MATAPEDIA6.com, BATAM- Persaingan masuk sekolah kejuruan negeri di Batam semakin ketat. SMK Negeri 1 Batam kembali menjadi sekolah favorit setelah menerima 2.506 pendaftar pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Angka itu hampir tiga kali lipat dari daya tampung yang hanya 960 siswa.
Lonjakan peminat tersebut memperlihatkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di SMKN 1 Batam.
Kepala SMKN 1 Batam, Deden Suryana, mengatakan tingginya animo masyarakat menjadi indikator bahwa sekolah yang dipimpinnya masih menjadi pilihan utama lulusan SMP di Batam.
“Jumlah pendaftar tahun ini meningkat cukup. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap SMKN 1 Batam masih sangat tinggi,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (14/7/2026).
Deden menyebut hingga saat ini sekolah belum menerima informasi mengenai penambahan kuota dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau.
Persaingan paling sengit terjadi pada program keahlian Teknik Elektronik Industri yang mencatat 625 pendaftar. Disusul Teknik Pengelasan dengan 575 pendaftar Teknik Pemesinan sebanyak 453 pendaftar, Teknik Otomasi Industri 310 pendaftar, serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) 299 pendaftar.
Baca juga:DPRD Tebo Belajar Kelola PAD ke Batam, Soroti Peran BUMD dan Sinergi BP Batam-Pemko
Menurut Deden, lonjakan pendaftar sudah terlihat sejak awal pembukaan SPMB.
“Jumlah pendaftar sudah hampir tiga kali lipat dari daya tampung yang ada,” katanya.
Tingginya persaingan masuk SMK negeri juga menjadi perhatian Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau.
Dalam rapat pleno beberapa hari lalu, penetapan hasil penyaluran SPMB Tahap II, pemerintah memutuskan menambah kuota di sejumlah SMK yang mengalami kelebihan pendaftar.
Penambahan kuota diberikan kepada SMKN 6 Batam sebanyak 67 kursi, SMKN 8 Batam 149 kursi, SMKN 10 Batam 29 kursi, dan SMKN 11 Batam 313 kursi.
Sementara itu, calon siswa yang belum memperoleh sekolah diarahkan mendaftar secara luring ke SMKN 2, SMKN 9, SMKN 12, SMKN 13, SMKN 14, SMKN 15, dan SMKN 16 Batam yang masih memiliki sisa daya tampung.
Dinas Pendidikan Kepri juga menyiapkan skema penambahan kapasitas lebih besar untuk mengatasi kekurangan sekitar 600 kursi di SMK negeri Batam.
Salah satu langkahnya ialah mengusulkan penambahan 240 kursi di SMKN 16 Batam, serta penambahan masing-masing 120 kursi di SMKN 6, SMKN 10, SMKN 13, dan SMKN 14 Batam, ditambah peningkatan kapasitas di beberapa sekolah lainnya.
Baca juga:Pemprov Kepri Bangun SMKN 13 Batam, Amsakar: Investasi untuk Masa Depan Generasi
Editor:Zalfirega










