BP Batam Jajaki Pengolahan Air Laut Jadi Air Minum, Terkendala Tingginya Biaya Produksi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam yang juga menjabat sebagai Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait. Foto:Humas BP Batam

Plt Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam yang juga menjabat sebagai Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait. Foto:Humas BP Batam

MATAPEDIA6.com, BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus menjajaki peluang kerja sama dengan investor untuk pengelolaan air laut menjadi air tawar sebagai alternatif sumber air baku di Kota Batam.

Namun hingga kini, realisasi kerja sama tersebut masih menghadapi kendala utama berupa tingginya biaya produksi yang berdampak pada mahalnya harga jual air kepada masyarakat.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan sejumlah perusahaan telah diajak berdiskusi untuk mengembangkan teknologi desalinasi air laut.

Akan tetapi, perbedaan signifikan antara harga air saat ini dengan estimasi harga air hasil pengolahan air laut menjadi faktor penghambat masuknya investasi.

Saat ini, tarif air bersih yang dibebankan kepada masyarakat dan pelaku usaha berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per meter kubik.

Baca juga: Dua Langkah BP Batam Atasi Krisis Air Baku, Pelebaran Waduk hingga Pembersihan Eceng Gondok

Sementara itu, air hasil pengolahan air laut diperkirakan mencapai sekitar Rp28 ribu per meter kubik.

“Perbandingan harga yang cukup jauh ini menjadi kendala utama. Investor masih mempertimbangkan karena biaya produksi yang tinggi akan berdampak langsung pada tarif pelanggan,” ujar Ariastuty.

Ia menjelaskan, kebutuhan air bersih Batam saat ini masih bergantung pada air baku dari waduk-waduk yang sumbernya berasal dari curah hujan.

Karena itu, BP Batam terus berupaya memaksimalkan kapasitas waduk yang ada sekaligus mencari alternatif sumber air baru untuk menjaga ketahanan pasokan di masa depan.

Selain teknologi desalinasi, BP Batam juga tengah mengkaji rencana pembangunan waduk laut atau estuary dam sebagai solusi jangka panjang.

Baca juga: Kemenag Batam Dorong Salat Istisqa, Kemarau Panjang Mulai Tekan Pasokan Air

Proyek tersebut saat ini masih dalam tahap kajian pusat perencanaan BP Batam dan juga sedang ditawarkan kepada calon investor.

“Langkah-langkah ini kami siapkan sebagai antisipasi kebutuhan air Batam ke depan yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan industri,” kata Ariastuty.

BP Batam berharap melalui skema kerja sama investasi dan dukungan teknologi yang tepat, pengembangan sumber air alternatif dapat segera direalisasikan tanpa membebani masyarakat dengan kenaikan tarif yang terlalu tinggi.

Penulis: Luci | Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara Batam, Li Claudia Turun Bagikan Masker
Kapolda Kepri Minta Pejabat Baru Perkuat Pelayanan Publik dan Keamanan
Lapas Batam Over Kapasitas Diisi Hampir 1.241 Warga Binaan, Lebih dari Dua Kali Kapasitas
Polisi Sita Ribuan Botol Minuman Beralkohol Tanpa Izin Edar di Bengkong
Kapolda Kepri Suhendri Lantik Tujuh Pejabat Utama, Ini Daftar Pergantiannya
Delapan Fraksi DPRD Batam Dukung Revisi Perda Ketertiban Umum
Cekcok Berujung Perkelahian Berdarah di PJB Sagulung, Polisi Benarkan Korban Dirawat
Pertamina Dampingi Warga Kampung Tua Terih Batam Olah Limbah Ikan Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara Batam, Li Claudia Turun Bagikan Masker

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Kapolda Kepri Minta Pejabat Baru Perkuat Pelayanan Publik dan Keamanan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Lapas Batam Over Kapasitas Diisi Hampir 1.241 Warga Binaan, Lebih dari Dua Kali Kapasitas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Polisi Sita Ribuan Botol Minuman Beralkohol Tanpa Izin Edar di Bengkong

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Kapolda Kepri Suhendri Lantik Tujuh Pejabat Utama, Ini Daftar Pergantiannya

Berita Terbaru