MATAPEDIA6.com, BATAM– Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) mengambil langkah cepat dengan menggelar skrining Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada anak lebih awal, Sabtu (31/1/2026). Aksi ini mendahului agenda nasional Congenital Heart Disease (CHD) Awareness Week yang dijadwalkan berlangsung 7–14 Februari 2026 di berbagai daerah.
Percepatan skrining menegaskan komitmen RSBP Batam mendorong deteksi dini penyakit jantung bawaan, kondisi yang kerap luput teridentifikasi karena minim gejala pada fase awal kehidupan anak.
Ketua FErKI Batam, dr. Fandi Ahmad, Sp.JP(K), FIHA, FASCC, menegaskan PJB masih menjadi persoalan kesehatan serius di Indonesia. Ia menyebut angka kejadian kelainan jantung bawaan mencapai sekitar 8 kasus per 1.000 kelahiran hidup.
“Banyak kasus baru terdeteksi saat anak sudah berkeluhan. Deteksi dini menentukan kualitas hidup dan masa depan anak,” tegas Fandi.
Melalui skrining ini, RSBP Batam langsung memetakan anak yang terindikasi PJB untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan konsultasi dengan dokter spesialis jantung sesuai kebutuhan medis.
Baca juga:Sambut Imlek 2026, Beverly Diamond Hadirkan Hunian Legal dengan Hadiah Toyota Raize
Skrining ini tidak berhenti pada tahap awal, melainkan menjadi pintu masuk layanan jantung yang terstruktur dan berkelanjutan.
Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, SpJP, menyampaikan kegiatan tersebut sejalan dengan arahan pimpinan BP Batam, khususnya Deputi Bidang Pelayanan Umum, agar RSBP Batam terus mengedepankan layanan sosial dan promotif bagi masyarakat.
“Meski berstatus badan usaha, RSBP Batam tetap menempatkan pelayanan kesehatan masyarakat sebagai prioritas,” ujarnya.
Skrining PJB menjadi bagian dari rangkaian layanan jantung RSBP Batam sepanjang awal 2026, mencakup deteksi dini, pelayanan medis terukur, serta edukasi kesehatan bagi keluarga pasien. Program ini sejalan dengan nilai PRIMA: Profesional, Responsif, Inovatif, Mahir, dan Akurat.
Baca juga:Gangguan Air Bersih Meluas di Tanjunguma Batam, ABHI: Pompa WTP Sei Ladi Rusak


















