Dua Langkah BP Batam Atasi Krisis Air Baku, Pelebaran Waduk hingga Pembersihan Eceng Gondok

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim dari bidang perairan BP Batam melakukan pembersihan Eceng gondok yang tumbuh subur di Dam Muka Kuning. Langkah ini untuk memperlambat penurunan debit air di Dam Muka Kuning. Matapedia6.com/Dok BP Batam

Tim dari bidang perairan BP Batam melakukan pembersihan Eceng gondok yang tumbuh subur di Dam Muka Kuning. Langkah ini untuk memperlambat penurunan debit air di Dam Muka Kuning. Matapedia6.com/Dok BP Batam

MATAPEDIA6.com, BATAM – BP Batam mengambil dua langkah cepat untuk mengantisipasi krisis air baku yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kota Batam, yakni melakukan pelebaran waduk (dam) serta pembersihan eceng gondok yang menghambat kapasitas tampungan air.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan langkah tersebut merupakan upaya jangka pendek guna memaksimalkan ketersediaan air baku di tengah penurunan volume air waduk akibat musim kemarau.

“Untuk langkah sementara mengantisipasi percepatan kekurangan air baku di dam yang ada di Kota Batam, kami melakukan pelebaran dam serta pembersihan eceng gondok,” ujar Ariastuty dalam rapat koordinasi di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (12/2/2026).

Selain langkah cepat tersebut, BP Batam juga menyiapkan solusi jangka panjang berupa pembangunan estuary dam atau waduk laut yang saat ini masih dalam tahap kajian oleh pusat perencanaan BP Batam.

Sebelumnya Ariastuty memaparkan penurunan muka air waduk saat ini mencapai 2–3 cm per hari.

Baca juga: Batam Hadapi Krisis Air, Pemko Siapkan Shalat Istisqa dan Langkah Darurat Pasokan Air

Jika tidak ada tambahan curah hujan, ketahanan air di sejumlah waduk diperkirakan hanya bertahan dalam waktu terbatas, antara lain Waduk Sei Harapan: sekitar 1 bulan 8 hari

Waduk Nongsa: sekitar 2 bulan 2 hari, Waduk Muka Kuning: sekitar 1 bulan 14 hari, Waduk Sei Ladi: sekitar 4 bulan 13 hari, Waduk Duriangkang: sekitar 5 bulan 1 hari, Waduk Tembesi: sekitar 5 bulan 2 hari

Kondisi ini menempatkan Batam dalam situasi siaga ketersediaan air baku, terutama menjelang Ramadan dan berbagai hari besar keagamaan.

Untuk menjaga pelayanan air kepada masyarakat, BP Batam bersama operator ABH menambah armada distribusi air bersih.

Baca juga: Wakil Kepala BP Batam Tinjau Empat Waduk, Perbaikan Pipa dan Ketahanan Air Jadi Fokus

Dari total sekitar 21 armada yang tersedia sebelumnya, kini jumlah armada ditingkatkan menjadi 34 unit melalui penambahan armada milik BP Batam, ABH, sewa truk, serta modifikasi kendaraan tangki.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Priyuda Adhytia Mukhtar Resmi Jabat Kasipidum Kejari Batam
Perbaikan Pipa 800 Milimeter di Muka Kuning Rampung, BP Batam Pulihkan Aliran Air Bertahap
ART Diduga Bunuh Majikan di Batam, Polisi Ungkap Motif Sakit Hati
Polisi Mediasi Keributan Pemuda di Nongsa hingga Berakhir Damai
Beras SPHP Dijual Rp56.500, Polsek Batu Aji dan Bulog Gelontorkan 5,5 Ton untuk Warga
Operasi Gaktib hingga Subuh di 7 THM Batam, Satpom Lanud Hang Nadim Nyatakan Nihil Pelanggaran
Pipa Muka Kuning Rampung, BP Batam Mulai Pulihkan Aliran Air
Kasus Mobil Mewah di Batam, Konsumen Soroti Perbedaan Data Kendaraan 

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:57 WIB

Priyuda Adhytia Mukhtar Resmi Jabat Kasipidum Kejari Batam

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Perbaikan Pipa 800 Milimeter di Muka Kuning Rampung, BP Batam Pulihkan Aliran Air Bertahap

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:43 WIB

ART Diduga Bunuh Majikan di Batam, Polisi Ungkap Motif Sakit Hati

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:20 WIB

Beras SPHP Dijual Rp56.500, Polsek Batu Aji dan Bulog Gelontorkan 5,5 Ton untuk Warga

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Operasi Gaktib hingga Subuh di 7 THM Batam, Satpom Lanud Hang Nadim Nyatakan Nihil Pelanggaran

Berita Terbaru