Hadapi Dampak Geopolitik, CEO Citramas Group Minta Pengusaha dan Pemerintah Bersatu

Jumat, 3 April 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BP Batam bersama pengusaha bahas akselerasi ekonomi. Foto:Istimewa

BP Batam bersama pengusaha bahas akselerasi ekonomi. Foto:Istimewa

61 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM – CEO Citramas Group, Kris Wiluan, angkat suara soal tekanan geopolitik global yang mulai mengguncang dunia usaha di Batam. Ia menyoroti lonjakan harga BBM dan biaya logistik yang kian membebani industri.

Dalam situasi ini, Kris mendesak pengusaha dan pemerintah segera bersatu memperkuat kemitraan agar mampu meredam tekanan, menjaga stabilitas ekonomi, dan memastikan roda investasi tetap bergerak.

Kris menegaskan, konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memicu kenaikan biaya operasional yang berdampak langsung ke aktivitas industri. Kondisi ini, kata dia, tidak bisa dihadapi secara parsial.

“Pengusaha harus bermitra kuat dengan pemerintah. Untuk perizinan, kita ikuti arahan BP Batam,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Meski menghadapi tekanan, Kris tetap melihat ekonomi nasional masih cukup stabil. Ia berharap lonjakan biaya tidak berlangsung signifikan dalam jangka panjang.

“Kita berharap kenaikan tidak terlalu besar. Kita bersyukur Indonesia masih dalam kondisi baik,” katanya.

Baca juga:BI Ungkap Rahasia Inflasi Kepri Tetap Rendah Saat Idulfitri

Ia memastikan, pelaku usaha kini fokus menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mempertahankan penyerapan tenaga kerja di tengah tekanan global.

CEO Citramas Group, Kris Wiluan usai dialog bersama BP Batam pada Kamis (2/4/2026). Foto:Rega/matapedia

Sebelumnya, Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar forum strategis bertajuk “Mendengar Lebih Dekat, Bergerak Bersama Menuju 2026” di Balairungsari, Kamis (2/4/2026).

Forum ini menjadi ruang terbuka bagi pemerintah, pelaku usaha, asosiasi industri, dan tokoh masyarakat untuk merumuskan arah kebijakan ekonomi di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

BP Batam juga memanfaatkan momentum ini untuk menyerap langsung aspirasi dan kritik dari dunia usaha, mulai dari persoalan iklim investasi, penguatan sumber daya manusia, hingga tantangan sosial dan politik.

Tokoh masyarakat Kepri, Asman Abnur, menilai kolaborasi kepemimpinan antara BP Batam dan Pemerintah Kota Batam berhasil menjaga ritme pertumbuhan ekonomi daerah.

“Capaian ini patut diapresiasi. Kolaborasi kepemimpinan mampu menjaga stabilitas ekonomi Batam di tengah tekanan global,” ujarnya.

Ia juga menyoroti sejumlah regulasi strategis dari pemerintah pusat seperti PP Nomor 25, 28, 4, dan 47 Tahun 2025 yang dinilai mampu memangkas birokrasi dan mempercepat proses perizinan.

“Harmonisasi kebijakan ini mempermudah investasi. Tidak ada lagi kekhawatiran bagi pelaku usaha untuk masuk ke Batam,” tambahnya.

Forum tersebut turut dihadiri sejumlah pelaku usaha dan tokoh penting, seperti Abidin Hasibuan, Doly, Harry Feri Manik, Peter Vincent, dan Saptana Tri Prasetiawan.

Mereka sepakat mendukung langkah BP Batam dalam menghadapi tekanan ekonomi global, terlebih dengan penyatuan kepemimpinan antara BP Batam dan Pemerintah Kota Batam yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian persoalan perizinan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami ingin membangun konstruksi pemikiran bersama agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran,” ujarnya.

Amsakar optimistis dukungan Forkopimda, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat menjadi modal penting untuk mendorong akselerasi ekonomi Batam pada 2026.

Ia juga memastikan forum strategis serupa akan digelar secara rutin guna menyerap langsung persoalan di lapangan.

“Masukan ini menjadi dasar kami dalam merumuskan kebijakan. Harapannya, pertumbuhan ekonomi dan investasi Batam terus meningkat,” tutupnya.

Baca juga:BP Batam Serap Aspirasi Pengusaha, Akselerasi Ekonomi 2026 di Tengah Tekanan Global

Editor:Zalfirega 

Berita Terkait

Investasi Kripto Tanpa Izin OJK, Satgas PASTI Setop YWWSDC dan RTHAE
BP Batam Catat Investasi Rp38,97 Triliun pada Semester I 2026
Patroli Imigrasi di Canggu Amankan Lima WNA karena Overstay
OJK Dorong Pelajar Mulai Menabung Sejak Dini untuk Hindari FOMO
Laris Manis di KKI 2026, UMKM Unggulan Kepri Kantongi Omzet Rp 5,3 Miliar
OJK Akselerasi Inovasi dan Pengawasan Keuangan Digital lewat Digination Day 2026
BATIC 2026 Bahas Autonomous AI dan Penguatan Infrastruktur Digital Asia Pasifik
30,3 Juta Investor Pasar Modal Indonesia, Minat Investasi Terus Tumbuh

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Investasi Kripto Tanpa Izin OJK, Satgas PASTI Setop YWWSDC dan RTHAE

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:10 WIB

BP Batam Catat Investasi Rp38,97 Triliun pada Semester I 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:20 WIB

Patroli Imigrasi di Canggu Amankan Lima WNA karena Overstay

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:26 WIB

OJK Dorong Pelajar Mulai Menabung Sejak Dini untuk Hindari FOMO

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Laris Manis di KKI 2026, UMKM Unggulan Kepri Kantongi Omzet Rp 5,3 Miliar

Berita Terbaru