang, Amsakar Minta Disnaker Batam Beri Teguran Keras ke PT ASL
Saat insiden berlangsung, tidak ada aktivitas pekerjaan maupun kru di atas kapal. Kapal tersebut bahkan telah kosong dan tidak beroperasi selama sekitar lima tahun dalam kondisi terkunci serta berada di bawah pengamanan petugas keamanan.
“Proses pemadaman api berlangsung sekitar satu jam, menggunakan gondola dan air laut, yang dilakukan oleh tim internal ASL dengan dukungan tim pemerintah,” ungkap Yudi.
Setelah pemilik kapal memberikan izin, tim gabungan langsung melakukan pengecekan menyeluruh ke dalam kapal untuk memastikan tidak ada lagi titik api.
“Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam tahap investigasi internal oleh pihak perusahaan,” tuturnya.
Ia menyebutkan, dari sisi manajemen, General Manager PT ASL Shipyard, Audri menyampaikan bahwa perusahaan telah mengganti tim Health, Safety, and Environment (HSE). Posisi manajer HSE kini dijabat oleh Zulkarnaen, sebagai bagian dari upaya pembenahan internal.
Namun, Disnaker menegaskan persoalan ini tidak bisa dipandang sempit. Meski pengawasan K3 secara regulasi berada di bawah kewenangan provinsi, tekanan publik tetap mengarah ke pemerintah kota.
“Sudut pandang masyarakat, wartawan, LSM, hingga warga Batam akan selalu mempertanyakan kejadian seperti ini kepada kami sebagai pemerintah yang menaungi industri di Batam,” tegas Yudi.
Karena itu, Disnaker mendorong koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah dan pelaku industri untuk menciptakan iklim ketenagakerjaan yang sehat.
Fokus pembenahan tidak hanya pada K3, tetapi juga pemenuhan syarat kerja serta rekrutmen tenaga kerja yang memprioritaskan pekerja lokal.
Disnaker juga meminta PT ASL Shipyard dan seluruh subkontraktornya melakukan pembenahan menyeluruh agar kondisi kerja ke depan lebih aman, tertib, dan bertanggung jawab.
“Ini menjadi momentum evaluasi bersama. Industri harus berjalan seiring dengan perlindungan pekerja dan keselamatan lingkungan kerja,” pungkas Yudi.
Baca juga:Polisi Ungkap Kebakaran Kapal Elsa Regent di ASL Shipyard Batam, Tak Ada Korban Jiwa
Penulis:Zalfirega|Editor:Miezon


















