Pemerintah Atur Jadwal Pembelajaran Selama Ramadan 1447, Siswa Tetap Belajar di Sekolah Mulai 23 Februari

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, saat memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Sabtu (14/2/2026). Matapedia6.com/Nett

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, saat memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Sabtu (14/2/2026). Matapedia6.com/Nett

MATAPEDIA6.com, JAKARTA – Pemerintah resmi menerbitkan Surat Edaran Bersama (SEB) tentang panduan pembelajaran selama bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kebijakan ini merupakan hasil koordinasi tiga kementerian, yakni Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah menandatangani edaran tersebut sebagai pedoman bagi pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama, serta seluruh satuan pendidikan dalam mengelola kegiatan belajar mengajar selama Ramadan hingga pasca-Idulfitri.

“Bulan Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum emas untuk membentuk karakter, memperkuat iman dan takwa, serta menumbuhkan kepedulian sosial peserta didik. Kami ingin pembelajaran tetap bermakna dan menyenangkan, tanpa membebani mereka,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan resmi, Sabtu (14/2/2026).

Berdasarkan SEB tersebut, pembelajaran pada 18 hingga 21 Februari 2026 akan dilaksanakan secara mandiri. Siswa belajar dari lingkungan keluarga, tempat ibadah, atau masyarakat sesuai penugasan dari sekolah.

Baca juga: Kejari Batam Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Lewat Buka Puasa Bersama Wartawan

Pemerintah mengimbau agar penugasan bersifat sederhana, kreatif, dan meminimalkan penggunaan gawai serta internet.

Memasuki pekan kedua Ramadan, siswa kembali mengikuti pembelajaran di sekolah, madrasah, atau satuan pendidikan keagamaan mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026. Selain kegiatan akademik, sekolah dianjurkan memperkaya aktivitas keagamaan.

Bagi siswa Muslim, kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, dan kajian keislaman akan mewarnai hari-hari mereka di sekolah.

Sementara siswa non-Muslim mendapat pendampingan bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

“Kami ingin Ramadan menjadi ruang belajar yang inklusif, di mana semua siswa merasakan makna spiritual dan kebersamaan,” tambah Abdul Mu’ti.

Libur bersama Idulfitri ditetapkan pada 16–20 Maret dan 23–27 Maret 2026. Waktu ini diharapkan dimanfaatkan siswa untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan masyarakat, mempererat persaudaraan, serta merefleksikan nilai-nilai Ramadan. Aktivitas pembelajaran akan kembali normal pada 30 Maret 2026.

Dalam edaran tersebut, kepala satuan pendidikan diminta menyesuaikan aktivitas pembelajaran, termasuk mengurangi intensitas kegiatan fisik seperti Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).

Asesmen formatif diperkuat, dan perhatian khusus diberikan kepada anak berkebutuhan khusus serta siswa yang berisiko tertinggal belajar.

Baca juga: Menjalin Kebersamaan dan Kepedulian di Tengah Bulan Suci Ramadan: Rutan Batam Gelar Buka Puasa Bersama 

Sekolah juga wajib menjaga keamanan aset selama libur dan menyediakan kanal pelaporan bagi orang tua terkait keselamatan dan perlindungan peserta didik.

Orang tua memiliki peran strategis selama pembelajaran mandiri di rumah.

Mereka didorong mendampingi anak dalam praktik 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, mengatur penggunaan gawai secara bijak, serta mendorong keterlibatan anak dalam kegiatan sosial dan keagamaan.

Perlindungan anak dari kekerasan, eksploitasi, dan praktik pernikahan usia dini juga menjadi perhatian utama.

Pemerintah berharap kebijakan ini dapat menjadikan Ramadan 1447 H sebagai periode pembelajaran yang tertib, adaptif, dan bermakna.

Lebih dari itu, Ramadan diharapkan menjadi momentum melahirkan generasi Indonesia yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga berakhlak mulia dan siap bersaing di masa depan.

“Kita ingin anak-anak tumbuh dengan nilai-nilai kebaikan, disiplin, dan empati. Ramadan adalah sekolah kehidupan yang sesungguhnya,” kata Abdul Mu’ti.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

BP Batam Siapkan LMS Baru, Pengurusan Lahan Kini Lebih Cepat dan Transparan
Kemenag Batam Perkuat Skill dan Integritas 387 Guru dan Tenaga Pendidikan 
Amsakar Teken Juknis SPMB 2026/2027, SPMB Harus Transparan dan Objektif
Peringati Harkitnas, Amsakar Ajak Perkuat Solidaritas Sosial dan Literasi Digital
Pantau Langsung Antrean Disdukcapil, Amsakar Duduk Bareng dengan Warga 
Iming-iming Uang Besar Seret Pria di Karimun Jadi Kurir Narkoba Jaringan Internasional
Kesaksian Pilu Bongkar Ritual dan Penyiksaan Dwi Putri di PN Batam
Pemko Batam Anggarkan Rp5,1 Miliar Beasiswa untuk Lulusan SMA Lanjut ke Perguruan Tinggi

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:10 WIB

BP Batam Siapkan LMS Baru, Pengurusan Lahan Kini Lebih Cepat dan Transparan

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:52 WIB

Amsakar Teken Juknis SPMB 2026/2027, SPMB Harus Transparan dan Objektif

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:39 WIB

Peringati Harkitnas, Amsakar Ajak Perkuat Solidaritas Sosial dan Literasi Digital

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:07 WIB

Pantau Langsung Antrean Disdukcapil, Amsakar Duduk Bareng dengan Warga 

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:40 WIB

Iming-iming Uang Besar Seret Pria di Karimun Jadi Kurir Narkoba Jaringan Internasional

Berita Terbaru